Perempuan dan Bocah Hindu Rakhine Ungkap Aksi Brutal Rohingya

Reza Gunadha | Suara.com

Minggu, 08 Oktober 2017 | 08:21 WIB
Perempuan dan Bocah Hindu Rakhine Ungkap Aksi Brutal Rohingya
Sebanyak 8 perempuan dan 8 anak-anak Warga Hindu Rakhine kembali pulang ke wilayah tersebut, Kamis (5/10/2017). Mereka sebelumnya melarikan diri setelah diserbu milisi Rohingya (ARSA) pada 25 Agustus 2017. [Information Comitee/Radio Free Asia]

Suara.com - Sedikitnya 8 perempuan dan 8 anak-anak Hindu penduduk Negara Bagian Rakhine mengungkapkan aksi brutal kelompok milisi bersenjata Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), saat melakukan insureksi pada 25 Agustus 2017.

Mereka mengakui dipaksa ARSA berpindah agama kalau tak mau dibunuh.  Karenanya, keenam belas orang itu sempat melarikan diri ke Bangladesh. Setelah Rohingya melarikan diri dari Rakhine, mereka akhirnya berani pulang pada Kamis (5/10/2017).

ARSA merupakan kelompok bersenjata Rohingya yang ingin mendirikan sistem kekhilafahan di Rakhine. Mereka dituding berafiliasi dengan gerombolan teroris Negara Islam dan Irak (ISIS).

Kelompok itu juga yang menyerang 30 pos keamanan Myanmar dan menewaskan ratusan polisi pada 25 Agustus lalu di Rakhine. Insureksi mereka dibalas dengan penerapan operasi militer di Rakhine dan menyebabkan ratusan ribu Rohingya terpaksa mengungsi ke Bangladesh.

"Sekitar 500 orang ARSA dipimpin oleh orang berpakaian asing bernama Noru Lauk menyerang desa kami, Kha Maung Seik, pada hari yang sama mereka menyerang pos-pos polisi," tutur seorang perempuan Hindu tersebut, seperti dilansir Radio Free Asia.

Mereka lantas memasuki setiap rumah penduduk untuk menjarah perhiasan, termasuk telepon seluler (ponsel).

ARSA juga mengancam membunuh seluruh warga Hindu di desa itu karena dianggap penyembah berhala alias thogut.

"Mereka mengumumkan kepada kami bahwa desa ini bukanlah milik kami, tapi wilayah mereka. Laki-laki bersenjata itu bilang kami sama saja seperti militer dan pemerintah Myanmar. Mereka bilang akan membunuh kami karena kami menyembah patung," ungkap para perempuan tersebut.

Saat menjarah desa, anggota ARSA membagi seluruh penduduk desa itu menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelamin. Semua penduduk, termasuk anak-anak diikat tangannya dan dibawa ke Desa Bawtala.

"Di Desa Bawtala, banyak warga desa kami dan lainnya yang  dipotong lehernya. Mayat-mayat mereka dilemparkan ke sebuah lubang," tukas perempuan lainnya.

Ia mengatakan, serbuan Arsa dan kekerasan yang juga dilakukan militer Myanmar memaksa 30.000 warga Hindu dan non-Muslim lainnya di utara Rakhine terpaksa melarikan diri ke daerah selatan, yakni Mrauk U, Sittwe, Kyauktaw, dan Mynbya.

Sementara pada waktu bersamaan, 500 ribu Muslim warga sipil Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Warga Hindu mengklaim sedkitnya 100 rekan mereka di Kha Maung Seik tewas dibunuh dan ditumpuk di kuburan massal oleh ARSA pada 25 Agustus itu.

Sedangkan militer Myanmar memublikasikan data bahwa terdapat 52 orang Hindu tewas dan 192 lainnya masih  dinyatakan hilang di Rakhine, karena aksi kekerasan ARSA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PBB: 100.000 Rohingya Myamar Akan Lari ke Bangladesh

PBB: 100.000 Rohingya Myamar Akan Lari ke Bangladesh

News | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 09:12 WIB

Aung San Suu Kyi Salah Satu Pembasmi Etnis Terbesar dalam Sejarah

Aung San Suu Kyi Salah Satu Pembasmi Etnis Terbesar dalam Sejarah

News | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 08:20 WIB

20 Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya Dihancurkan Bangladesh

20 Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya Dihancurkan Bangladesh

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 15:15 WIB

Bela Rohingya, Pangeran Charles Batalkan Kunjungan ke Myanmar

Bela Rohingya, Pangeran Charles Batalkan Kunjungan ke Myanmar

News | Kamis, 05 Oktober 2017 | 13:39 WIB

Gelar Ratu Kecantikan Myanmar Dicopot karena Bikin Video Rohingya

Gelar Ratu Kecantikan Myanmar Dicopot karena Bikin Video Rohingya

Lifestyle | Rabu, 04 Oktober 2017 | 15:09 WIB

Dewan Kota Oxford Copot Gelar Kehormatan Aung San Suu Kyi

Dewan Kota Oxford Copot Gelar Kehormatan Aung San Suu Kyi

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 12:23 WIB

Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Foto | Senin, 02 Oktober 2017 | 12:32 WIB

Kepala Bayi Rohingya Ini Terbakar Dilempar Granat Militer Myanmar

Kepala Bayi Rohingya Ini Terbakar Dilempar Granat Militer Myanmar

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 15:39 WIB

Oxford University Copot Lukisan Aung San Suu Kyi

Oxford University Copot Lukisan Aung San Suu Kyi

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 14:30 WIB

Ironi Besar Aung San Suu Kyi

Ironi Besar Aung San Suu Kyi

News | Minggu, 01 Oktober 2017 | 05:52 WIB

Terkini

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:23 WIB

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:19 WIB

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan  Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:00 WIB

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:40 WIB

Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi

Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:39 WIB

Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket

Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

Stasiun Tugu dan Lempuyangan Membeludak, Okupansi KA Daop 6 Melejit di Libur Kenaikan Yesus Kristus

Stasiun Tugu dan Lempuyangan Membeludak, Okupansi KA Daop 6 Melejit di Libur Kenaikan Yesus Kristus

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:23 WIB

Jejak Heri Black dalam Skandal Bea Cukai: KPK Incar Keterangan Sang Pengusaha Usai Geledah Rumahnya

Jejak Heri Black dalam Skandal Bea Cukai: KPK Incar Keterangan Sang Pengusaha Usai Geledah Rumahnya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:18 WIB

Gosip Panas! Isi Chat Mesra Emmanuel Macron ke Aktris Iran Berujung Ditampar Istri

Gosip Panas! Isi Chat Mesra Emmanuel Macron ke Aktris Iran Berujung Ditampar Istri

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:14 WIB