Ada 47 Laporan Penyerangan Ulama, Sebagian Besar Rekayasa

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Rabu, 14 Maret 2018 | 15:29 WIB
Ada 47 Laporan Penyerangan Ulama, Sebagian Besar Rekayasa
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Idham Aziz, Kabareskrim Polri Komjen. Pol Ari Dono Sukmanto, merilis hasil pengungkapan narkotika golongan I jenis Sabu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2)

Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencatat Polri sedang aktif menangani isu adanya kasus penyerangan terhadap ulama. Dari 47 kasus yang dilaporkan, 5 di antaranya diduga memiliki unsur pidana.

Sementara setelain jumlah itu, diduga hanya rekayasa. Rekayasa diketahui setelah dilakukan rekonstruksi.

"Kemudian ada sejumlah kasus itu tak terjadi pidananya. Tapi rekayasa yang bersangkutan, itu menyatakan, melapor ke polisi, dianiaya, dibacok disobek. Tetapi setelah dilakukan rekonstruksi, ditemukan kejanggalan dan kemudian mengakui tidak terjadi kejadian itu," kata Tito dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, di DPR, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Rata-rata, mereka yang mengaku mengalami penganiayaan, sedangkan sebenarnya tidak terjadi hal itu. Mereka berbohong karena dilandasi faktor ekonomi.

"Motifnya rata-rata minta perhatian karena masalah ekonomi," ujar Tito.

Selain itu, ada pula kejadian yang sengaja dibesar-besarkan di media sosial. Bahkan, kejadian yang tidak sebenarnya tidak pernah terjadi, di media sosial dikabarkan terjadi.

"Korbannya bukan ulama, tetapi di Medsos diangkat seolah-olah itu adalah ulama. Dan hampir ada 32 kasus, sebagian besar itu kasusnya tidak terjadi sama sekali, tapi dibuat berita di medsos seolah-olah terjadi peristiwa," tutur Tito.

Berdasarkan sejumlah kasus yang sudah dilakukan penyelidikan, Polri berkesimpulan belum menemukan adanya penyerangan terhadap ulama dan rumah ibadah.

Namun, belum menemukan adanya penyerangan itu bukan berarti tidak pernah terjadi. Sebab semua laporan yang masuk terus didalami.

baca juga

"Contoh; misalnya dalam kasus yang terjadi, 5 kasus itu, sebagian besar itu tersangkanya itu begitu diperiksa mengalami gangguan kejiwaan. Jai kita melihat semua ini ada sesuatu kejanggalan. Itu terus kita dalami," tutur Tito.

Lebih lanjut, Tito mengatakan Polri belum bisa mengambil kesimpulan apakah rentetan kejadin tersebut memiki keterkaitan satu sama lain.

"Tapi yang kami melihat sistematis adalah koneksi di udara, di medsos yang menghubungkan dan menambah kasus-kasus tersebut sehingga terlihat sistematis," kata Tito.

Tito mengatakan Bareskrim Polri terus mencari pihak yang dengan sengaja mengangkat isu yang tak pernah terjadi tersebut di media sosial.

Kata Tito, Polri memiliki kemampuan investigasi yang bisa melacak asal mula penyebar informasi-informasi tersebut.

"Siapa yang menyebarkan, siapa yang menyambungkan. Sehingga kita bisa melihat ada hubungan di udara. Sehingga isu penyerangan ulama ini menjadi isu, opini di publik bahwa penyerangan ulama terjadi secara sistematis dengan sangat masif. Padahal sebetulnya belum kita temukan seperti itu," kata Tito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berantas Narkoba, Kapolri Dapat 3 Bintang dari Panglima TNI

Berantas Narkoba, Kapolri Dapat 3 Bintang dari Panglima TNI

News | Rabu, 14 Maret 2018 | 10:23 WIB

Mei 2018, 50 Ulama Dunia akan Datangi Bogor

Mei 2018, 50 Ulama Dunia akan Datangi Bogor

News | Minggu, 11 Maret 2018 | 07:44 WIB

Setelah Bagi Beras, Jokowi Akan Bertemu Ulama di Jawa Timur

Setelah Bagi Beras, Jokowi Akan Bertemu Ulama di Jawa Timur

News | Kamis, 08 Maret 2018 | 11:39 WIB

Kapolri Tito Jadi Cawapres? Istri: Kalau Bisa Jangan

Kapolri Tito Jadi Cawapres? Istri: Kalau Bisa Jangan

News | Rabu, 07 Maret 2018 | 15:48 WIB

Ancaman Bunuh Ulama Depok, Polisi Buru Aktor di Baliknya

Ancaman Bunuh Ulama Depok, Polisi Buru Aktor di Baliknya

News | Senin, 05 Maret 2018 | 19:33 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×