Kementerian Kesehatan Gaza: Mesir Tembak Warga Palestina di Laut

Ririn Indriani

Minggu, 14 Januari 2018 | 05:17 WIB
Kementerian Kesehatan Gaza: Mesir Tembak Warga Palestina di Laut
Ilustrasi pistol/senjata api/senpi. (Shutterstock)

Suara.com - Angkatan laut Mesir melepaskan tembakan ke arah nelayan Palestina di laut dan membunuhnya, kata Kementerian Gaza pada Sabtu (13/1/2018).

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qidra, pejabat Mesir tidak segera memberikan komentar mengenai insiden yang terjadi Jumat malam setelah gelap di dekat kota perbatasan selatan Rafah.

Tidak dapat dipastikan apakah nelayan tersebut berusaha menyeberang ke perairan Mesir. Pasukan angkatan laut Mesir sebelumnya telah melepaskan tembakan ke arah warga Gaza yang mereka tuduh menyeberangi perbatasan maritim.

Nelayan dari Gaza telah sering membawa tangkapan dari wilayah Mesir untuk menghindari pembatasan yang diberlakukan oleh blokade angkatan laut Israel di daerah kantong tersebut, yang dipertahankan Israel untuk alasan keamanan.

Nelayan Gaza mengatakan bahwa zona penangkapan ikan terbatas yang dipaksakan oleh Israel tidak cukup besar untuk memenuhi permintaan 2 juta orang di tempat tersebut.

Gaza dijalankan oleh kelompok Hamas, yang telah bertempur dalam tiga perang dengan Israel dan ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh negara-negara Barat dan Israel.

Israel menarik pasukan dan pemukim dari wilayah tersebut pada 2005, tapi tetap memantau saluran untuk barang dan pasokan sebagian besar listriknya.

Israel dan Mesir, dengan alasan keamanan, mempertahankan pembatasan ketat terhadap jalan masuk orang-orang Palestina melalui perbatasan mereka dengan daerah kantong tersebut.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi dilansir Reuters mengatakan negara - negara Arab pekan lalu mengatakan akan segera melakukan langkah diplomatik membujuk Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya di wilayah yang direbut Israel pada perang 1967.

Enam menteri luar negeri Arab bertemu di Amman untuk menindaklanjuti keputusan-keputusan yang diambil Liga Arab sebelumnya menanggapi langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Desember mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, sebuah keputusan yang membalik kebijakan AS mengenai Timur Tengah yang telah berlaku selama beberapa dekade.

Sebuah komite yang beranggota Mesir, Maroko, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, pihak Palestina dan dikepalai oleh Yordania dibentuk setelah sidang darurat Liga Arab di Kairo beberapa saat setelah keputusan Trump yang menyerukan Washington agar membatalkan keputusannya.

Liga Arab menyatakan pada waktu itu langkah tersebut akan memicu kekerasan di kawasan dan melukiskan pengumuman Trump sebagai "pelanggaran hukum internasional yang berbahaya" yang tak memiliki dampak hukum.

Safadi mengatakan para menteri akan merekomendasikan serangkaian langkah untuk menyelenggarakan pertemuan para menteri Liga Arab yang dijadwalkan akhir bulan ini.

Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan pertemuan tingkat menteri juga akan membahas peran Washington dalam pemeliharaan perdamaian Arab-Israel di masa depan yang negara-negara anggota menyatakan sekarang dibahayakan oleh apa yang mereka lihat bias AS terhadap Israel.

Negara-negara Arab, lanjut dia, juga akan membahas apakah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi luar biasa bagi para pemimpin mereka atau menunggu sampai KTT yang dijadwalkan di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada akhir Maret. (Antara)


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bos Persija Pimpin Klub Lain, Apa Respon PSSI?

Bos Persija Pimpin Klub Lain, Apa Respon PSSI?

Bola | Minggu, 14 Januari 2018 | 05:15 WIB

Tottenham Gilas Everton, Harry Kane Cetak Dua Gol

Tottenham Gilas Everton, Harry Kane Cetak Dua Gol

Bola | Minggu, 14 Januari 2018 | 03:22 WIB

Relawan Jokowi Dukung Djarot - Sihar di Pilkada Sumut

Relawan Jokowi Dukung Djarot - Sihar di Pilkada Sumut

News | Sabtu, 13 Januari 2018 | 22:35 WIB

Terkini

Dilema Jaga Kewarasan Era Gen Z: Pengin Healing, tapi Ingat Saldo Rekening

Dilema Jaga Kewarasan Era Gen Z: Pengin Healing, tapi Ingat Saldo Rekening

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Sestama BNPB Rustian Diperiksa KPK

Sestama BNPB Rustian Diperiksa KPK

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Potongan Dibatasi 8 Persen, Riset UGM Ungkap Penghasilan Ojol Masih Rendah

Potongan Dibatasi 8 Persen, Riset UGM Ungkap Penghasilan Ojol Masih Rendah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:40 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Kepala BNPB Suharyanto Terkait OTT

KPK Buka Peluang Panggil Kepala BNPB Suharyanto Terkait OTT

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Jateng Disiapkan Jadi Model Nasional Penanganan TBC, Pelacakan Kontak Erat Jadi Kunci

Jateng Disiapkan Jadi Model Nasional Penanganan TBC, Pelacakan Kontak Erat Jadi Kunci

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah pada Rabu Sore

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah pada Rabu Sore

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Perpres Ojol dan Problem Kemitraan: Saat Negara Lepas dari Kewajiban Buruh

Perpres Ojol dan Problem Kemitraan: Saat Negara Lepas dari Kewajiban Buruh

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:30 WIB

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:28 WIB

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:24 WIB

×