Gara-Gara Komentari Banjir, Sandiaga Uno di-Bully Warganet

Reza Gunadha

Selasa, 12 Desember 2017 | 14:42 WIB
Gara-Gara Komentari Banjir, Sandiaga Uno di-Bully Warganet
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjadi sasaran perundungan banyak warganet di media-media sosial, sejak Senin hingga Selasa (11-12/12/2017) siang ini.

Pasalnya, Sandiaga membuat pernyataan bahwa banjir yang menerpa banyak wilayah Jakarta pada Senin siang kemarin, disebabkan "volume air yang luar biasa banyaknya".

Menurut warganet, jawaban Sandiaga itu tak bermanfaat. Sebab, ketika hujan lebat, sudah tentu debit air meningkat. Sementara banjir lebih disebabkan tidak ada manajemen yang baik agar volume air besar tersebut tak tergenang.

"Quote of the year:'Penyebab banjir adalah volume air yang luar biasa banyaknya'-Sandiaga Uno," tulis administrator laman Humor Politik di Facebook, sebagai keterangan meme buatannya.

Dalam meme tersebut, terdapat kutipan lengkap pernyataan Sandiaga dan disandingkan dengan ruas jalan protokol Jakarta yang terendam banjir.

"Ini kejadian yang sangat eu... anomali cuaca ini yang saya selalu sampaikan bahwa sistem iklim cuaca ini sudah sangat dan itu saya sudah baca di bukunya 'Climate of Hope' bahwa climate change ini akan jadi sebuah fenomena yang akan mewarnai kita tahun-tahun ke depan.... Kalau penyebabnya ya volume air yang luar biasa banyaknya."

Warganet berakun Lo Kwan Jung di Facebook bahkan menyindir pernyataan Sandiaga yang terbilang tautologis (pengulangan kata yang tak diperlukan) tersebut.

”Berarti penyebab kebakaran adalah volume api yang luar biasa banyaknya, dan penyebab angin topan adalah volume angin yang luar biasa banyaknya.. Super sekali wagabener!”

Selain itu, warganet juga menyoroti kalimat-kalimat yang dilontarkan Sandiaga tersebut. Menurut mereka, kalimat-kalimat yang diutarakan Sandiaga juga tak baku dan susah untuk didapat maknanya.

”Ane gagal paham bro... Kita samaan? Tos dulu,” tulis akun Dyna Simangunsong menyindir tata kalimat Sandiaga yang sulit dipahami.

Sementara akun Zores Kuo Hung Lin Kok menulis, ”Makin kemari makin mirip piki??? Kata-katanya lebih parah. Gak ngerti deh.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Atasi Banjir, Sandiaga Minta Warga Buat 8.000 Sumur Resapan

Atasi Banjir, Sandiaga Minta Warga Buat 8.000 Sumur Resapan

News | Selasa, 12 Desember 2017 | 14:24 WIB

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jakarta

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jakarta

News | Selasa, 12 Desember 2017 | 06:31 WIB

Sandiaga Diminta Prabowo Bantu Sudrajat di Pilkada Jabar

Sandiaga Diminta Prabowo Bantu Sudrajat di Pilkada Jabar

News | Senin, 11 Desember 2017 | 17:01 WIB

Jakarta Dikepung Banjir, Pohon-Pohon Juga Bertumbangan

Jakarta Dikepung Banjir, Pohon-Pohon Juga Bertumbangan

News | Senin, 11 Desember 2017 | 16:31 WIB

Hujan Disertai Angin, Jakarta Kembali Diterpa Banjir

Hujan Disertai Angin, Jakarta Kembali Diterpa Banjir

News | Senin, 11 Desember 2017 | 16:00 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB