alexametrics

Banyak Ledakan Bom, Wiranto: Masyarakat Tetap Tenang

Pebriansyah Ariefana | Dian Rosmala
Banyak Ledakan Bom, Wiranto: Masyarakat Tetap Tenang
Menkopolhukam Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Akibat pemboman itu, 14 orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka.

Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang. Masyarakat harus tetap menjalankan kegiatan sehari-hari seperti biasa.

"Masyarakat tetap tenang, tetap menjalankan kegiatan sehari hari," kata Wiranto di rumah dinasnya, Jalan Denpasar No.8, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2018).

Menurut Wiranto, aparat keamanan akan meningkatkan penjagaan keamanan di lingkungan masyarakat. Hal telah menjadi intruksi langsung Presiden Joko Widodo kepada aparat kepolisian dan TNI.

"Diperintahkan oleh presiden agar aparat kepolisian dibantu TNI mengerahkan keamanan nasional. menjaga ketertiban masyarakat," ujar Wiranto.

Baca Juga: Menteri Yohana Kesal Teroris Ajak Perempuan dan Anak Bom Gereja

Kamarin bom meledak di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Gereja Kristen Indonesia Diponegoro dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. Pelaku bom ini ada 6 orang, mereka semua berkeluarga. Mereka adalah Dita Uprianto dan istrinya, Puji Kuswati. Lalu keempat anak terdiri dari Fadila Sari (12), Famela Rizkita (9), Yusuf Fadhil (18), dan Firman Halim (16).

Dita melakukan pengeboman di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Puji bersama Famela dan Fadila mengebom di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro (GKI Diponegoro). Terakhir Yusuf dan Firman melakukan pengeboman di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel.

Akibat pemboman itu, 14 orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka. (Achmad Ali)