Cucu Osama bin Laden Tewas Dibom

Reza Gunadha

Sabtu, 06 Januari 2018 | 09:34 WIB
Cucu Osama bin Laden Tewas Dibom
Hamza bin Laden, putra Osama bin Laden. [AFP]

Suara.com - Osama bin Hamza bin Laden, cucu pertama gembong gerombolan teroris Al Qaeda, mendiang Osama bin Laden, tewas.

Kabar kematian cucu Osama itu diungkapkan sendiri oleh sang ayah--putra Osama bin Laden—yakni Hamza—melalui sebuah surat internal Al Qaeda yang bocor ke publik.

Hamza, seperti dilansir Independent, Jumat (5/1/2018), menyebut putranya itu tewas pada usia 12 tahun. Ia menyebutnya sebagai “pahlawan anak-anak” dan “martir”. Namun, ia tak mengungkapkan penyebab kematian.

Salah satu laporan yang berhasil disadap dari kalangan teroris, cucu Osama itu tewas dalam serangan udara di perbatasan Pakistan-Afhganistan satu tahun yang lalu. Namun, sumber lain mengatakan cucu Osama itu mati karena penyakit.

Surat Hamza yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh kelompok propaganda al-Qaeda, Global Islamic Media Front, ditujukan kepada keluarga bin Laden.

Meski surat dan kematian cucu Osama itu terjadi pada tahun lalu, surat itu baru diunggah di Twitter oleh kelompok pemantau terorisme, Jiadoscope pada awal tahun 2018.

"Kita bersedih sekaligus berbangga hati atas kemartiran pahlawan kecil kita. Cucu kita yang berani,” tulis Hamza bin Laden dalam surat tersebut.

Hamza lantas menceritakan kenapa dirinya memutuskan menamakan anaknya itu sama seperti sang kakek.

baca juga

"Dia selalu menginginkan mati  sebagai martir. Dia menginginkan hal itu meski usianya masih teramat muda. Dia selalu bertanya kepadaku, apakah dia bisa menjadi pejuang yang mengorbankan diri sendiri,” tulis Hamza.

Setelahnya, Hamza menuliskan detik-detik terakhir kehidupan putranya tersebut.

”Sebelum meninggal, pada hari-hari terakhir dalam hidupnya, dia menyukai bermain dengan teman sebayanya. Dia biasa memainkan peran sebagai martir dalam peperangan. Dia akan melemparkan dirinya ke tanah, memejamkan mata pura-pura mati, dan tersenyum lembut,” tulisnya.

Hamza menambahkan, Osama kecil selalu sedih setiap ingat atas kematian sang kakek di tangan militer Amerika Serikat.

Untuk diketahui, Hamza sendiri sejak tahun 2017 dimasukkan dalam daftar hitam terorisme oleh AS. Banyak pihak menilai Al Qaeda sudah mengangkat Hamza sebagai pengganti Osama.

Hamza diyakini bisa menyatukan kembali Al Qaeda yang terpecah dalam banyak faksi setelah kematian Osama bin Laden pada tahun 2011.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terungkap, Pangeran Harry Pernah Diburu Osama bin Laden

Terungkap, Pangeran Harry Pernah Diburu Osama bin Laden

News | Sabtu, 04 November 2017 | 09:06 WIB

Osama bin Laden Ternyata Suka Nonton Film Kartun "Cars"

Osama bin Laden Ternyata Suka Nonton Film Kartun "Cars"

Otomotif | Kamis, 02 November 2017 | 17:10 WIB

Ada 'Tom & Jerry' dan 'Cars' di Koleksi Film Osama bin Laden

Ada 'Tom & Jerry' dan 'Cars' di Koleksi Film Osama bin Laden

News | Kamis, 02 November 2017 | 12:16 WIB

Misi SAS Targetkan Putra Osama Bin Laden dengan Teknologi Tinggi

Misi SAS Targetkan Putra Osama Bin Laden dengan Teknologi Tinggi

News | Rabu, 04 Oktober 2017 | 04:31 WIB

CIA Tak Mau Publikasikan Video Porno Koleksi Osama bin Laden

CIA Tak Mau Publikasikan Video Porno Koleksi Osama bin Laden

News | Kamis, 14 September 2017 | 17:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×