Buah Hatinya Disiram Air Panas oleh Teman, Saptinah Hanya Diam

Reza Gunadha, Agung Sandy Lesmana

Minggu, 04 Februari 2018 | 17:12 WIB
Buah Hatinya Disiram Air Panas oleh Teman, Saptinah Hanya Diam
Tiga pelaku penganayaan bocah SD berinisial B setelah ditangkap Polda Metro Jaya, Minggu (4/2/2018). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Saptinah (41) ternyata sudah sering mendengar informasi, bahwa anak kandungnya berinisial B (8) mendapatkan perlakuaan kasar selama dititipkan kepada rekannya bernama Linda Susanti (45).

Namun, Saptinah yang bekerja sebagai asisten rumah tetangga itu tetap tak memedulikan kondisi yang dialami buah hatinya.

"Dia (Saptinah) sudah tahu, sudah banyak informasi ke dia bahwa korban B dianiaya LS pada saat dalam pengasuhan LS. Padahal dia kan yang menitipkan ke sana. Sebagai seorang ibu, dia kan seharusnya mempedulikan hal itu," kata Kepala Unit V Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris James Hutajulu, Minggu (4/2/2018).

Menurut James, alasan dasar Saptinah memercayai anaknya diasuh Linda karena keduanya belasan tahun sudah saling kenal. Perkenalan bermula saat Linda membantu Saptinah mendapatkan pekerjaan sebagai ART di Manado, Sulawesi Utara.

"Jadi LS (Linda Susanti) ini, si tersangka S, ibu kandung korban bekerja sebagai asisten rumah tangga di luar Jawa. Yang menyalurkan dia bekerja di luar kota adalah LS. Jadi LS membantu S, supaya dia bekerja sebagai asisten rumah tangga di beberapa kota. Kurang lebih sudah 11 Tahun mereka kenalan," kata James.

Awalnya, B dititipkan di rumah orang tua Saptinah karena tak sanggup untuk membiayai kebutuhan hidup, sesudah bercerai dengan suaminya saat B masih berumur tiga bulan.

Karena mendapat peluang kerja, Saptinah akhirnya memilih bekerja di luar Jawa dan menyerahkan B untuk diasuh orang tuanya.

"Sejak korban B berusia tiga bulan, Saptinah dan suaminya sudah bercerai, sehingga ibunya ini, karena dia harus bekerja, dititipkan lah di neneknya," katanya.

baca juga

Setelah mendapat kabar anaknya tak diasuh secara benar oleh keluarga di kampung, Saptinah akhirnya lebih mempercayai agar anaknya dirawat oleh Linda.

Pada Desember 2017 lalu, Saptinah meminta rekannya bernama Mariyam (43) agar membawa pergi B yang diasuh neneknya di Kuningan, Jawa Barat. Alasan Saptinah meminta agar Linda merawat B, karena perempuan tersebut tak memiliki anak.

"Nah, kemudian, karena dia dapat informasi bahwa korban B tidak diurus dengan baik oleh walinya di Kuningan, akhirnya dia berpikir, saya titipkan saja di LS. Kebetulan LS ini, tidak mempunyai anak, sehingga dia berpikir untuk menitipkannya," tuturnya.

Sejak tinggal satu rumah dengan Linda di kawasan Cileungi, Bogor, Jawa Barat, kehidupan B malah makin memburuk.

Karena alasan sibuk bekerja, Linda juga sempat menitipkan B ke beberapa panti asuhan. Akibat tiga kali keluar masuk panti asuhan itu, B yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar tak bisa meneruskan pendidikannya.

"Sekolahnya itu dalam arti dia putus-putus ya, jadi tidak sekolah yang benar. Setelah sebulan tinggal di rumah LS, dia kemudian dititipkan di panti," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelaku Penganiaya Bocah SD yang Viral Ditangkap, Ini Kisahnya

Pelaku Penganiaya Bocah SD yang Viral Ditangkap, Ini Kisahnya

News | Minggu, 04 Februari 2018 | 16:07 WIB

Gaji Kecil, Satpam di Tangsel Bisnis Uang Dolar Palsu

Gaji Kecil, Satpam di Tangsel Bisnis Uang Dolar Palsu

News | Jum'at, 02 Februari 2018 | 01:50 WIB

Soal Rekomendasi Penataan PKL Jatibaru, Polda Optimis Disetujui

Soal Rekomendasi Penataan PKL Jatibaru, Polda Optimis Disetujui

News | Kamis, 01 Februari 2018 | 20:29 WIB

Begini Cara Kerja Dalang Order Fiktif 10 Driver Grab Car

Begini Cara Kerja Dalang Order Fiktif 10 Driver Grab Car

News | Kamis, 01 Februari 2018 | 20:01 WIB

Demi Gratisan di Panti Pijat, Abdillah 6 Bulan Nyamar Polisi

Demi Gratisan di Panti Pijat, Abdillah 6 Bulan Nyamar Polisi

News | Kamis, 01 Februari 2018 | 18:17 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×