Kutuk Agresi AS, Putin: Mereka adalah Dalang Teroris di Suriah

Reza Gunadha

Minggu, 15 April 2018 | 18:21 WIB
Kutuk Agresi AS, Putin: Mereka adalah Dalang Teroris di Suriah
Presiden Suriah Bashar al-Assad memeluk Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengunjungi Sochi, Senin (20/11/2017). [Mikhail KLIMENTYEV/SPUTNIK/AFP]

Suara.com - Presiden Vladimir Putin secara tegas mengutuk serangan agresi Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis di Suriah.

Perang agresi yang dipimpin AS itu diklaim, sebagai balasan terhadap Presiden Bashar Al Assad yang menggunakan senjata kimia untuk membunuh warga. Klaim itu sendiri belum terbukti kebenarannya. Sementara posisi Rusia adalah pendukung Presiden Assad sejak perang melawan teroris ISIS.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dimuat di laman resmi Kremlim, Putin mengatakan: "Melalui tindakannya, AS membuat situasi kemanusiaan yang mengerikan di Suriah bahkan lebih buruk dan membawa penderitaan kepada masyarakat sipil."

"Dalam kenyataannya, AS menjadi dalang kelompok teroris yang menyiksa masyarakat Suriah selama tujuh tahun, membuat gelombang pengungsi yang melarikan diri dari negara dan wilayah ini," demikian pernyataan Putin yang dikutip Anadolu Agency, Minggu (15/4/2018).

Ia mengatakan, kelompok negara-negara barat "menolak" fakta misi Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) datang ke Suriah untuk melakukan investigasi atas tuduhan penggunaan senjata kimia.

"Sejarah telah mengungkapkan kebenaran, dan Washington telah menanggung kejahatan yang kejam di Yugoslavia, Irak dan Libya," ujar pernyataan tersebut.

71 misil dilumpuhkan

Secara terpisah, berbicara dalam sebuah konferensi di Moskow, Kepala Direktorat Operasi Pusat Staf Umum Sergey Rudskoy mengatakan beberapa misil tidak ditargetkan di lokasi di mana penasihat militer Rusia atau aset Rusia berada.

"Berdasarkan dari data, total misil yang ditembakkan sebanyak 103 misil, termasuk Tomahawks. Sistem pertahanan udara Suriah, sebagaimana memiliki sistem buatan Soviet, secara sukses melumpuhkan serangan dari udara dan laut. 71 misil dilumpuhkan," ujar Rudskoy.

baca juga

Menurut data, tidak ada korban jiwa yang menimpa masyarakat sipil dan fasilitas yang ditargetkan oleh koalisi pimpinan AS telah ditinggalkan sejak lama.

Sistem pertahanan Rusia tidak digunakan untuk melumpuhkan beberapa misil, tetapi ditempatkan dengan kondisi yang siap.

“Sistem pertahanan tersebut mengidentifikasi semua misil yang ditembakkan dari laut dan udara,” ia menambahkan.

Mengenai insiden tersebut, ia mengatakan Rusia akan memikirkan kembali untuk menempatkan S-300 di Suriah dan kembali ke meja perundingan.

Selanjutnya, Kementerian Luar Negeri menyebut serangan udara sebuah "tindakan yang mengintimidasi".

Serangan pimpinan AS menyebabkan kerugian material yang signifikan bagi infrastruktur, ujar kementerian dalam sebuah pernyataan.

“Serangan udara sebagai tindakan yang mengintimidasi dan bermaksud mencegah ahli dari OPCW untuk mengungkapkan kebenaran, menurut pernyataan tersebut,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dewan Masjid Indonesia Kecam Perang Agresi AS ke Suriah

Dewan Masjid Indonesia Kecam Perang Agresi AS ke Suriah

News | Minggu, 15 April 2018 | 16:19 WIB

DK PBB Tolak Resolusi Rusia untuk Kutuk Agresi AS ke Suriah

DK PBB Tolak Resolusi Rusia untuk Kutuk Agresi AS ke Suriah

News | Minggu, 15 April 2018 | 14:25 WIB

Israel Dukung Perang Agresi AS dan Sekutunya ke Suriah

Israel Dukung Perang Agresi AS dan Sekutunya ke Suriah

News | Minggu, 15 April 2018 | 14:12 WIB

AS Serang Suriah, Rusia Ajukan Resolusi PBB

AS Serang Suriah, Rusia Ajukan Resolusi PBB

News | Minggu, 15 April 2018 | 05:45 WIB

AS Serang Suriah, Menlu Prioritaskan Keselamatan WNI di Sana

AS Serang Suriah, Menlu Prioritaskan Keselamatan WNI di Sana

News | Sabtu, 14 April 2018 | 18:31 WIB

Terkini

Dari Loper Koran hingga Doktor, Cerita Arief Tuntaskan Disertasi Sambil Jaga Ibu di Rumah Sakit

Dari Loper Koran hingga Doktor, Cerita Arief Tuntaskan Disertasi Sambil Jaga Ibu di Rumah Sakit

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Jejak Digital Hannah Al Rashid Berjuang Garis 2 Viral, Ketegaran Tuai Pujian

Jejak Digital Hannah Al Rashid Berjuang Garis 2 Viral, Ketegaran Tuai Pujian

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Air Rumah Keruh? Ini 4 Cara Ampuh Bikin Jernih Lagi

Air Rumah Keruh? Ini 4 Cara Ampuh Bikin Jernih Lagi

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo

Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:34 WIB

PSSI Naikkan Harga Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026, Paling Murah Rp250 Ribu

PSSI Naikkan Harga Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026, Paling Murah Rp250 Ribu

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Tak Lagi ke Menko Airlangga, Menperin Sarmuji Bakal Lapor Soal Industri ke Bahlil

Tak Lagi ke Menko Airlangga, Menperin Sarmuji Bakal Lapor Soal Industri ke Bahlil

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?

Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak Pinjol dan Judol: Harta Bukan Tujuan Hidup

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak Pinjol dan Judol: Harta Bukan Tujuan Hidup

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Beras Fortifikasi Palsu Beredar, Apa Dampaknya bagi Tubuh dan Seberapa Bahaya?

Beras Fortifikasi Palsu Beredar, Apa Dampaknya bagi Tubuh dan Seberapa Bahaya?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:28 WIB

×