Al Qaeda di Mali Rilis Video Sandera Prancis

Dythia Novianty

Sabtu, 03 Maret 2018 | 02:45 WIB
Al Qaeda di Mali Rilis Video Sandera Prancis
Bendera Al Qaeda. [Shutterstock]

Suara.com - Kelompok jaringan Al Qaeda di Mali telah merilis video pekerja bantuan Prancis Sophie Petronin, yang diculik pada akhir 2016.

Petronin menjalankan kegiatan amal untuk anak-anak yang kekurangan gizi dan anak yatim piatu dan telah tinggal di kota Gao, di timur laut Mali yang bergejolak, selama 15 tahun ketika dia diculik dan dibawa pergi dengan mobil truk.

Video propaganda tersebut dikeluarkan Kamis malam oleh Jama'ah Nusrat ul-Islam wa al-Muslimin (JNIM), yang telah dikaitkan dengan penculikan setidaknya pada enam sandera Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Video tersebut menunjukkan cuplikan gambar Petronin (72), yang sedang berbaring di dipan di dalam tenda dan di antara kotak obat-obatan, sementara suara Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, "Saya akan melindungimu" diputar berulang-ulang. Tidak jelas kapan rekaman Petronin diambil.

Keponakan Petronin, Arnaud Granouillac, mengatakan, kesehatan bibinya tampak memburuk sejak gambar terakhirnya dirilis pada musim panas dan menuduh pemerintah Prancis mengabaikan keluarga tersebut.

"Dia kelelahan. Pada hari sejak ia diculik, kami berusaha sendiri. Saya harap Presiden Emmanuel Macron melihat video ini dan menyadari bahwa kita harus membawa bibi saya keluar dari sana," ujar Granouillac kepada BFM TV.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes von der Muhll mengatakan kepada wartawan bahwa sangat penting untuk tetap berhati-hati dalam keadaan tersebut, namun lembaga-lembaga Prancis sepenuhnya telah dikerahkan dan terus menjalin kontak dengan keluarga tersebut.

Beberapa jam setelah video tersebut dirilis, orang-orang bersenjata menyerang markas tentara di ibu kota Burkina Faso, serta kedutaan Prancis dan pusat kota. Prancis memiliki pasukan khusus yang memerangi pemberontak di Sahel yang berbasis di Burkina Faso, dan pasukan lainnya ditempatkan di seluruh wilayah tersebut.

Warga sipil Prancis telah lama menjadi sasaran utama penculikan oleh kelompok kriminal dan pemberontak di wilayah Afrika Barat yang gersang itu, sebagian karena ada anggapan bahwa pemerintah Prancis siap membayar uang tebusan untuk menjamin pembebasan mereka. [Antara]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prancis Segera Deklarasi Akui Kedaulatan Negara Palestina

Prancis Segera Deklarasi Akui Kedaulatan Negara Palestina

News | Jum'at, 09 Februari 2018 | 14:32 WIB

Prancis Larang Berkendara Sambil Main HP, Bahkan Saat Berhenti

Prancis Larang Berkendara Sambil Main HP, Bahkan Saat Berhenti

Otomotif | Kamis, 08 Februari 2018 | 12:12 WIB

Cucu Osama bin Laden Tewas Dibom

Cucu Osama bin Laden Tewas Dibom

News | Sabtu, 06 Januari 2018 | 09:34 WIB

Tak Cuma Romantis, Prancis Punya Kota Mural yang Cantik

Tak Cuma Romantis, Prancis Punya Kota Mural yang Cantik

Lifestyle | Selasa, 14 November 2017 | 12:51 WIB

Pemuda Tabrakkan Mobil ke Mahasiswa di Prancis, 3 Terluka

Pemuda Tabrakkan Mobil ke Mahasiswa di Prancis, 3 Terluka

News | Sabtu, 11 November 2017 | 14:12 WIB

Pemerintah Prancis Jual Hampir Rp19 Triliun Sahamnya di Renault

Pemerintah Prancis Jual Hampir Rp19 Triliun Sahamnya di Renault

Otomotif | Selasa, 07 November 2017 | 18:40 WIB

Terkini

Jurus Rahasia SBY saat Disadap: Saya Komunikasi Pakai Caraka

Jurus Rahasia SBY saat Disadap: Saya Komunikasi Pakai Caraka

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:11 WIB

Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis

Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:11 WIB

Kasus Sadap Prabowo, Kapolri Didesak Bersih-bersih dan Usut Tuntas 'Gerombolan' Listyo

Kasus Sadap Prabowo, Kapolri Didesak Bersih-bersih dan Usut Tuntas 'Gerombolan' Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:10 WIB

Dokter Soroti Pasien Sirosis Kurang Diperhatikan Pemerintah, Biaya Cangkok Hati Capai Rp2 Miliar

Dokter Soroti Pasien Sirosis Kurang Diperhatikan Pemerintah, Biaya Cangkok Hati Capai Rp2 Miliar

Health | Rabu, 04 November 2026 | 11:09 WIB

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian bagi UU Perlindungan Data di Tengah Abuse of Power

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Ujian bagi UU Perlindungan Data di Tengah Abuse of Power

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:09 WIB

Listyo Tersangka Penyadapan Prabowo, SBY: Politik Kita Terlalu Liar, Saya Khawatir Rakyat Takut

Listyo Tersangka Penyadapan Prabowo, SBY: Politik Kita Terlalu Liar, Saya Khawatir Rakyat Takut

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:05 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 11:01 WIB

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

×