Serbuan Barbar Turki, Kisah Bocah-Bocah Kurdi Hidup dalam Gua

Reza Gunadha

Minggu, 04 Februari 2018 | 13:19 WIB
Serbuan Barbar Turki, Kisah Bocah-Bocah Kurdi Hidup dalam Gua
Warga Kurdi yang berlindung di sebuah gua di Afrin, Suriah. Sudah 2 pekan terakhir serdadu Turki membombardir mereka. [CNN]

Suara.com - Sejumlah keluarga suku Kurdi tampak berdesak-desakan di dalam selimut di sebuah gua yang temaram. Yang lain memilih bersembunyi di balik puing-puing bangunan, berkumpul di sekitar api unggun. Sementara yang memunyai ruang bawah tanah, mencari perlindungan di sana.

Inilah Afrin!

Afrin adalah kawasan di Suriah, yang dua pekan terakhir dibombardir secara brutal oleh pasukan Turki atas perintah Presiden Recep Tayyip Erdogan. Turki berkilah, menyerbu daerah itu untuk memberantas milisi Kurdi yang ingin menentukan nasib sendiri.

PBB, seperti dilansir CNN, Jumat (2/1/2018), mengestimasi 16.000 warga Kurdi telah mengungsi akibat serbuan barbar tersebut.

Mereka mayoritas berlindung ke dalam gua, karena serdadu Turki mengefektifkan pola serangan udara dan pembomban tanpa jeda.

"Kami tak lagi tahu harus pergi kemana," tutur bocah Kurdi berusia 10 tahun bernama Mohhamed Khaled,saat diwawancarai ekslusif oleh CNN.

"Sudah 5 hari terakhir pesawat (Turki) menjatuhkan bom tanpa henti. Ayahku bilang jangan keluar dari gubuk ini. Jadi kami tidur di sini. Semua rumah kami dihancurkan," katanya.

Khaled berdiri di luar salah satu bangunan, di mana warga sipil mencari perlindungan. Anak-anak berkeliaran di belakangnya, gelisah.

Menurut data UNICEF, warga sipil Kurdi telah dicegah untuk meninggalkan Afrin oleh pemerintah setempat. Sementara organisasi kemanusiaan harus menangguhkan layanan perlindungan anak di tengah aksi persekusi Turki tersebut.

baca juga

Umi Muhammed, ibu Khaled, tak habis pikir kenapa Erdogan memerintahkan serdadunya untuk membom mereka.

"Apa yang telah dia lakukan kepada kami?" tuturnya dalam bahasa Arab.

"Kami kehilangan rumah. Kami kehilangan anak-anak kami. Tak ada yang tersisa... Kenapa hal ini terjadi kepada kami? Bukankah ini memalukan? membiarkan anak-anak harus hidup seperti itu? Kita adalah manusia, bukan? Mengapa mereka melakukan ini terhadap kita? " rutuknya.

"Ini adalah pembunuhan massal," tegasnya, lantas menangis.

"Tolong sampaikan pesan kami. Kami memohon kepada masyarakat internasional untuk menghentikan pembunuhan warga sipil, menghentikan serangan udara Turki dan perang melawan kami."

Afrin telah menanggung beban serangan Turki sejak 20 Januari, ketika Erdogan meluncurkan "Operation Olive Branch" (Operasi Ranting Zaitun), untuk menyingkirkan sejumlah partai politik sekaligus sayap militernya yang ingin menentukan nasib bangsa Kurdi sendiri, tanpa campur tangan Turki dan negara lain.

Kelompok-kelompok perlawanan Kurdi itu ialah Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang berhaluan Marxis-Leninis-Maoisme; dan Partai Persatuan Demokratik Kurdi (PYD)--berideologi Sosialisme Demokratik.

Turki juga berkilah, operasi itu untuk membasmi gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di sepanjang daerah perbatasannya. Padahal, PKK dan PYD bahu membahu mengusir ISIS dari daerah tersebut.

Operasi militer itu menargetkan pejuang Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang berafiliasi dengan PKK.

Oleh Erdogan, YPG diklaim sebagai kelompok teroris dan didukung oleh Amerika Serikat.

Turki menganggap keputusan orang Kurdi untuk menentukan nasib bangsa sendiri, yakni mendirikan negara merdeka, menjadi ancaman eksistensi negerinya.

Bangsa Kurdi sudah sejak lama mendiami sejumlah wilayah yang terbentang dari Turki, Suriah, Iran, hingga Irak.

Hevi Mustafa, Wakil Presiden Dewan Eksekutif Afrin, memuji tekat milisi YPG, PKK, dan warga sipil Kurdi yang melawan serbuan Turki.

Mustafa menyebut serangan Turki sebagai aksi "barbar" dan berharap, masyarakat internasional akan meminta pertanggungjawaban pemerintah Turki atas kekerasan tersebut.

"Tentara kita berjuang keras, mereka membela diri dari serbuan di Afrin," katanya.

"Kami tahu, serangan Turki terhadap wilayah kami ini karena Kurdi adalah bagian dari proyek demokrasi dan karena kami ingin mengakhiri krisis di Suriah. Tentu saja, rezim Erdogan tak menginginkan krisis di Suriah berakhir," tegasnya.

Turki Dibantu Teroris Al Nusra

Syrian Democratic Forces (Tentara Demokratik Suriah)—salah satu kelompok militer multietnis yang memunyai peran penting menggempur ISIS dan teroris lain di Suriah—turut mengutuk serangan barbar Turki ke Afrin.

Melalui pernyataan resminya, Rabu (31/1), SDF mengungkapkan tentara Turki menyerang Afrin bersama-sama gerombolan teroris Al Nusra—pecahan Al Qaeda yang beroperasi di Suriah.

Serdadu Turki dan teroris Al Nusra memberondong warga Kurdi di wilayah Ashrafia, memakai roket Katyusha.

"Banyak warga sipil, terutama anaka-anak dan kaum perempuan Kurdi yang terluka akibat serangan tersebut. Rumah sakit kami tidak mampu mengatasinya, ruang operasi kami kewalahan, kami melakukan 18 operasi sehari. Kami menggunakan semua persediaan medis kami karena jumlah korban yang sangat banyak akibat serangan udara dan tembakan artileri tanpa pandang bulu."

Turki sendiri, pada hari yang sama, melaporkan banyak korban jiwa dalam operasi Ranting Zaitun. Namun, mereka menyalahkan PKK dan YPG sebagai teroris yang menyebabkan korban.

Turki menganggap YPG adalah sama dengan PKK. Menurut Staf Umum Operasi Ranting Zaitun, operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional. Pihak militer juga mengklaim selalu menghindari korban warga sipil.

"Hanya teroris dan tempat penampungan, barak, senjata, peralatan dan peralatan mereka yang ditargetkan, dan segala macam perhatian dan kepekaan ditunjukkan untuk menghindari kerusakan pada orang-orang sipil/tidak bersalah dan lingkungan," klaim tentara Turki dalam pernyataan resmi.

Namun, warga Kurdi yang bersembunyi di gua-gua memunyai kesaksian berbeda.

Seorang wanita di gua bertanya secara retoris kepada CNN, "Apa yang diinginkan pesawat Turki dari kita? Apa yang mereka bomkan untuk kita? Apa yang mereka inginkan dari kita dan apa yang mereka inginkan dari anak kecil?"

Sementara gadis muda bernama Yasmin yang bersembunyi di gua bersama ibu dan saudara laki-lakinya setelah ayah mereka dibunuh, juga menceritakan hal berbeda dari klaim turki.

”Sungguh benar-benar gelap di dalam gua ini. Kami sangat ketakutan, karena pesawat Turki sangat bising dan menyerang kami. Apa salah kami? Apa salahku dan anak-anak lain?” gugatnya.

Fatima Muhammad, seorang bocah lain yang dibundel dengan sweter merah, rambutnya yang terbungkus syal ungu, ada di antara selusin orang yang bersembunyi di gua yang sama.

"Kami berakhir di jalanan dan di gua-gua ... kita tidak bisa kembali ke rumah kita, semuanya hancur," katanya.

"Negara macam apa yang menyerang warga sipil dengan cara ini?"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Turki Desak Krisis Qatar Diakhiri Biar Tak Merusak Kesatuan Islam

Turki Desak Krisis Qatar Diakhiri Biar Tak Merusak Kesatuan Islam

News | Rabu, 27 Desember 2017 | 06:58 WIB

Erdogan Serukan Pencabutan Sanksi Ekonomi pada Sudan

Erdogan Serukan Pencabutan Sanksi Ekonomi pada Sudan

News | Selasa, 26 Desember 2017 | 07:33 WIB

Dituding Pernah Jarah Madinah, Presiden Erdogan Berang

Dituding Pernah Jarah Madinah, Presiden Erdogan Berang

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 06:15 WIB

Mantan Presiden Iraq Jalal Talabani Tutup Usia

Mantan Presiden Iraq Jalal Talabani Tutup Usia

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 03:19 WIB

Presiden Erdogan: Pembunuhan Kaum Rohingya, Genosida

Presiden Erdogan: Pembunuhan Kaum Rohingya, Genosida

News | Sabtu, 02 September 2017 | 07:20 WIB

Terkini

Diskon 11.11 Bertebaran, Jangan Asal Checkout! Ini 5 Cara Belanja Tetap Hemat

Diskon 11.11 Bertebaran, Jangan Asal Checkout! Ini 5 Cara Belanja Tetap Hemat

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 20:53 WIB

Tampil Dominan, Soft Tenis Kabupaten Bogor Segel Gelar Juara Umum Porprov Jabar 2026

Tampil Dominan, Soft Tenis Kabupaten Bogor Segel Gelar Juara Umum Porprov Jabar 2026

Bogor | Jum'at, 06 November 2026 | 20:50 WIB

Persebaya Lagi Goyah, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Persija Jangan Jemawa

Persebaya Lagi Goyah, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Persija Jangan Jemawa

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 20:50 WIB

Review realme C01: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh, Kuat Diajak Keliling Jogja

Review realme C01: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh, Kuat Diajak Keliling Jogja

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 20:49 WIB

Bukan Baru-baru Ini, KPK Ungkap Penyitaan Rp2 Miliar dari Dirut KAI Dilakukan Agustus 2025

Bukan Baru-baru Ini, KPK Ungkap Penyitaan Rp2 Miliar dari Dirut KAI Dilakukan Agustus 2025

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:46 WIB

Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi

Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 20:45 WIB

Viral Video Diduga JPU Jingkrak Kegirangan dan Selfie dengan Jokowi, dr Tifa: Termul

Viral Video Diduga JPU Jingkrak Kegirangan dan Selfie dengan Jokowi, dr Tifa: Termul

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:44 WIB

Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan

Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 20:43 WIB

Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata

Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 20:42 WIB

Isu Ketum Parpol Terlibat Penyadapan Presiden, Abduh PKB: Polri Jangan Ragu Tindak Tegas

Isu Ketum Parpol Terlibat Penyadapan Presiden, Abduh PKB: Polri Jangan Ragu Tindak Tegas

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:39 WIB

×