JK: Lima Ketua Umum dalam 3,5 Tahun, Rekor bagi Golkar

Ririn Indriani, Dian Rosmala

Kamis, 21 Desember 2017 | 03:03 WIB
JK: Lima Ketua Umum dalam 3,5 Tahun, Rekor bagi Golkar
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (18/12)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu (20/ 12/2017) malam.

Dalam pidato, ia mengucapkan selamat atas terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto yang telah menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi KTP Elektronik.

Tak hanya itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar juga memaparkan dinamika politik yang terjadi di internal Golkar selama empat tahun terakhir, yaitu pergantian ketua umum hingga lima kali. Menurut JK, ini merupakan rekor nasional.

"Mungkin rekor dunia juga bahwa Partai Golkar dalam waktu tiga setengah tahun mempunyai lima Ketua Umum. Ada saudara Aburizal Bakrie, Agung Laksono, bersamaan. Setya Novanto, Idrus Marham dan Airlangga sendiri. Lima dalam waktu tiga setengah tahun," terangnya.

Kalla berharap kondisi seperti itu tak terjadi lagi terhadap Partai Golkar. Sebab, gejolak politik yang terjadi di internal Partai Golkar bisa berakibat pada gejolak politik nasional.

"Harapan kita mudah-mudahan apa yang telah dicapai kini merupakan hal yang terbaik. Sehingga punya efek yang baik dalam kehidupan politik bangsa ini," imbuhnya.

Sebagai pilar dari demokrasi, sambung JK, sudah sepatutnya partai politik memberi contoh pada publik bagaiamana menghidupkan nilai-nilai demokrasi dalam berpolitik.

Partai politik memiliki tugas sebagai perwakilan rakyat melalui kadernya di DPR RI hingga daerah. Maka tak elok jika fungsi perwakilan yang dimilikinya tidak sesuai dengan amanat Pancasila, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan.

"Karena itulah maka jika kita ingin demokrasi bangsa ini lebih baik, maka pilarnya harus dibuat lebih demokratis. Tapi apabila, pilarnya, partainya yang tidak demokratis, maka kita sulit membangun demokrasi bangsa ini," papar Kalla.

Oleh karena itu, lanjut dia, jika tidak berjalan demokrasi maka akan menimbulkan crasidemo. "Ya memang crasidemo kalau tidak berjalan demokrasi. Itulah yang menyebabkan sampai lima ketua umum dalam waktu singkat. Karena adanya politik-politik crasidemo, karena tidak memahami arti demokrasi dalam partai politik," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akbar Akui Pernyataan Jokowi soal Banyaknya Faksi di Golkar

Akbar Akui Pernyataan Jokowi soal Banyaknya Faksi di Golkar

News | Selasa, 19 Desember 2017 | 21:00 WIB

Golkar Jateng Minta Airlangga Jadi Ketua Umum Cuma Sampai 2019

Golkar Jateng Minta Airlangga Jadi Ketua Umum Cuma Sampai 2019

News | Selasa, 19 Desember 2017 | 17:22 WIB

Ical Pasrahkan Struktur DPP Golkar Kepada Airlangga

Ical Pasrahkan Struktur DPP Golkar Kepada Airlangga

News | Selasa, 19 Desember 2017 | 13:21 WIB

Terkini

Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata

Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Waspada Video Lawas! Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoaks Demo Anarkis Bisa Dipidana

Waspada Video Lawas! Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoaks Demo Anarkis Bisa Dipidana

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:39 WIB

Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya

Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Menko Polkam Bantah Pagar Tinggi Mal Terkait Isu Keamanan Agustus 2026

Menko Polkam Bantah Pagar Tinggi Mal Terkait Isu Keamanan Agustus 2026

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:34 WIB

BRI Siapkan 3 Sektor Bisnis Ini Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia 2026

BRI Siapkan 3 Sektor Bisnis Ini Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:34 WIB

Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat

Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan

Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Kapolri Listyo Sigit Buka Suara Soal Isu Bakal Diganti

Kapolri Listyo Sigit Buka Suara Soal Isu Bakal Diganti

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:26 WIB

22 Juta Investor Kripto Jadi Rebutan, CFX Gandeng 5 Fintech Bangun Ekosistem Aset Digital Syariah

22 Juta Investor Kripto Jadi Rebutan, CFX Gandeng 5 Fintech Bangun Ekosistem Aset Digital Syariah

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi

Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:22 WIB

×