PAN Buka Suara Soal Pertemuan Jokowi dan PSI di Istana

Dythia Novianty, Dian Rosmala

Senin, 05 Maret 2018 | 21:55 WIB
PAN Buka Suara Soal Pertemuan Jokowi dan PSI di Istana
Sekretaris Fraksi PAN DPR RI, Yandri Susanto di Gedung DPR, Jakarta. [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Partai Amanat Nasional (PAN) tidak mempersoalkan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Partai Politik tertentu di Istana negara. Namun, pertemuan tersebut tak boleh dalam rangka membahas persiapan Pilpres 2019.

"Kalau Pak Presiden menerima tamu di Istana yah itu sebenarnya sesuatu yang biasa. Menjadi tidak biasa, dia diributkan publik seolah-olah Istana dijadikan homebase tempat tim sukses atau pemenanangan Jokowi periode yang kedua," kata Yandri di DPR, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Pernyataan Yandri menanggapi pertemuan antara Jokowi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dia menilai, pertemuan yang digelar pada Kamis (1/3/2018) itu sangat keliru karena membahas Pilpres.

"Misalkan Pak Jokowi mengundang PSI, ayo kita datang ke Istana, kita mau membahas ini gimana cara memenangkan saya. Itu nggak boleh," ujar Yandri.

"Tapi kalau dia mengundang sebagai partai baru kemudian disitu ada pembicaraan masalah ekonomi, situasi terakhir, nah disela-sela itu bahas pemenangan dan celetukan, yah menurut saya nggak terlalu masalah," tambahnya.

Apabila pertemuan tersebut benar-benar dikhusukan untuk membahas Pilpres, kata dia, maka Jokowi telah menyalahgunakan jabatan sebagai Presiden.

Yandri menyayangkan pernyataan Ketua Umum PSI, Grace Natalie, yang mengumbar hasil pembicaraannya dengan Jokowi terkait pemenangan Pilpres. Kata dia, hal itu mestinya tidak perlu disampaikan ke publik.

"Saya curiga sama PSI dan partai partai lain kenapa begitu semangat menyampaikan pada publik bahwa kami baru saja membahas selama dua jam dengan pak Jokowi masalah pemenangan. Menurut saya, itu sesuatu yang nggak perlu disampaikan gitu," tutur Yandri.

Dia yakin, Jokowi tidak senang dengan pernyataan Grace Natalie kepada media. Sebab itu, ia meminta agar orang nomor satu Indonesia itu berhati-hati untuk tidak membahas pemenangan Pilpres di istana.

baca juga

"Istana kan pelayanan program-program kebangsaan, negara, kerakyatan. Hindari hal hal berbau politik praktis," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Pertemuan Jokowi dan PSI, PDIP dan Gerindra Silang Pendapat

Soal Pertemuan Jokowi dan PSI, PDIP dan Gerindra Silang Pendapat

News | Senin, 05 Maret 2018 | 20:44 WIB

Politisi PSI: Laporan ACTA Salah Alamat

Politisi PSI: Laporan ACTA Salah Alamat

News | Senin, 05 Maret 2018 | 17:15 WIB

Jokowi Dinilai Bersalah Bertemu PSI, Ini Jawaban Istana

Jokowi Dinilai Bersalah Bertemu PSI, Ini Jawaban Istana

News | Senin, 05 Maret 2018 | 12:56 WIB

Fadli Zon Akan Satukan Laporan ke Sekjen PSI di 'Keranjang Kasus"

Fadli Zon Akan Satukan Laporan ke Sekjen PSI di 'Keranjang Kasus"

News | Senin, 05 Maret 2018 | 12:26 WIB

Misbakhun: Rencana ACTA Laporkan Presiden Jokowi Salah Alamat

Misbakhun: Rencana ACTA Laporkan Presiden Jokowi Salah Alamat

News | Minggu, 04 Maret 2018 | 23:30 WIB

Penjelasan Setkab Soal Pertemuan Presiden dan Ketum PSI di Istana

Penjelasan Setkab Soal Pertemuan Presiden dan Ketum PSI di Istana

News | Minggu, 04 Maret 2018 | 02:00 WIB

Terkini

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:11 WIB

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:06 WIB

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:03 WIB

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 21:56 WIB

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 21:47 WIB

Ricky Soebagdja Puji Mentalitas Student-Athlete di Campus League, BINUS Juara Regional Bandung

Ricky Soebagdja Puji Mentalitas Student-Athlete di Campus League, BINUS Juara Regional Bandung

Sport | Jum'at, 18 September 2026 | 21:27 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah, Ringankan Beban Masyarakat Desa Kedundung Sampang Saat Kemarau

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah, Ringankan Beban Masyarakat Desa Kedundung Sampang Saat Kemarau

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 21:21 WIB

Pidato Zulhas di HUT PAN: Warna Partai Tak Boleh Lebih Besar dari Merah Putih

Pidato Zulhas di HUT PAN: Warna Partai Tak Boleh Lebih Besar dari Merah Putih

News | Jum'at, 18 September 2026 | 21:12 WIB

×