Novanto TSK, Eva: Ini Naga-naganya Episode Cicak Vs Buaya Baru

Siswanto | Suara.com

Jum'at, 10 November 2017 | 18:39 WIB
Novanto TSK, Eva: Ini Naga-naganya Episode Cicak Vs Buaya Baru
Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Anggota Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari khawatir episode baru Cicak Vs Buaya terjadi lagi. Istilah tersebut merujuk pada pernyataan mantan Kabareskim Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji ketika masih berkarus, yang mengistilahkan KPK sebagai cicak dan Polri sebagai polisi.

"Ini naga-naganya seperti Cicak Vs Buaya yang ketiga. Ini harus dicegah," kata Eva kepada Suara.com, Jumat (10/11/2017).

Pernyataan Eva menanggapi peristiwa yang baru-baru ini terjadi. Bareskrim Polri menerbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan kasus Ketua KPK Agus Raharjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada Selasa (7/11/2017). Mereka dilaporkan pengacara Ketua DPR Setya Novanto, Sandy Kurniawan, dalam kasus pemalsuan surat dan penyalahgunaan kewenangan. SPDP itu keluar setelah salinan SPDP untuk Novanto bocor ke publik. Hari ini, KPK mengumumkan Novanto menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP lagi.

Saat ini, Eva khawatir bakal timbul kegaduhan. Tetapi Eva berharap semua pihak menahan diri dengan menghormati proses hukum.

"Ini sama-sama di bawah Presiden kok kemudian malah menyulitkan Presiden. Harapanku, jangan jadi Cicak VS Buaya lagi," kata Eva.

Menilai dari kronologis kasus, Eva mengibaratkan seperti saling balas.

"Ini seperti debat kusir. Jadi sangat nggak eloklah," kata dia.

Dalam konteks penyidikan terhadap Agus dan Saut, Eva mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah mengingatkan anak buahnya untuk hati-hati. Kemarin, Tito mengatakan persoalan hakim yang mengabulkan praperadilan penetapan seorang tersangka tidak sah merupakan celah hukum untuk digugat balik seseorang yang telah ditetapkan tersangka.

"Kapolri juga ingatkan kemarin, terhadap anak buahnya," kata dia.

Hari ini, Presiden Joko Widodo mempersilakan Polri menyidik Agus dan Saut sesuai proses hukum yang berlaku. Tetapi, Jokowi meminta Polri menghentikan penyidikan jika tak ada bukti dan fakta hukum.

Eva mengusulkan untuk meredakan ketegangan, pimpinan KPK dan Polri perlu dialog.

"Jadi mungkin perlu duduk, bersama kapolri, ketua KPK, untuk sama-sama sampai kepada kesepakatan dalam kerangka bukti hukum," kata dia.

Eva mengingatkan jika kembali terjadi kegaduhan, yang rugi pemerintah.

"Harapan aku ada kesepahaman, gimana kasus ini. Jangan sampai nanggung. Aku sebagai anak buah Pak Nov di DPRD jadi nggak nyaman, ketuaku dilempar tarik, gitu," kata dia.

Eva menyarankan para KPK dan Polri untuk mengumpulkan semua penyidik, mempelajari semua data yang dipunyai, sampai kemudian berkesimpulan apa yang terbaik untuk penegakan anti korupsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:46 WIB

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:43 WIB

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya

Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB

Menyoal Tahanan Rumah Eks Menteri Agama Yaqut: Kenapa Begitu Istimewa?

Menyoal Tahanan Rumah Eks Menteri Agama Yaqut: Kenapa Begitu Istimewa?

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:07 WIB

Boni Hargens: Mudik Gratis Presisi-Aman, Wujud Transformasi Polri dari Kekuasaan Menuju Pelayanan

Boni Hargens: Mudik Gratis Presisi-Aman, Wujud Transformasi Polri dari Kekuasaan Menuju Pelayanan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:17 WIB

Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK

Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:08 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:50 WIB

Terkini

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:09 WIB

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:46 WIB

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:43 WIB

Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:31 WIB

Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?

Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:20 WIB

Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan

Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:58 WIB

Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243

Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:50 WIB

Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran

Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:48 WIB

MRT Berlakukan Tarif Rp243 Bagi Pelanggan Khusus Hari Ini, Berikut Persyaratannya

MRT Berlakukan Tarif Rp243 Bagi Pelanggan Khusus Hari Ini, Berikut Persyaratannya

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:44 WIB