BPK Temukan Potensi Penyalahgunaan Dana Otsus Papua

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Senin, 05 Maret 2018 | 16:35 WIB
BPK Temukan Potensi Penyalahgunaan Dana Otsus Papua
Wakil DPR Fadli Zon gelar pertemuan dengan BPK di DPR, Jakarta, Senin (5/3/2018). (suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan permasalahan pengelolaan dana otonomi khusus Papua dari 2011 hingga 2017. Temuan BPK tersebut sudah dilaporkan ke Tim Otsus Papua dari DPR untuk dilakukan kajian lebih mendalam.

"Tadi telah disampaikan sejumlah masalah. Terkait apa yang dirasakan oleh masyarakat di sana terhadap penggunaan dana Otsus yang masih kurang dirasakan manfaatnya secara keseluruhan," kata Wakil DPR Fadli Zon usai gelar pertemuan dengan BPK di DPR, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Fadli mengatakan salah satu temuan BPK yaitu regulasi penggunaan dana hibah.

"Ini akan menjadi bahan kajian bagi kita di Tim Otsus Papua," ujar Fadli.

Hal tersebut diakui oleh Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar. Semua temuan BPK terkait dana Otsus Papua sudah disampaikan secara detail ke DPR.

"Jadi ini masalah regulasi harus kita perbaiki, karena rekomendasi BPK itu antara lain ke sana. Peraturan-peraturan pendukung dan melihat dari kondisi Papua itu sendiri," tutur Bahrullah.

Selain itu sistem kendali di internal penerima dana Otsus juga mesti diperbaiki. Bukan saja menjadi tugas BPK, melainkan juga BPKP, Provinsi serta Kabupaten/Kota.

"Kita harus sama-sama melihat ini secara jernih, terkait permasalahan transparansi dan akuntabilitas di Papua," ujar Bahrullah.

Bahrullah mengatakan berdasarkan temuan oleh BPK, terdapat potensi penyalahgunaan dana Otsus Papua oleh penerima. Namun, ia tidak bisa menyampaikan jumlah kerugian negara akibat penyalahgunaan dana tersebut.

baca juga

"Kalau hal itu kan bukan ranah kami disini untuk disampaikan. Tapi bisa dilihat bahwa dalam beberapa hal kasus-kasus yang dekat dengan Tipikor itu sudah ada temuan BPK yang disampaikan," kata Bahrullah.

"Berapa besarnya kita tidak melihat. Tapi yang jelas, Papua sudah lebih dari Rp60 triliun selama tahun 2011. Sudah ada yang ditindaklanjuti," tambah Bahrullah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

HIPMI Akui Minat Anak Muda Papua Jadi Pengusaha Masih Rendah

HIPMI Akui Minat Anak Muda Papua Jadi Pengusaha Masih Rendah

Bisnis | Minggu, 04 Maret 2018 | 14:14 WIB

Berunding Ingin Dapat Nilai Bagus, Sandiaga Ngopi Bareng DPRD

Berunding Ingin Dapat Nilai Bagus, Sandiaga Ngopi Bareng DPRD

News | Selasa, 27 Februari 2018 | 11:55 WIB

Tiba di KPU dengan Topi Khas Adat Papua, Ini Penjelasan Ketum PKB

Tiba di KPU dengan Topi Khas Adat Papua, Ini Penjelasan Ketum PKB

News | Minggu, 18 Februari 2018 | 23:45 WIB

Kemenkes Bangun Rumah Gizi Pemantau Kondisi Masyarakat Papua

Kemenkes Bangun Rumah Gizi Pemantau Kondisi Masyarakat Papua

News | Minggu, 11 Februari 2018 | 04:15 WIB

Dana Otsus, Papua dan Papua Barat Belum Jalankan Rekomendasi KPK

Dana Otsus, Papua dan Papua Barat Belum Jalankan Rekomendasi KPK

News | Jum'at, 02 Februari 2018 | 16:08 WIB

Terkini

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

News | Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:35 WIB

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Sport | Senin, 21 September 2026 | 21:24 WIB

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 21:21 WIB

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

News | Senin, 21 September 2026 | 21:13 WIB

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 21:03 WIB

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 21:02 WIB

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Video | Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB

Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026

Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026

News | Senin, 21 September 2026 | 20:57 WIB

×