Demi Naik Haji, Juru Parkir Rela Hanya Makan Nasi Garam

Reza Gunadha Suara.Com
Kamis, 29 Maret 2018 | 18:53 WIB
Demi Naik Haji, Juru Parkir Rela Hanya Makan Nasi Garam
H Asnawi melakukan tanggungjawabnya sebagai juru parkir (Jukir) Taman Bungkul, Surabaya. [Achmad Ali]

Suara.com - Asnawi, seorang juru parkir (Jukir) di Taman Bungkul Surabaya tak menyangka bisa menunaikan ibadah haji untuk kali kedua.

Berbekal kesabaran dan kesederhanaan, dia bisa mencium Hajar Aswat (Batu Hitam) yang menempel di dinding Kakbah bersama istrinya, Siti Maryam.

Asnawi adalah seorang kakek kelahiran Sampang Madura 78 tahun silam. Dia nekat merantau ke Kota Pudak, Gresik tak lama setelah menikah.

Di sana, dia memilih berdagang kaca mata untuk bisa bertahan hidup.

Kesederhanaan di rumah kontrakan, menjadi pilihan Asnawi demi bisa menjalankan Rukun Islam ke 5.

Bahkan, untuk menyisihkan uang hasil jerih payahnya demi berhaji, dia rela makan nasi dan garam saja.

"Untuk bisa naik haji, saya harus menabung setiap hari. Per hari tidak pasti besaran yang saya tabung. Yang jelas per hari saya menabung Rp 2000-Rp 5000," kata Asnawi saat ditemui Suara.com di tempat kerjanya, Taman Bungkul, Surabaya.

Karena memiliki tekad kuat untuk menunaikan haji, Asnawi berpesan pada istrinya untuk tidak berfoya-foya.

Istri Asnawi tidak pernah protes dan menuntut lebih selama hidup bersamanya.

Baca Juga: Merger BTPN dengan Bank Sumitomo Mitsui Masih Tahap Uji Tuntas

"Alhamdulillah istri saya patuh terhadap perintah saya, dan tidak pernah menuntut lebih," terang Asnawi.

Alhasil, setelah uang terkumpul, pada tahun 1990, Asnawi berangkat ke Arab Saudi untuk beribadah haji bersama istrinya. Sesampainya di mekah, Asnawi mengakui menangis bahagia bisa tercapai keinginannya.

Selepas haji, Asnawi memilih tinggal di Surabaya untuk menjadi juru parkir di Taman Bungkul, atas ajakan keponakannya.

Ia menceritakan, setelah menetap kurang lebih 3 tahun, Asnawi bertemu dengan orang etnis Tionghoa. Dia mengaku didatangi warga Pecindilan itu untuk meminta bantuan menjadi mualaf.

"Dia mendatangi saya untuk meminta dipertemukan pada seorang kiai. Dia bermaksud masuk Islam. Dia menjanjikan ke saya, setelah masuk Islam akan memberangkatkan saya dan istri berhaji," cerita bapak satu anak ini.

Janji itu dipenuhi. Pada tahun 1993, Asnawi dan istrinya kembali naik haji untuk kali kedua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI