Disebut Canggih, Kompolnas: Kasus Novel Beda dengan Kasus Teroris

Dythia Novianty, Nikolaus Tolen

Sabtu, 04 November 2017 | 13:59 WIB
Disebut Canggih, Kompolnas: Kasus Novel Beda dengan Kasus Teroris
Anggota Kompolnas sekaligus pegiat HAM, Poengky Indarti. (Foto pribadi)

Suara.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti mengatakan, kasus dugaan penyerangan dengan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan berbeda dengan pengungkapan pelaku kasuas teroris. Oleh karena itu, dia meminta kepada semua pihak agar tidak membandingkan antara kedua kasus tersebut.

"Itu beda, jadi nggak bisa kita bandingkan apple to apple, ini beda," kata Poengky di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11/2017).

Mantan aktivis Hak Asasi Manusia Imparsial tersebut mengatakan, kasus yang menimpa Novel Baswedan dilakukan dengan skema yang terstruktur. Karena itu, pelakunya sudah mengantisipasi semua, sehingga polisi sulit mengungkapkan pelakunya.

"Kalau dalam kasus Novel, memang kalau saya pribadi melihat bahwa memang ini terencana, sehingga ketika melakukan upaya kekerasan itu, mereka udah berpikir gitu ya, jadi hal-hal mana yang kira-kira akan sulit bisa dibuktikan," katanya.

Hal itu terbukti, ketika CCTV yang merekam kedua sosok yang diduga pelaku tersebut diperiksa, wajah pelakunya tidak bisa terlihat. Bahkan, untuk mendalami hasil rekaman CCTV tersebut, Polda sudah bekerjasama dengan Polisi Australia (Australian Federal Police).

"Artinya, nggak main-main gitu kan polisi. Sampai diungkap ke sosok orang yang diduga sebagai pelaku, nggak keliahatan, blur gitu ya, dan disitu di daerah sekitar itu ada CCTV coba diperiksa juga tapi juga nggak menunjukkan hasil," kata Poengky.

Poengky mengatakan untuk mengungkap identitas pelaku penyerangan terhadap Novel tidak bisa dilihat dari berapa lama waktu yang dibutuhkan. Sebab, kasus ini tergolong kejahatan yang canggih.

"Ini memang yang mesti harus disadari bahwa dalam mengungkap kasus Novel memang rumit, dan polisi memang susah untuk mendapatkan bukti-bukti yang bisa mempermudah penyelidikan. Katakan misalnya 100 hari 200 hari, saya rasa itu tidak bisa jadi ukuran ya," kata Poengky.

"Karena ini sophisticated crime ya, saya melihat ya, jadi memang butuh waktu untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemuda Muhammadiyah Endus Ada Kekuatan di Balik Kasus Novel

Pemuda Muhammadiyah Endus Ada Kekuatan di Balik Kasus Novel

News | Sabtu, 04 November 2017 | 13:38 WIB

Polisi Sudah Periksa 60 Saksi, Kasus Novel Masih Gelap

Polisi Sudah Periksa 60 Saksi, Kasus Novel Masih Gelap

News | Sabtu, 04 November 2017 | 12:32 WIB

Penyerang Novel Belum Ditangkap, Pembunuhan Munir Disinggung

Penyerang Novel Belum Ditangkap, Pembunuhan Munir Disinggung

News | Sabtu, 04 November 2017 | 12:00 WIB

Jokowi Minta Kasus Novel Transaparan, Polisi Bilang Gamblang

Jokowi Minta Kasus Novel Transaparan, Polisi Bilang Gamblang

News | Jum'at, 03 November 2017 | 14:04 WIB

Kasus Novel, Jokowi Sempat Lupa Istilah TGPF

Kasus Novel, Jokowi Sempat Lupa Istilah TGPF

News | Jum'at, 03 November 2017 | 12:11 WIB

Kabareskrim: Ungkap Kasus Penyerangan Novel Terbilang Sulit

Kabareskrim: Ungkap Kasus Penyerangan Novel Terbilang Sulit

News | Rabu, 01 November 2017 | 20:26 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×