Bandara Soetta Sita Bawang Bombay Pembawa Bakteri dari Nigeria

Pebriansyah Ariefana

Senin, 19 Maret 2018 | 17:04 WIB
Bandara Soetta Sita Bawang Bombay Pembawa Bakteri dari Nigeria
Ratusan kilogram bawang bombay merah (red union) disita Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (suara.com/Anggy Muda)

Suara.com - Ratusan kilogram bawang bombay merah (red union) disita Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Bawang bombai merah itu datang dari Nigeria.

Bawang bombay disita petugas lantaran tidak mengantongi sertifikat kesehatan.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Karantina Tumbuhan Bandara Soetta, Maulana Budi Dharma menjelaskan bawang Bombay merah tersebut disita sejak, Jumat (16/3/2018) pekan lalu. Jumlah bawang bombai yang disita sekira 350 kilogram.

"Bawang bombay merah tersebut diamankan karena tidak memiliki sertifikat kesehatan tumbuhan dari negara asalnya," ujar Budi di Bandara Soekarno-Hatta, tangerang, Banten, Senin (19/3/2018).

Selain tidak dilengkapi sertifikat untuk masuk ke wilayah Indonesia, bawang yang aromanya sangat menyengat ini juga diduga membawa hama dan bakteri. Bawang-bawang tersebut mengandung Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1.

"Dari bawang bombay ini terdapat 4 golongan penyakit yang dapat menyerang pertanian lain yang menjadi inangnya di Indonesia apabila bawang tersebut ditanam di Indonesia. Di antaranya Serangga, Cendawan (jamur), Nematoda (cacing) dan Bakteri," jelas budi.

Seluruh pemasukan komoditi pertanian yang tidak dilengkapi sertifikat dari negara asalnya harus diekspor kembali ke negara asalnya. Jika tidak dikembalikan, akan dimusnahkan. Hal ini berdasarkan UU nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

"Ketika barang tidak dilengkapi sertifikat yang datang dari luar negeri akan ada dua opsi yakni dire-ekspor atau dimusnahkan. Untuk bawang tersebut akan dimusnahkan dengan cara dibakar di Incenerator," kata Budi.

Untuk diketahui, OPTK adalah semua organisme pengganggu tumbuhan yang ditetapkan Pemerintah untuk dicegah masuknya ke dalam dari tersebarnya di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Atau semua jenis hama yang belum ditemukan di Indonesia.

baca juga

"Organisme ini yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan," paparnya. (Anggy Muda)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Boko Haram Serang SMP dan Culik 50 Siswi untuk Budak Seks

Boko Haram Serang SMP dan Culik 50 Siswi untuk Budak Seks

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 12:42 WIB

18 Orang Tewas dalam Serangan Kelompok Bersenjata di Nigeria

18 Orang Tewas dalam Serangan Kelompok Bersenjata di Nigeria

News | Jum'at, 16 Februari 2018 | 06:53 WIB

Pascainsiden Longsor, KA Bandara Kembali Beroperasi

Pascainsiden Longsor, KA Bandara Kembali Beroperasi

News | Kamis, 08 Februari 2018 | 22:21 WIB

Telan 1 Korban, Mabes Polri Bakal Selidiki Longsor Bandara Soetta

Telan 1 Korban, Mabes Polri Bakal Selidiki Longsor Bandara Soetta

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 10:28 WIB

Longsor Bandara, Satu Selamat dan Satu Masih di Bawah Beton

Longsor Bandara, Satu Selamat dan Satu Masih di Bawah Beton

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 06:32 WIB

Terkini

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

Bank Digital Kini Berburu Transaksi Harian

Bank Digital Kini Berburu Transaksi Harian

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

DPR-Pemerintah Sepakat Ubah Judul RUU Perampasan Aset, Korupsi Jadi Fokus Utama

DPR-Pemerintah Sepakat Ubah Judul RUU Perampasan Aset, Korupsi Jadi Fokus Utama

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:25 WIB

Suhud Ajak Pemprov DKI dan Ditjenpas Bersinergi Perkuat Sarana Pemasyarakatan

Suhud Ajak Pemprov DKI dan Ditjenpas Bersinergi Perkuat Sarana Pemasyarakatan

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:24 WIB

Kombinasi Emas, 3 Shio Paling Cocok dengan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Kombinasi Emas, 3 Shio Paling Cocok dengan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:22 WIB

Lebih dari 250 Brand Lokal Hadirkan Produk Kreatif, dari Fashion hingga Kuliner

Lebih dari 250 Brand Lokal Hadirkan Produk Kreatif, dari Fashion hingga Kuliner

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:20 WIB

Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja

Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:19 WIB

12 Penerbangan Eropa Diancam Bom Beruntun, 2 Pesawat Terpaksa Alihkan Rute

12 Penerbangan Eropa Diancam Bom Beruntun, 2 Pesawat Terpaksa Alihkan Rute

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:17 WIB

Bikin Jerawat Cepat Kempes, Cek 5 Pilihan Acne Spot Gel di Bawah Rp50 Ribu

Bikin Jerawat Cepat Kempes, Cek 5 Pilihan Acne Spot Gel di Bawah Rp50 Ribu

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:15 WIB

×