Ini Alasan Syofiardi Bachyul Maju Jadi Caketum AJI Indonesia

Adhitya Himawan | Suara.com

Minggu, 15 Oktober 2017 | 06:06 WIB
Ini Alasan Syofiardi Bachyul Maju Jadi Caketum AJI Indonesia
Festival Media AJI Indonesia di Pekanbaru, Riau. [Suara.com/Adhitya Himawan

Anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Indonesia Indonesia Syofiardi Bachyul JB menegaskan kesiapannya maju menjadi calon Ketua Umum AJI Indonesia periode 2017-2020. Pemilihan Ketua Umum AJI Indonesia baru akan dilangsungkan dalam Kongres di Solo, Jawa Tengah, pada 24-25 November 2017 mendatang.

"Saya maju karena ada masalah kaderisasi kepemimpinan di AJI Indonesia setidaknya dalam dua periode terakhir. Pertama itu terjadi karena sistem, sistem pemilihan ketum dan sekjen yang tidak memiliki proses panjang, tapi hanya muncul saat kongres hari kedua," kata Syofiardi saat dihubungi oleh Suara.com via telegram, Jumat (13/10/2017).

Menurutnya, sistem ini menyebabkan tidak munculnya tokoh-tokoh AJI menjelang kongres dengan ide-ide memajukan organisasi dan memajukan pers Indonesia. Kondisi ini bisa saja mengakibatkan terpilihnya ketum dan sekjen yang tidak diperhitungkan, namun dipilih karena keadaan saat kongres.



"Sistem seperti ini sudah diprotes cukup lama oleh sejumlah tokoh AJI dan mulai dimunculkan tradisi calon pra kongres waktu Kongres Makassar. Tapi suasana waktu itu bukan karena sistem,melainkan adanya kubu," jelasnya.

Kedua, selama ini AJI sama sekali tidak pernah memikirkan kaderisasi kepemimpinan melalui program. Yang terjadi kaderisasi kepemimpinan berlangsung secara alami.

"Siapa yang aktif, bagus, dan berada di Jakarta maka akan menjadi pengurus AJI Indonesia. Kalau aktif, maka berpotensi menjadi sekjen, bahkan ketum. Kondisi ini mendorong bahwa yang layak memimpin AJI ke depan adalah lingkaran itu," jelasnya.

Menurutnya, para pengurus dan anggota AJI Padang meraa gusar melihat kondisi ini. Terlebih Kongres Surakarta tinggal kurang dari dua bulan lagi. "Belum ada calon yang muncul terang-terangan, akhirnya kawan-kawan di Padang meminta saya untuk maju sebagai kandidat," tuturnya.

Syofiardi sendiri menilai bahwa masalah mendasar jurnalisme di Indonesia tidak berubah dari sejak AJI dilahirkan. AJI hanya bagian dari pelaku pers di Indonesia yang terus berusaha menjaga pers tetap dijalankan dengan profesional, salah satu yang utama adalah independensi jurnalis.

"Itu internal pers, faktor eksternal adalah ancaman terhadap kebebasan pers yang selalu ada. Contoh: Dulu awal 2000-an kita sibuk menentang "pasal karet" dalam KUHP dan AJI melahirkan banyak buku kasus tentang itu, sekarang dan ke depan kita akan berhadapanan dengan "pasal karet baru" berupa UU ITE," urainya.

Masalah lain yang menjadi tantangan AJI masih tetap sama. Mulai dari kesejahteraan jurnalis dan kualitas jurnalis. "Bagi saya platform baru media dengan media siber hanyalah perubahan bentuk. Itu bukanlah ancaman jangka panjang, karena siapa pun akan bisa menyesuaikan diri," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ancam Kebebasan Pers, AJI, FSPMI dan LBH Pers Kecam RUU KUHP

Ancam Kebebasan Pers, AJI, FSPMI dan LBH Pers Kecam RUU KUHP

News | Senin, 09 Oktober 2017 | 17:00 WIB

AJI: Rezim Jokowi Bubarkan Seminar, Indonesia Darurat Demokrasi

AJI: Rezim Jokowi Bubarkan Seminar, Indonesia Darurat Demokrasi

News | Minggu, 17 September 2017 | 15:06 WIB

AJI Optimis Menang Banyak Jika Kasus Dandhy Diteruskan

AJI Optimis Menang Banyak Jika Kasus Dandhy Diteruskan

News | Minggu, 17 September 2017 | 13:31 WIB

AJI: Tulisan Dandhy Kritik, Bukan Penghinaan

AJI: Tulisan Dandhy Kritik, Bukan Penghinaan

News | Minggu, 17 September 2017 | 12:52 WIB

AJI Palembang Dampingi Karyawan Eks Sindo Palembang  di PHI

AJI Palembang Dampingi Karyawan Eks Sindo Palembang di PHI

Bisnis | Kamis, 14 September 2017 | 23:07 WIB

Komnas HAM akan Kawal Kasus PHK Zaky Yamani dari Pikiran Rakyat

Komnas HAM akan Kawal Kasus PHK Zaky Yamani dari Pikiran Rakyat

Bisnis | Kamis, 14 September 2017 | 02:00 WIB

AJI Medan Kritik Hukuman Pada Penganiaya Jurnalis Terlalu Ringan

AJI Medan Kritik Hukuman Pada Penganiaya Jurnalis Terlalu Ringan

News | Rabu, 06 September 2017 | 19:31 WIB

Namanya Dicatut Minta Dana, AJI Bandung Lapor Polda Jabar

Namanya Dicatut Minta Dana, AJI Bandung Lapor Polda Jabar

News | Rabu, 30 Agustus 2017 | 12:40 WIB

21 Anggota AJI Lulus Uji Kompetensi di Jakarta

21 Anggota AJI Lulus Uji Kompetensi di Jakarta

News | Selasa, 29 Agustus 2017 | 12:42 WIB

Prabowo Sindir Gaji Jurnalis Kecil, Ini Respon AJI Jakarta

Prabowo Sindir Gaji Jurnalis Kecil, Ini Respon AJI Jakarta

Bisnis | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 17:31 WIB

Terkini

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:33 WIB

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:29 WIB

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:07 WIB

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:59 WIB

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:49 WIB

Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum

Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB

BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu

BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:38 WIB