Ayo Lawan Terorisme dengan Donasi Buku

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 17 Mei 2018 | 16:43 WIB
Ayo Lawan Terorisme dengan Donasi Buku
Ilustrasi donasi buku. (Shutterstock)

Suara.com - Donasi buku untuk mendukung pendidikan, itu sudah biasa. Tapi donasi buku untuk lawan terorisme? Inilah cara unik yang dilakukan PT Pos Indonesia, yaitu mengajak masyarakat untuk mendonasikan buku bacaan bermutu yang mengusung pentingnya toleransi ke berbagai taman baca yang tersebar di seluruh Indonesia tanpa memungut biaya pengiriman alias gratis.

Bertepatan dengan Hari Buku Nasional, PT Pos Indonesia meluncurkan 'Gerakan Literasi untuk Toleransi'. Selain itu, tanggal 17 Mei ini juga dilakukan pengukuhan program Donasi Buku untuk Masyarakat melalui Kantor Pos yang sudah berjalan selama satu tahun.

PT Pos Indonesia ajak lawan terorisme dengan donasi buku. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

Noer Fajrieansyah, Direktur Hubungan Strategis dan Kelembagaan PT Pos Indonesia, mencatat bahwa selama setahun pihaknya telah berhasil mendistribusikan 160.463 kilogram buku ke taman bacaan yang ada di seluruh Indonesia.

"Pengiriman tertinggi berasal dari Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, dengan daerah tujuan yang paling banyak adalah Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat," ujar Noer pada temu media di Kantor Pos Indonesia, Kamis (17/5/2018).

Program Donasi Buku gratis dilakukan setiap tanggal 17 setiap bulannya, dan akan terus berlanjut. Masyarakat yang ingin turut berkontribusi mencerdaskan bangsa, bisa mendatangi kantor pos di seluruh Indonesia dan mengunjungi loket pos untuk memberikan paket buku yang akan didonasikan.

"Untuk memastikan buku yang dikirimkan berkualitas, kami telah menyusun strategi baru, yaitu dengan mengimbau pengirim donasi buku menggunakan sampul bening sehingga dapat terawasi," ujar Noer.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyambut baik gerakan yang diinisasi PT Pos Indonesia ini. Ia mengimbau buku-buku dengan konten toleransi lebih diutamakan agar anak-anak Indonesia bisa menghormati perbedaan dan hidup rukun tanpa memandang suku bangsa, agama, dan ras.

"Pesan saya, harus ada tim skrining untuk melihat isi buku. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menyalahgunakan dengan memberi buku intoleran. Harus dihitung juga sasarannya. Jangan sampai salah sasaran. Buku dewasa, ya, untuk orang dewasa, dan buku anak-anak untuk anak anak. PT Pos Indonesia harus mengatur strategi agar tepat sasaran," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menyedihkan, Masyarakat Indonesia Cuma Baca 5 - 9 Buku Per Tahun

Menyedihkan, Masyarakat Indonesia Cuma Baca 5 - 9 Buku Per Tahun

Lifestyle | Senin, 26 Maret 2018 | 17:17 WIB

Melihat Keindahan Bawah Laut NTT Lewat "Sikka Underwater"

Melihat Keindahan Bawah Laut NTT Lewat "Sikka Underwater"

Lifestyle | Jum'at, 22 Desember 2017 | 06:30 WIB

Lagi, Ditemukan Buku Berisi Yerusalem Ibu Kota Israel

Lagi, Ditemukan Buku Berisi Yerusalem Ibu Kota Israel

News | Jum'at, 22 Desember 2017 | 06:00 WIB

Terkini

KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando

KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:46 WIB

Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo

Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:41 WIB

Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:39 WIB

Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal

Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:38 WIB

Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI

Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:30 WIB

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:27 WIB

Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil

Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:24 WIB

Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok

Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:23 WIB

Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB

Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:19 WIB

Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, Puan Maharani Ajak UMKM Beralih ke Kemasan Daun

Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, Puan Maharani Ajak UMKM Beralih ke Kemasan Daun

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:19 WIB