Kenang Gus Dur, Khofifah Teringat Pesan Melindungi Minoritas

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 29 Desember 2017 | 07:49 WIB
Kenang Gus Dur, Khofifah Teringat Pesan Melindungi Minoritas
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Menteri Sosial yang juga Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, mengaku selalu terkenang dengan sosok almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang berpesan untuk selalu melindungi minoritas.

"Suatu saat ketika Gus Dur menjadi Presiden, dan beliau memberikan pidato di Amerika. Gus Dur menyampaikan, 'Di negeri saya, saya melindungi minoritas, tolong di negeri anda lindungi minoritas,'" katanya saat pidato dalam peringatan delapan tahun wafatnya Gus Dur, di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (28/12/2017) malam.

Khofifah mengatakan, pesan yang disampaikan Gus Dur tersebut memang sangat mendalam. Hal itu juga sesuai dengan yang dilakukan dan diajarkan Gus Dur selama ini, yaitu mencintai sesama.

"Cintanya Gus Dur itu ke sesama. Itu yang menjadikan Gus Dur memberikan perlindungan, memberikan payung. Jangan sampai di kemudian (hari) ada kerusakan terhadap kelompok dan golongan tertentu," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menceritakan tentang pesan yang pernah disampaikan oleh Gus Dur pada dirinya, yaitu agar saat meninggal nantinya di makamnya diberi tulisan "Here rests a humanist" yang artinya "Di sini berbaring seorang pejuang kemanusiaan".

Ia mengaku, sempat tidak berani menyampaikan pesan Gus Dur tersebut ke istri almarhum, Nyai Sinta Nuriyah. Namun akhirnya ia berani. Dan amanat tersebut akhirnya bisa diwujudkan oleh keluarga setelah hampir sewindu Gus Dur wafat dan dimakamkan di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.

"Ada wasiat yang saya tidak berani 'matur' ke Bu Nyai Sinta Nuriyah. Waktu itu saya menyampaikan testimoni di sebelah makamnya Gus Dur, dan tiga tahun lalu saya menyampaikan, bahwa tiga kali sebelum wafat, beliau (almarhum Gus Dur) sampaikan, 'Mbak, kalau nanti saya meninggal tolong di batu nisan ditulisi (kalimat) Here rests a humanist.' Dan alhamdulillah setahun terakhir di batu nisan ditulis," katanya.

Ia juga mengaku kagum dengan sosok Gus Dur. Semasa hidup dan memimpin PKB, Gus Dur selalu mengajarkan untuk membela yang benar. Ajaran itu juga selalu dipegangnya hingga kini. Namun, Khofifah mengakui apa yang menjadi pikiran dari almarhum, belum semua memahaminya.

Salah satu cara untuk menyampaikan pemikiran Gus Dur saat itu, menurutnya adalah dengan memberikan penjelasan pada masyarakat lewat berbagai forum. Walaupun sudah meninggal dunia, pemikiran almarhum baik untuk dijadikan salah satu acuan.

Selain selalu memerhatikan masyarakat di sekitarnya, Gus Dur menurut Khofifah, juga adalah sosok yang sangat hati-hati. Dicontohkannya, ketika mengambil kebijakan (untuk) calon direktur utama sebuah BUMN, Gus Dur memerintahkan pada santrinya untuk mengecek calon bersangkutan.

"Ketika Gus Dur menentukan direktur utama BUMN tertentu, ia meminta tolong untuk cek alamat dan nomor. Kalau hari ini ada referensi dari KPK, PPATK, Gus Dur (kala itu) menugaskan santrinya untuk cek, orang ini seperti apa, karena akan menjadi kelengkapan dalam mengambil pertimbangan, apakah orang ini memiliki integritas moral untuk menduduki pos tertentu," katanya mengungkapkan.

Dalam acara tersebut, selain dihadiri Khofifah, juga turut hadir Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), Rizal Ramli (mantan Menko Ekuin). Mereka semua adalah mantan menteri di kabinet Persatuan Nasional yang kala itu dipimpin oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Selain itu, hadir pula keluarga Gus Dur, Pengasuh PP Tebuireng, serta ribuan warga dari berbagai daerah. Acara dimulai dengan membaca tahlil bersama yang dilanjutkan dengan sambutan dan doa bersama.

Sebelumnya, sejumlah kegiatan telah digelar dalam rangkaian peringatan Haul Ke-8 Gus Dur tersebut, seperti salawatan dari Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) Jombang, khataman Al-Quran, serta pementasan jamaah "Seribu Rebana" yang dipimpin KH Nurhadi alias Mbah Bolong. Kegiatan tersebut juga berlangsung dengan lancar. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Arumi Bachsin Resmikan Posko Pemenangan Khofifah-Emil

Arumi Bachsin Resmikan Posko Pemenangan Khofifah-Emil

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 18:06 WIB

Hadiri Haul Gus Dur, Jenderal Gatot Bicara soal Kemajemukan

Hadiri Haul Gus Dur, Jenderal Gatot Bicara soal Kemajemukan

News | Sabtu, 23 Desember 2017 | 00:16 WIB

Mensos Minta Relawan Bencana Perkuat Layanan Psikososial

Mensos Minta Relawan Bencana Perkuat Layanan Psikososial

News | Selasa, 05 Desember 2017 | 11:38 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×