Solihin Kubur Anak Lumpuh Otak di Pasir Berbau Kotoran Kucing

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 18 April 2018 | 07:00 WIB
Solihin Kubur Anak Lumpuh Otak di Pasir Berbau Kotoran Kucing
Lubang pasir yang dibuat Solihin untuk mengubur setengah badan anaknya, Ahmad Musofi (6), yang menderita lumpuh otak, sebagai terapi. Hal itu dilakukan karena tak punya biaya untuk pengobatan. [Bantennews]

Suara.com - Ahmad Musofi (6) hanya mampu terbaring lemah tak berdaya. Bocah asal Kampung Kedayon, RT 07 RW 02, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten menderita cerebral palsy atau lumpuh otak.

Solihin (38), orang tua Musofi, mengakui tak bisa berbuat banyak untuk mengobati anaknya ke rumah sakit.

Solihin akhirnya hanya bisa melakukan terapi dengan cara mengubur setengah badan anaknya menggunakan pasir. Solihin sengaja membuat bak pasir dengan cara menggali tanah di depan halaman rumah. Pada bak pasir buatannya itu, Solihin berharap dengan cara mengubur anaknya, dapat melatih otot-otot Musofi yang lemah.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten menilai pengobatan alternatif yang dilakukan oleh Solihin terhadap Ahmad Musofi tidak memenuhi aturan medis kesehatan. Bak pasir dari galian tanah tersebut malah membuat kaki Musofi mengalami iritasi.

“Kalau melihat kondisi lokasi terapi saat ini tidak higienis, mungkin ada kuman dan sebagainya. Ada upaya untuk pengobatan alternatif tapi harus mempertimbangkan kesehatannya, jangan sampai memperburuk kesehatannya,” kata Ketua LPA Banten, Uut Lutfi ditemui di kediaman Solihin di Kampung Kedayon, RT 07 RW 02, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (17/4/2018).

Kondisi bak pasir yang digunakan untuk mengubur kaki Musofi kerap dipenuhi oleh kotoran kucing. Bau tidak sedap tercium dari tumpukkan pasir tersebut.

“Kami mendorong Dinas Sosial Kota Serang untuk memfasilitasi PBI agar bisa mengakses pengobatan gratis,” kata Uut.

Selain itu, kondisi lingkungan rumah Solihin terlihat kumuh. Tidak ada sanitasi yang baik. Bagian depan masih banyak tempat penampungan air yang tidak terawat dan menjadi tempat genangan air. Sementara pada bagian belakang tidak terlihat saluran air pembuangan.

Terhadap pihak Kepala Desa setempat Uut pun mengimbau agar tak bosan memberikan sosialisasi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan warga.

“Bukan tidak mungkin kondisi ini (Musofi) karena ketika ibunya mengandung tidak mendapat gizi yang cukup,” ujarnya.

Berita ini kali pertama diterbitkan bantennews.co.id dengan judul: Metode “Kubur Anak” Keluarga Pasien Miskin di Kota Serang Tidak Layak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Punya Uang untuk Berobat, Solihin Pilih 'Kubur' Buah Hatinya

Tak Punya Uang untuk Berobat, Solihin Pilih 'Kubur' Buah Hatinya

News | Selasa, 17 April 2018 | 16:37 WIB

Pedagang Mie Rebus Ditangkap Jual Miras Oplosan di Botol Mineral

Pedagang Mie Rebus Ditangkap Jual Miras Oplosan di Botol Mineral

News | Senin, 16 April 2018 | 08:12 WIB

Miskin, Satu Keluarga Singapura Memilih Tinggal di Bandara Changi

Miskin, Satu Keluarga Singapura Memilih Tinggal di Bandara Changi

News | Minggu, 18 Februari 2018 | 01:57 WIB

Dikecam, Bupati Serang Panggil Bocah SD yang Bikin Surat Terbuka

Dikecam, Bupati Serang Panggil Bocah SD yang Bikin Surat Terbuka

News | Selasa, 05 Desember 2017 | 08:52 WIB

Serang Perempuan Prancis Pakai Palu, Pelaku Teriak Allahu Akbar

Serang Perempuan Prancis Pakai Palu, Pelaku Teriak Allahu Akbar

News | Sabtu, 16 September 2017 | 04:52 WIB

Terkini

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:26 WIB

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:21 WIB

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:07 WIB

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB