Puluhan Ribu Vodca dan Wisky Oplosan Diproduksi di Desa Ini

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 18 April 2018 | 06:15 WIB
Puluhan Ribu Vodca dan Wisky Oplosan Diproduksi di Desa Ini
Jajaran Sat Reskrim Polres Muba dan Polsek Sanga Desa membongkar pabrik rumahan minuman keras oplosan jenis vodca dan wisky di Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa, Senin (16/4/2018) sekitar pukul 22.00 WIB. (suara.com/Andhiko)

Suara.com - Jajaran Sat Reskrim Polres Muba dan Polsek Sanga Desa membongkar pabrik rumahan minuman keras oplosan jenis vodca dan wisky di Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa, Senin (16/4/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Pabrik miras oplosan tersebut digerebek berkat informasi warga terkait aktivitas yang mencurigakan selama satu bulan terakhir di lokasi kejadian. Mendapati hal itu, penyelidikan selama dua hari dilakukan oleh anggota polisi. Setelah dinyatakan positif, maka dilakukan penggerebekkan dilakukan. Saat itu didapati sejumlah pegawai yang sedang meracik miras oplosan.

Miras oplosan sendiri dibuat dengan cara sederhana yakni hanya dengan cara mencampurkan air dan alkohol kandungan tinggi, lalu dimasukkan ke dalam botol-botol bekas minuman keras yang sebelumnya telah dikumpulkan dan dibersikan. Selanjutnya disegel dan siap dijual.

"Modusnya dengan mendirikan rumah makan, untuk pengiriman miras ke beberapa daerah dengan menggunakan surat DO palsu. Untuk pemilik modal saat ini sedang dalam pengejaran dan identitasnya telah diketahui," ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti.

Dari penggerebekkan tersebut sejumlah barang bukti diamankan berupa 154 karung. Setiap karung berisikan 132 botol dengan total 20.328 botol, 720 botol siap isi, 48 botol yang sudah terisi miras oplosan, 30 drum dengan rincian 11 drum berisikan alkohol, 1 tedmon ukuran 500 liter miras oplosan.

Untuk tutup botol miras merk mansion 28 kardus, setiap kardus berisikan 1.440 buah tutup botol, mesin press botol 2 buah, mesin aduk 1 buah, label merk mansion dan vodka 5 kardus, 1 unit mobil yang berisi kardus kemasan, 9 botol alkohol ukuran 1 liter, satu buah jeriken berisikan 5 liter alkohol, pewarna makanan 4 kaleng.

Selain barang bukti, turut serta diamankan delapan orang yang berada di lokasi yakni Abu Naim (64), Bayu Samboaga (20), Putra muslim (22), Tommy (23), Rezalian (24), Riki Apriansyah (20), Dian saputra (23), Andi (20).

"Saat penggerebekkan ada delapan orang pekerja di lokasi yang tengah membuat miras dan sudah diamankan. Pelaku dikenakan UU Kesehatan dan perlindungan konsumen," jelas dia.

Di saat yang hampir bersamaan, atau sekitar pukul 22.30 WIB, jajaran Sat Reskrim dan Polsek Sekayu juga menggagalkan pengiriman 4.320 miras oplosan yang berasal dari pabrik miras oplosan tersebut di Jalinteng tepatnya di Desa Sukarami Kecamatan Sekayu. Ribuan botol miras tersebut hendak dikirim ke Kabupaten Lahat dengan menggunakan Delivery Order (DO) air mineral.

baca juga

Sementara, salah satu pelaku, Abu Naim menjelaskan, pabrik tersebut mulai beroperasi sejak satu bulan terakhir. Saat ini baru mampu memproduksi 15 dus per hari, untuk setiap dua berisikan 48 botol.

"Setiap botol dijual dengan harga Rp15 ribu. Pengiriman baru dilakukan tiga kali yakni ke Mura Enim, Lahat dan Palembang. Untuk alkohol kita pesan dari Palembang dan Jakarta. Sekarang omsetnya ratusan juta setiap bulan," jelas pria yang dipercaya sebagai kepala pekerja ini.

Kepala Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa, Asmana, mengatakan, keberadaan pekerja di desa itu sejak 1 April 2018. Saat tiba para pekerja mengatakan akan membuka rumah makan, sehingga tidak timbul kecurigaan.

"Mereka mengatakan hendak buka rumah makan. Sekitar satu minggu lalu mengantarkan surat permohonan izin namun tidak saya tandatangani," kata dia.

Menurut Asmana, sebelumnya di lokasi penggerebekkan memang pernah berdiri rumah makan, namun ditutup karena sang pemiliknya meninggal dunia. Tidak lama waktu, pekerja datang dan menyatakan hendak membuka kembali rumah makan di lokasi.

"Kita tidak tahu, akhirnya terungkaplah kasus ini," pungkasnya. [Andhiko Tungga Alam]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Razia Miras Oplosan, Kapolda: Jangan Ada Lagi Korban Jiwa

Razia Miras Oplosan, Kapolda: Jangan Ada Lagi Korban Jiwa

News | Selasa, 17 April 2018 | 18:21 WIB

Pedagang Mie Rebus Ditangkap Jual Miras Oplosan di Botol Mineral

Pedagang Mie Rebus Ditangkap Jual Miras Oplosan di Botol Mineral

News | Senin, 16 April 2018 | 08:12 WIB

Obi Mesakh Tewas Setelah Tenggak Miras Oplosan di Kantor

Obi Mesakh Tewas Setelah Tenggak Miras Oplosan di Kantor

News | Senin, 16 April 2018 | 07:58 WIB

Sebanyak 307 Botol Miras Ilegal di Padang Disita Polisi

Sebanyak 307 Botol Miras Ilegal di Padang Disita Polisi

News | Senin, 16 April 2018 | 07:54 WIB

Terus Bertambah, 61 Warga Jawa Barat Tewas karena Miras Oplosan

Terus Bertambah, 61 Warga Jawa Barat Tewas karena Miras Oplosan

News | Minggu, 15 April 2018 | 15:43 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×