Uskup Gereja Inggris: Mendukung Trump, Tak Sesuai Ajaran Kristen

Reza Gunadha | Suara.com

Jum'at, 29 Desember 2017 | 14:48 WIB
Uskup Gereja Inggris: Mendukung Trump, Tak Sesuai Ajaran Kristen
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [AFP/Manden Ngan]

Suara.com - Uskup senior Gereja Inggris mengkritik umat Kristen evangelis konservatif di Amerika Serikat, yang mendukung dan tak pernah mengecam kebijakan Presiden Donald Trump.

Paul Bayes, Uskup Liverpool, mengatakan sikap diam umat Kristen AS tersebut membawa kehancuran kaum Evangelis dunia.

"Sebab, Yesus tak pernah sekali pun mengajarkan umatnya untuk mendukung pemimpin yang zalim. Tak satu pun ayat dalam Injil yang meminta kita mendukung sistem memarjinaliasi kaum miskin dan rasis," tegas Uskup Bayes, seperti dilansir The Guardian, Kamis (28/12/2017).

Uskup Bayes mengakui, ada kelompok Kristen yang mendukung politik populis sayap kanan seperti Trump. "Tapi, adakah dalil Kristianitas yang membenarkan hal itu?" tukasnya.

Ia menekankan, tidak semua umat Kristen menjadi pendukung Trump.

"Banyak umat Kristen yang terus memberitakan Injil ke khalayak secara benar, walaupun hal itu berarti menantang pemimpin politik yang ada," imbuhnya.

Bulan November 2017, Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, juga melontarkan kritik terhadap kaum Protestan AS yang mendukung politik konservatif Trump.

"Aku sungguh-sungguh tak habis mengerti, bagaimana mereka bisa mendukung Trump," cecarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan survei Pew Research Center Washington, 80 persen warga AS yang mengidentifikasi dirinya sebagai umat Kristen Evangelis kulit putih memilih Trump dalam Pemilu 2016.

Sementara survei kekinian lembaga itu menyebutkan, 75 persen umat Kristen Evangelis AS menyatakan puas terhadap seluruh kebijakan Trump.

Trump, sejak menjadi Presiden AS, banyak mengeluarkan kebijakan kontroversial. Satu di antaranya adalah, memberlakukan pelarangan terhadap warga-warga sejumlah negara Timur Tengah yang mayoritas Muslim untuk memasuki wilayah AS. Ia mengatakan, kebijakan itu untuk melindungi warga dari potensi serangan teroristik.

Terbaru, Trump juga berani mendeklarasikan pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Deklarasi itu memicu konflik berdarah antara warga sipil Palestina dengan militer Israel. Aksi protes dan kecaman juga disuarakan di banyak negara Dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiongkok Jual Minyak ke Korut, Presiden Trump: Tertangkap Basah!

Tiongkok Jual Minyak ke Korut, Presiden Trump: Tertangkap Basah!

News | Jum'at, 29 Desember 2017 | 13:10 WIB

Israel Bikin Stasiun Bernama Trump di Yerusalem

Israel Bikin Stasiun Bernama Trump di Yerusalem

News | Jum'at, 29 Desember 2017 | 00:45 WIB

Mary Kaget Terima Tagihan Listrik Rumah Rp38 Triliun

Mary Kaget Terima Tagihan Listrik Rumah Rp38 Triliun

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 18:37 WIB

Listrik Disneyland Padam, Pengunjung Terperangkap di Wahana

Listrik Disneyland Padam, Pengunjung Terperangkap di Wahana

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 13:51 WIB

Wali Kota London Tolak Kedatangan Presiden Donald Trump

Wali Kota London Tolak Kedatangan Presiden Donald Trump

News | Kamis, 28 Desember 2017 | 12:19 WIB

Terkini

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:39 WIB

Penjelasan Resmi Dukcapil Soal Gaduh Larangan Serahkan KTP Saat Check-in Hotel

Penjelasan Resmi Dukcapil Soal Gaduh Larangan Serahkan KTP Saat Check-in Hotel

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:39 WIB

Gudang di Kalideres Meledak Beruntun, Diduga Dipenuhi Bahan Kimia dan Gas

Gudang di Kalideres Meledak Beruntun, Diduga Dipenuhi Bahan Kimia dan Gas

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:29 WIB

BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima Manfaat 3B dalam 14 Hari atau Operasional Dihentikan

BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima Manfaat 3B dalam 14 Hari atau Operasional Dihentikan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:23 WIB

Bareskrim Sikat Jaringan Judi Online Internasional, DPR: Indonesia Tak Boleh Jadi Surganya Bandar

Bareskrim Sikat Jaringan Judi Online Internasional, DPR: Indonesia Tak Boleh Jadi Surganya Bandar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:03 WIB

Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti

Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 06:47 WIB

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:19 WIB

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:16 WIB

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:13 WIB

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 00:09 WIB