Tunisia-UEA Kerjasama Hadapi Ancaman Pejuang Isis

Dythia Novianty | Suara.com

Rabu, 27 Desember 2017 | 05:15 WIB
Tunisia-UEA Kerjasama Hadapi Ancaman Pejuang Isis
Bendera negara Tunisia. [Shutterstock]

Suara.com - Uni Emirat Arab, yang membuat marah Tunisia dengan melarang terbang seorang perempuan asal Tunisia, mengetahui pejuang perempuan Isis, yang kembali dari Irak atau Suriah, kemungkinan mencoba menggunakan paspor Tunisia untuk melakukan serangan, kata pejabat pemerintah Tunisia.

Tunisia meminta Uni Emirat Arab meminta maaf atas larangan perjalanan tersebut, dengan mengatakan bahwa UEA tidak memberikan penjelasan, dan pada Minggu menangguhkan kegiatan perusahaan penerbangan Emirates, yang bermarkas di Dubai, di bandar udara Tunisia.

Sejak saat itu, Saida Garrach, penasihat di kepresidenan Tunisia, mengatakan kepada radio setempat Shems FM bahwa UEA memiliki keterangan khusus mengenai kemungkinan tindakan teror sebagai bagian dari kepulangan petempur, yang meninggalkan Irak dan Suriah, dan bahwa kedua negara itu sekarang bekerja bersama untuk mengatasi ancaman tersebut.

"Terdapat komplotan teroris di beberapa negara," kata Garrach dalam wawancara pada Senin dan diunggah di laman stasiun radio tersebut.

"Yang menjadi kekhawatiran Uni Emirat Arab adalah kemungkinan tindakan teroris yang dilakukan oleh perempuan Tunisia atau oleh pemegang paspor Tunisia," katanya.

Garrach mengkritik cara ancaman tersebut dihubungkan ke Tunisia.

"Kami memerangi terorisme bersama Uni Emirat Arab dan kami berkoordinasi untuk memecahkan masalah ini. Namun kami tidak dapat menerima cara perempuan Tunisia diperlakukan dan tidak menerima apa yang telah terjadi pada perempuan berkewarganegaraan Tunisia di bandar," tegasnya.

Tunisia termasuk di antara negara-negara dengan jumlah petempur militan Islamis tertinggi, masalah yang terkait dengan radikalisasi yang meluas di antara kaum muda yang mengalami kekecewaan dan pelonggaran kontrol keamanan setelah pemberontakan pada 2011 di Tunisia.

Kekalahan militer dari kelompok IS di sebagian besar Suriah dan Irak tahun ini telah mendorong banyak petempur asing dan keluarga mereka untuk pulang. Isis juga telah kehilangan benteng utamanya di negara tetangga Tunisia, Libya.

Lebih dari 3.000 warga Tunisia diketahui melakukan perjalanan ke luar negeri untuk berperang, kata kementerian dalam negeri Tunisia. Pada setahun lalu, menteri dalam negeri mengatakan bahwa 800 orang kembali ke Tunisia, tempat mereka dipenjara, dipantau atau dikenai tahanan rumah. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bom Bunuh Diri di Kabul, 5 Tewas, ISIS Klaim Bertanggung Jawab

Bom Bunuh Diri di Kabul, 5 Tewas, ISIS Klaim Bertanggung Jawab

News | Senin, 25 Desember 2017 | 13:35 WIB

Bebas dari ISIS, Umat Kristiani Irak Dirikan Pohon Natal 9 Meter

Bebas dari ISIS, Umat Kristiani Irak Dirikan Pohon Natal 9 Meter

News | Senin, 25 Desember 2017 | 08:12 WIB

Tiga Tahun Diculik ISIS di Irak, Bocah Turki Bisa Diselamatkan

Tiga Tahun Diculik ISIS di Irak, Bocah Turki Bisa Diselamatkan

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 11:23 WIB

Niat Penggal Kepala Ala Isis, Lelaki Ini Dibui 28 Tahun

Niat Penggal Kepala Ala Isis, Lelaki Ini Dibui 28 Tahun

News | Rabu, 20 Desember 2017 | 07:26 WIB

Putus Asa, Gerombolan ISIS di Irak Menyerahkan Diri

Putus Asa, Gerombolan ISIS di Irak Menyerahkan Diri

News | Selasa, 12 Desember 2017 | 13:57 WIB

Polri Belum Pastikan Gembong ISIS Bahrun Naim Tewas di Suriah

Polri Belum Pastikan Gembong ISIS Bahrun Naim Tewas di Suriah

News | Senin, 04 Desember 2017 | 15:34 WIB

Terkini

"Celana Saya Juga Hancur", Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

"Celana Saya Juga Hancur", Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20 WIB

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:18 WIB

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB