Diduga Tewas Dianiaya, Polisi Tunggu Autopsi Bayi WW

Reza Gunadha

Senin, 05 Februari 2018 | 20:43 WIB
Diduga Tewas Dianiaya, Polisi Tunggu Autopsi Bayi WW
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik tim dokter Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur terhadap jenazah bayi berinisial WW (1,5 tahun).

Hasil autopsi tersebut dijadikan petunjuk polisi guna menentukan apakah ditemukan tanda kekerasan di tubuh bayi yang meninggal dunia di rumahnya, Jalan Plebesit RT01/04, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (4/2/2018).

"Jadi untuk kasus ini sudah kami autopsi apakah itu berkaitan dengan penganiayaan atau tidak, atau karena benda tumpul. Peyidik masih bekerja, jadi kita tunggu saja," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (5/2/2017).

Argo menyampaikan, polisi telah memeriksa empat saksi termasuk orangtua korban terkait tewasnya bayi tersebut. Namun, Argo tak menjelaskan hasil pemeriksaan para saksi terkait penyelidikan kasus tewasnya WW.

“Kami ambil keterangan dari keluarga dan tetangga, sekitar 4 orang lebih," tukasnya.

Sebelumnya, penyidik Polres Bekasi Kota menerima laporan warga perihal bayi meninggal dunia diduga akibat dianiaya.

"Kami masih menyelidiki dugaan kasus ini. Laporannya sudah kita terima," kata Kapolrestro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto.

Kasus ini dilaporkan setelah warta mencurigai ada indikasi penganiyaan yang menyebabkan WW meninggal dunia.

baca juga

Berdasarkan keterangan warga berinsial ZT (26), dirinya melihat luka sejumlah lebam di jasad korban sebelum disemayamkan.

"Kami curiga dengan kematian korban saat melihat kondisi tubuhnya banyak luka lebam di bagian paha kanan dan kiri, lengan kanan dan kiri, serta wajahnya. Makanya, kami lapor polisi untuk menyelidikinya," katanya.

Bahkan, sejumlah warga menduga pelaku penganiayaan itu adalah ibu korban berinisial SK (27).

Dugaan WW dianiaya itu semakin menguat, saat AI (24) dan istrinya melarang warga untuk melaporkan perihal kematian anaknya ke pihak berwajib.

"Namun, kami ingin kasus ini tetap diselidiki polisi, karena ada dugaan kalau korban meninggal karena dianiaya orang tuanya. Bahkan, tadi juga warga tidak ada yang mau menguburkan korban sebelum kasus ini diselidiki oleh polisi," tuturnya.

Setelah menerima laporan warga, polisi mendatangi rumah korban untuk melakukan olah TKP. Namun, polisi belum bisa menyimpulkan apakah WW merupakan korban penganiyaaan sebelum ada hasil otopsi terhadap korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beli Sabu, Staf Sekjen DPR RI Ditangkap Polisi

Beli Sabu, Staf Sekjen DPR RI Ditangkap Polisi

News | Senin, 05 Februari 2018 | 19:53 WIB

Besok, Sandiaga Uno Kembali Diperiksa soal Kasus Tanah

Besok, Sandiaga Uno Kembali Diperiksa soal Kasus Tanah

News | Senin, 05 Februari 2018 | 18:09 WIB

Mencurigakan! Bayinya Tewas Tapi Orangtua Minta Warga Tutup Mulut

Mencurigakan! Bayinya Tewas Tapi Orangtua Minta Warga Tutup Mulut

News | Minggu, 04 Februari 2018 | 20:51 WIB

Disiksa dan Disiram Air Panas Teman Ibunya, Bocah B Masih Trauma

Disiksa dan Disiram Air Panas Teman Ibunya, Bocah B Masih Trauma

News | Minggu, 04 Februari 2018 | 18:17 WIB

Telan 4 Korban Jiwa, Polisi Usut SOP Proyek DDT Kereta Manggarai

Telan 4 Korban Jiwa, Polisi Usut SOP Proyek DDT Kereta Manggarai

News | Minggu, 04 Februari 2018 | 17:39 WIB

Terkini

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB