Napi di Lapas Ini Dikhawatirkan Kabur Manfaatkan Momen Tahun Baru

Yazir Farouk Suara.Com
Sabtu, 30 Desember 2017 | 01:19 WIB
Napi di Lapas Ini Dikhawatirkan Kabur Manfaatkan Momen Tahun Baru
Ilustrasi tahanan kabur dari penjara [shutterstock]

Suara.com - Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di wilayah Keresidenan Pati, Jawa Tengah, meningkatkan pengawasan terhadap para narapidana untuk mengantisipasi kemungkinan adanya upaya melarikan diri memanfaatkan momen pergantian tahun baru 2018.

"Saat pergantian tahun baru, jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memang diperintahkan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas maupun Rutan," kata Kepala Lapas Kelas II Pati Irwan Sanusi di Pati, Jumat (29/12/2017) seperti dikutip Antara.

Untuk menindaklanjuti perintah dari Kementerian Hukum dan HAM tersebut, digelar apel siaga yang diikuti oleh petugas Lapas maupun Rutan yang ada di Keresidenan Pati, seperti dari Rutan Kudus, Blora, Rembang, Purwodadi, Demak, Jepara, serta Kantor Imigrasi pada Jumat.

Apel tersebut, lanjut dia, untuk persiapan gangguan keamanan di akhir tahun 2017.

Ia mengakui, selama setahun terakhir memang belum ada kasus napi di Lapas Pati yang kabur.

Meskipun demikian, lanjut dia, pihaknya tetap menerapkan kewaspadaan, sehingga pengamanan juga harus ditingkatkan.

Dengan adanya kewaspadaan sejak dini, dia berharap, hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalkan.

Apalagi, kata dia, jumlah penghuni Lapas Kelas II B Pati saat ini mencapai 361 orang atau melampaui kapasitas idealnya sebanyak 120 orang. "Kapasitas yang melebihi batas tersebut tentu menjadi potensi gangguan yang terelakkan, sehingga kami harus selalu waspada," ujarnya.

Selain melakukan pemantauan rutin secara hirarki dari atasan sampai petugas jaga, upaya untuk menjamin situasi tetap aman dan terkendali para penghuni Lapas juga dilakukan pendekatan secara humanis dan diperlakukan secara manusiawi.

Baca Juga: Persija Berpeluang Tampil di Tiga Turnamen Pramusim

Dengan adanya pendekatan terhadap para penghuni, dia memastikan, mereka bisa disadarkan dari perilaku yang menyimpang yang menyebabkan masuk penjara.

Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi menghadapi kelebihan kapasitas agar potensi gangguan bisa diminimalkan.

Permasalahan daya tampung tersebut, tidak hanya dialami Lapas Pati, melainkan hampir semua Rutan di Keresidenan Pati juga mengalami permasalahan yang sama.

"Selain soal daya tampung, jumlah personel juga belum sebanding dengan jumlah penghuninya. Meskipun demikian kami tetap berupaya bekerja secara maksimal," ujarnya.

Keterbatasan jumlah personel di Lapas Pati, katanya, sudah direspons menyusul adanya tambahan 21 petugas Lapas pada bulan Februari 2018.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II Kudus Budi Prajitno mengungkapkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan Rutan Kudus, memang dilakukan upaya pendekatan persuasif terhadap para penghuni Rutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI