Prancis Beda Respon dari AS Soal Peracun Mata-mata di Inggris

Dythia Novianty

Kamis, 15 Maret 2018 | 07:10 WIB
Prancis Beda Respon dari AS Soal Peracun Mata-mata di Inggris
Emmanuel Macron. [shutterstock]

Suara.com - Prancis mengatakan pihaknya ingin mendapatkan bukti kuat terlebih dahulu, menyangkut keterlibatan Rusia dalam serangan racun saraf terhadap seorang agen ganda Rusia di Inggris, sebelum mengambil langkah solidaritas dengan pemerintah Inggris.

Sikap Prancis itu berlawanan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang meyakinkan Perdana Menteri Inggris bahwa mereka sangat serius menerima pandangan pemerintah Inggris soal kemungkinan keterlibatan Rusia.

Presiden Emmanuel Macron dan para pejabat lain Prancis menolak untuk menyebut-nyebut Rusia.

Setelah Prancis mengecam serangan racun saraf terhadap Sergei Skripal dan putrinya serta menyampaikan solidaritas kepada Inggris pada Selasa, juru bicara pemerintah Prancis Benjamin Griveaux pada Rabu mengatakan terlalu dini bagi Paris untuk menentukan apakah pihaknya harus mengambil langkah.

"Kita tidak berurusan dengan politik khayalan. Setelah unsur-unsur terbukti, baru lah kami membuat keputusan," kata Griveaux dalam acara jumpa pers, tak lama setelah PM Theresa May mengatakan bahwa ia mengusir sejumlah diplomat Rusia dan menangguhkan pembicaraan bilateral.

Meskipun menyebut serangan itu sebagai "tindakan yang sangat serius" terhadap sekutu strategis Prancis, Griveaux mengatakan negaranya sedang menunggu "kesimpulan pasti" dan bukti bahwa "fakta-faktanya memang benar" sebelum mengambil posisi.

Duta besar Inggris untuk Prancis, Ed Llewellyn, mencuit pada Selasa bahwa serangan racun saraf pertama yang terjadi di wilayah Eropa sejak 1945 itu memerlukan "tanggapan kuat dan terkoordinasi dari sekutu-sekutu kita." Ketika ditanya apakah Paris akan siap mengambil tindakan terhadap Rusia atas pernyataan-pernyataan London, juru bicara kementerian luar negeri Agnes Von der Muhll mengatakan Paris sedang menjalin kontak erat dengan Inggris menyangkut masalah itu.

Tanpa menjawab langsung, ia menambahkan bahwa Paris mendukung penuh pernyataan NATO, yang meminta Rusia agar memberikan "jawaban lengkap" kepada Inggris soal racun saraf masa Soviet yang digunakan dalam serangan tersebut.

Reaksi Prancis itu berbeda dengan sikap sekutu-sekutu dekatnya namun sejalan dengan upaya-upaya, yang dijalankan Macron sejak ia menjabat, untuk membangun hubungan baru dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. [Antara]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lama 'Perang Dingin', Trump Akhirnya Pecat Menlu Rex Tillerson

Lama 'Perang Dingin', Trump Akhirnya Pecat Menlu Rex Tillerson

News | Rabu, 14 Maret 2018 | 10:57 WIB

Palestina Tuntut Donald Trump dan PM Israel di ICC

Palestina Tuntut Donald Trump dan PM Israel di ICC

News | Rabu, 14 Maret 2018 | 08:02 WIB

Penyakit Langka Buat Veronika Lupa Telah Cerai dari Suami

Penyakit Langka Buat Veronika Lupa Telah Cerai dari Suami

Lifestyle | Senin, 12 Maret 2018 | 14:48 WIB

Kebijakan Trump Soal Tarif Baja & Aluminium Guncang Ekonomi Dunia

Kebijakan Trump Soal Tarif Baja & Aluminium Guncang Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 11 Maret 2018 | 14:00 WIB

Bersejarah, Donald Trump Mau Bertemu Kim Jong Un pada Mei 2018

Bersejarah, Donald Trump Mau Bertemu Kim Jong Un pada Mei 2018

News | Jum'at, 09 Maret 2018 | 13:04 WIB

Pesawat Militer Rusia Jatuh Tewaskan 39 Orang

Pesawat Militer Rusia Jatuh Tewaskan 39 Orang

News | Rabu, 07 Maret 2018 | 05:33 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×