72 Tahun Merdeka, 906 Ribu Balita Indonesia Alami Gizi Buruk

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 25 Januari 2018 | 14:01 WIB
72 Tahun Merdeka, 906 Ribu Balita Indonesia Alami Gizi Buruk
Warga dan anak-anak usai menjalani pemeriksaan dan perawatan kesehatan di RSUD Agats, menuju Distrik Jetsy di Kabupaten Asmat, Papua, Selasa (23/1).

Suara.com - Masalah gizi buruk masih masih mengintai Indonesia. Di Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari ini, Indonesia dilaporkan mengalami kasus  di Asmat, Papua, yaitu 67 bayi dilaporkan meninggal akibat menderita gizi buruk.

Disampaikan Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihantono, M. Kes, gizi buruk masih ada di Indonesia karena beberapa hal. Pertama kata dia, gizi buruk bukan hanya persoalan ekonomi dalam mengakses makanan tapi juga ketidaktahuan masyarakat dalam memilih dan mengolah bahan pangan.

"Saya mendapatkan laporan, sekalipun disana banyak ikan, orang Asmat lebih memilih makan ayam. Ketidaktahuan pentingnya makanan lokal menjadi satu hal yang sangat penting meningkatkan gizi buruk," ujar dia pada Peringatan Hari Gizi Nasional 2018 di Kementerian Kesehatan, Kamis (25/1/2018).

Tak hanya itu, peran multisektor juga penting untuk menekan kasus gizi buruk di Indonesia. Anung mencontohkan, kasus gizi buruk di Papua tak hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Kondisi sanitasi di Papua kata dia sangat buruk sehingga meningkatkan kerentanan balita mengidap infeksi yang pada gilirannya memicu gizi buruk.

"Masalah sanitasi, air disana tidak ada. Di daerah Asmat juga tidak mungkin dibuatkan air bor. Kemungkinan dengan penampungan air hujan. Ini juga persoalan, kita kampanyekan cuci tangan pakai sabun tapi disana airnya saja tidak ada. Sehingga angka infeksi tetap tinggi," tambah dia.

Ia menambahkan, hasil pemantauan status gizi (PSG) 2017 menyebutkan bahwa secara keseluruhan kasus gizi buruk di Indonesia mencapai 3.8 persen atau sekitar 906 ribu anak-anak di Indonesia. Sementara kasus gizi kurang mencapai 14 persen atau sekitar 3.3 juta anak Indonesia masih kekurangan gizi.

"Gizi buruk kita inginnya dibawah tiga persen. Ingin kita tekan. Dalam skala rumah tangga tidak boleh ada satupun yang menderita gizi buruk," tandasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apa Kabar Anak-anak Gizi Buruk di Asmat, Papua?

Apa Kabar Anak-anak Gizi Buruk di Asmat, Papua?

News | Kamis, 25 Januari 2018 | 08:42 WIB

Membludak, Pasien Gizi Buruk Anak Asmat Dirawat di Gereja

Membludak, Pasien Gizi Buruk Anak Asmat Dirawat di Gereja

Health | Senin, 22 Januari 2018 | 18:11 WIB

Sedihnya Lihat Bayi Ini Menangis karena Kekurangan Gizi

Sedihnya Lihat Bayi Ini Menangis karena Kekurangan Gizi

Health | Senin, 23 Oktober 2017 | 14:04 WIB

Terkini

Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!

Mama Sinta Bantah Diintimidasi TNI dan Naik Jet Haji Isam ke Jakarta: Itu Provokator!

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:14 WIB

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:13 WIB

Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli

Viral! Gegara Hal Ini Polisi Banting dan Seret Wanita Hamil, Suami Korban Ikut Dipukuli

News | Senin, 01 Juni 2026 | 07:45 WIB

Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia

Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 06:21 WIB

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB