Mau Rawat Setnov, Bimanesh Minta Tak Dilaporkan ke Dirut RS

Reza Gunadha

Senin, 26 Maret 2018 | 13:35 WIB
Mau Rawat Setnov, Bimanesh Minta Tak Dilaporkan ke Dirut RS
Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/3).

Suara.com - Dugaan Dokter spesialis penyakit dalam Bimanesh Sutarjo melakukan patgulipat perawatan tersangka kasus korupsi dana KTP elektronik Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau, 16 November 2017, kembali dikuak oleh rekan sekerjanya.

Termutakhir, Bimanesh disebut sempat meminta mantan Plt Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau dr Alia tak melaporkan tindak tanduknya kepada direktur RS tersebut.

Hal itu diutarakan Bimanesh kepada dr Alia sesudah ia meminta disiapkan kamar perawatan kelas VIP untuk Setya Novanto, yang belum datang. Keduanya berbicara melalui sambungan telepon saat itu.

"Saat menutup telepon, dokter Bimanesh mengatakan tidak usah lapor ke Hafil (Direktur RS Medika Permata Hijau)," kata dr Alia saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (26/3/2018), seperti diwartakan Antara.

Alia bersaksi untuk dokter Bimanesh Sutarjo yang didakwa bekerja sama dengan advokat Fredrich Yunadi, untuk menghindarkan Ketua DPR Setya Novanto diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP elektronik.

Dalam dakwaan disebut, Bimanesh berpesan agar dokter Alia jangan memberitahukan kepada dokter Hafil Budianto Abdulgani, Direktur RS Medika Permata Hijau, tentang rencana memasukkan Setya Novanto untuk dirawat inap.

Terhadap permintaan Bimanesh itu, dokter Alia tetap menghubungi dokter Hafil meminta persetujuan rawat inap terhadap Novanto.

Namun, dokter Hafil menyatakan agar tetap sesuai prosedur yang ada, yakni melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) terlebih dahulu untuk dievaluasi dan nantinya bisa dirujuk ke dokter spesialis oleh dokter yang bertugas di IGD.

"Saya coba hubungi Direktur melalui WA (WhatsApp), saya lapor kondisi pasien dan dijawab tidak ada keberatan, tapi agar masuk sesuai prosedur dan kalau ada sesuatu agar diinformasikan saja ke dokter Hafil. Lalu saya lapor lagi ke Rusmawati,  manajer umum, setelah dilihat, yang paling baik adalah ruangan nomor 323 karena wallpaper tidak robek, toilet berfungsi," ujar Alia.

baca juga

Alia mengakui memasukkan pasien ke ruang rawat inap bukan sesuatu yang harus dilaporkan ke direktur. Tapi ia saat itu ingin agar direktur juga mengetahuinya sehingga ia melaporkannya.

"Selanjutnya dokter Hafil mengirimkan QA bertanya bagaimana kondisi pasien Setnov, saya sampaikan informasi dari grup RS, saya katakan 'on position', itu sebelum jam 8 malam. Lewat jam 8, saya ditelepon perawat Indri dikatakan ada pendaftaran atas nama Setnov, dan saya tanya kondisinya," kata Alia lagi.

Namun Alia mendapat keluhan dari dr Michael Chia Cahaya yang saat itu bertugas sebagai dokter jaga di IGD, karena pengacara Setnov Fredrich Yunadi mengatakan agar Setnov didiagnosis kecelakaan.

"Awalnya diinformasikan dokter Bimanesh bahwa sakitnya adalah hipertensi, tapi setelah diterima masuknya diminta agar menjadi kecelakaan. Dokter Bima juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan dokter Toyhibi dan dokter Joko Sanyoto yang sudah berkoordinasi dan bersedia merawat Setnov, mereka spesialis jantung dan bedah," kata Alia.

Atas keterangan Alia itu, Bimanesh menyampaikan keberatan.

"Saya ada 4 keberatan, pertama istilah yang digunakan sebagai 'pasien saya' yang tadi disebutkan tidak pernah saya katakan, saya hanya menggunakan 'pasien' saja. Tentang saya berkoordinasi dengan dokter jantung dan bedah tidak benar, karena saya tidak tahu kondisinya selain pusing dan hipertensi," kata Bimanesh.

Bimanesh juga menegaskan bahwa ia datang ke RS Medika Permata Hijau sekitar pukul 18.30 WIB atas permintaan dokter Alia.

"Terkait dengan laporan ke dokter Hafil, saya tidak pernah mengatakan apa yang saksi sampaikan, karena saya hanya diminta tolong Fredrich dan saya bersedia merawat Pak Setnov tapi soal masuk RS itu kewenangan manajemen RS," ujar Bimanesh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PKS: Kasus Puan dan Pramono Adalah Ujian Bagi Pemerintahan Jokowi

PKS: Kasus Puan dan Pramono Adalah Ujian Bagi Pemerintahan Jokowi

News | Sabtu, 24 Maret 2018 | 16:03 WIB

ICW Imbau KPK Cari Keterangan Lain soal Pramono dan Puan

ICW Imbau KPK Cari Keterangan Lain soal Pramono dan Puan

News | Sabtu, 24 Maret 2018 | 15:42 WIB

Politisi PDIP Anggap Kesaksian Novanto Tak Sesuai Fakta

Politisi PDIP Anggap Kesaksian Novanto Tak Sesuai Fakta

News | Sabtu, 24 Maret 2018 | 14:38 WIB

KPK: Setya Novanto Setengah Hati Akui Kejahatannya

KPK: Setya Novanto Setengah Hati Akui Kejahatannya

News | Sabtu, 24 Maret 2018 | 00:17 WIB

Puan Maharani: Saya Tak Pernah Dapat Uang dari Proyek e-KTP

Puan Maharani: Saya Tak Pernah Dapat Uang dari Proyek e-KTP

News | Jum'at, 23 Maret 2018 | 21:40 WIB

Terkini

Anime Bride of the Barrier Master Ungkap 5 Karakter Baru Jelang Tayang 2027

Anime Bride of the Barrier Master Ungkap 5 Karakter Baru Jelang Tayang 2027

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 12:20 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Desak BGN-SPPG Bertanggung Jawab Secara Hukum

Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Desak BGN-SPPG Bertanggung Jawab Secara Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 12:18 WIB

Pelindo Jasa Maritim Tunjuk Terpidana Penghina Jusuf Kalla Menjadi Komisaris Independen

Pelindo Jasa Maritim Tunjuk Terpidana Penghina Jusuf Kalla Menjadi Komisaris Independen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:18 WIB

Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Masih Sah? Ini Penjelasan Bank Indonesia

Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Masih Sah? Ini Penjelasan Bank Indonesia

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 12:18 WIB

Pendidikan Gratis SD Hingga Perguruan Tinggi Mulai Digodok, Kampus Swasta Masuk Skema?

Pendidikan Gratis SD Hingga Perguruan Tinggi Mulai Digodok, Kampus Swasta Masuk Skema?

News | Rabu, 23 September 2026 | 12:17 WIB

Tonton Sheila On 7 di Pestapora 2026, Bayar Ringan Pakai Kredit BRI

Tonton Sheila On 7 di Pestapora 2026, Bayar Ringan Pakai Kredit BRI

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 12:16 WIB

KPK Terus Dalami Dugaan Titip-Menitip Mahasiswa di Unsoed

KPK Terus Dalami Dugaan Titip-Menitip Mahasiswa di Unsoed

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 12:12 WIB

Bingung Pilih Sunscreen? Begini Cara Memilih Produk yang Sesuai Jenis Kulit

Bingung Pilih Sunscreen? Begini Cara Memilih Produk yang Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 12:12 WIB

Bapak-bapak Bejat di Bengkalis Rudapaksa Anak Kandung

Bapak-bapak Bejat di Bengkalis Rudapaksa Anak Kandung

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 12:11 WIB

Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari

Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 12:10 WIB

×