Penagih Utang Rampas Motor, Ibu Terpaksa Jalan Kaki Gendong Bayi

Reza Gunadha

Rabu, 01 November 2017 | 16:22 WIB
Penagih Utang Rampas Motor, Ibu Terpaksa Jalan Kaki Gendong Bayi
Ilustrasi gendong anak [Facebook]

Suara.com - Gerak gerik penagih utang (debt collector) membuat resah warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Itu setelah terpublikasikannya peristiwa perampasan sepeda motor milik seorang ibu yang tengah membawa balitanya oleh penagih utang.

Aksi teror berikut perampasan sepeda motor kredit kembali dilakukan tim penagih utang terhadap seorang ibu bernama Mesi (30), warga Desa Tanggul Welahan, Kecamatan Besuki. Hal itu dipublikasikan warganet bernama Yuni Rusmini melalui akun Facebook miliknya, Rabu (1/11/2017).

Peristiwa perampasan sepeda motor tersebut terjadi pada Kamis (19/10) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Kala itu, Mesi dan putranya yang baru berusia 4 tahun mengendarai sepeda motor menuju rumah saudaranya di Kalidawir untuk takziah.

Tapi, di perjalanan, persisnya di Jalan Junjung Kalidawir, Mesi menyadari dirinya dibuntuti dua pria misterius yang juga mengendarai kendaraan roda dua.

Kecurigaan Mesi menjadi kenyataan, setelah kedua laki-laki itu berteriak meminta dirinya berhenti dan menepi.

Mesi menyangka kedua pria itu adalah polisi. Karena ketakutan, ia memutuskan berhenti dan menepikan motor.

Balitanya yang ketika itu masih tertidur juga terbangun, karena kaget setelah mendengar bentakan kedua pria tersebut.

“Mereka meminta saya menyerahkan kunci sepeda motor. Saya tidak mau. Saya bingung, anak saya terus menangis. Saya juga Cuma punya uang Rp7 ribu, tidak cukup untuk bayar angkutan umum,” tuturnya.

baca juga

Karena tak mau memberikan kunci motor, kedua orang itu meminta Mesi menandatangani selembar kertas yang menurut mereka sebagai bukti laporan.

Setelahnya, Mesi dipaksa untuk memutar balik ke arah kota. Karena bingung dan ketakutan, Mesi menuruti perintah keduanya.

“Saya mengkhawatirkan bayi saya. Saya turuti kemauan mereka. Saya terus dikawal oleh mereka dari belakang. Ketika itu saya masih berpikir mereka adalah polisi,” ungkapnya.

Sesampainya di wilayah perkotaan, persisnya dekat SMP Negeri 2 Tulungagung, ban sepeda motor yang dikendarai Mesi kempis karena bocor.

Saat itulah kedua pria tersebut mengambil motor merek Honda Revo bernomor polisi AG 3975 dari Mesi, dengan dalih hendak dibawa ke tukang tambal ban.

”Saya berikan saja, karena saya tak bisa mendorong motor karena harus menggendong anak. Lama saya tunggu, akhirnya mereka kembali. Saya kembali diminta jalan mengikuti mereka ke ruko barat rumah sakit lama. Di sana saya disuruh menunggu di luar ruko,” jelasnya.

Tak lama, Mesi mengakui seorang petugas dari dalam ruko meminta dirinya masuk. Mesi menuturkan, ruko itu ternyata kantor sebuah perusahaan pembiayaan kredit terkenal Wxx Finance. Saat memasuki ruko itu, Mesi melihat motornya sudah ada di dalamnya.

Karena tak mungkin meminta kunci kontak motornya, Mesi akhirnya memutuskan pulang sembari menggendong balitanya.

”Dalam perjalanan, saya menemui ibu-ibu yang sedang menjemput anaknya pulang di SMPN 2 Tulungagung. Saya meminta dia menelepon suami saya. Saya mau minta jemput,” terangnya.

Seusai peristiwa itu, Mesi mengakui ingin mendapatkan keadilan. Ia melaporkan aksi penagih utang itu ke Polres Tulungagung.

Namun, karena tak kunjung ada tindak lanjut, Mesi lantas membuat dan mengirim surat kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menceritakan peristiwa itu.

Untuk diketahui, Kementerian Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130/PMK.010/2012 yang melarang perusahaan pembiayaan kredit menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak.

Selain itu, perampasan sepeda motor kredit oleh penagih utang termasuk aksi kriminal dan melanggar Pasal 368 KUHP.

Tak hanya itu, aksi perampasan seperti itu juga dikategorikan sebagai pelanggaran sebagai hak konsumen seperti diatur Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mau Rampas Motor, Debt Collector Tewas Ditikam Penunggak Kredit

Mau Rampas Motor, Debt Collector Tewas Ditikam Penunggak Kredit

News | Selasa, 31 Oktober 2017 | 19:06 WIB

Bakar Lahan Tebu, Ngaliyanto Malah Ikut Terbakar

Bakar Lahan Tebu, Ngaliyanto Malah Ikut Terbakar

News | Selasa, 19 September 2017 | 04:04 WIB

Geger, Dikira Bom Ternyata Kardus Misterius Berisi Ini

Geger, Dikira Bom Ternyata Kardus Misterius Berisi Ini

News | Jum'at, 15 September 2017 | 18:11 WIB

Overdosis Miras, Pemuda di Tulungagung Tewas

Overdosis Miras, Pemuda di Tulungagung Tewas

News | Senin, 04 September 2017 | 06:34 WIB

Eggy Sudjana Dilaporkan TNI ke Polisi

Eggy Sudjana Dilaporkan TNI ke Polisi

News | Kamis, 31 Agustus 2017 | 12:18 WIB

PAN Pastikan Dukung Petahana Pilkada Tulungagung

PAN Pastikan Dukung Petahana Pilkada Tulungagung

News | Selasa, 08 Agustus 2017 | 22:42 WIB

Kejaksaan Tulungagung Tahan Tersangka Korupsi LPDB KUMKM

Kejaksaan Tulungagung Tahan Tersangka Korupsi LPDB KUMKM

News | Jum'at, 21 Juli 2017 | 08:29 WIB

Pembacok Hermansyah Ternyata Kawanan Penagih Utang

Pembacok Hermansyah Ternyata Kawanan Penagih Utang

News | Rabu, 12 Juli 2017 | 07:12 WIB

Geger Geng Perampok di Jawa Timur Beranggotakan 27 Bocah

Geger Geng Perampok di Jawa Timur Beranggotakan 27 Bocah

News | Selasa, 20 Juni 2017 | 04:03 WIB

Bentrok dengan LSM, Belasan Debt Collector Diamankan

Bentrok dengan LSM, Belasan Debt Collector Diamankan

News | Jum'at, 10 Maret 2017 | 00:03 WIB

Terkini

Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Laporkan Jusuf Hamka ke Polisi

Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Laporkan Jusuf Hamka ke Polisi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh, Trio Penyerang Ganas Memanas

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh, Trio Penyerang Ganas Memanas

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Puluhan Dokter Muda Resmi Ditempatkan di Pekanbaru dan Kuansing

Puluhan Dokter Muda Resmi Ditempatkan di Pekanbaru dan Kuansing

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

×