Video Viral Emak-Emak di Surabaya Marahi Teroris

Reza Gunadha

Minggu, 20 Mei 2018 | 18:24 WIB
Video Viral Emak-Emak di Surabaya Marahi Teroris
[Facebook]

Suara.com - Kota Surabaya, Jawa Timur, sepanjang pekan ini, dalam situasi yang mencekam. Itu setelah terjadi aksi bom bunuh diri teroris di sejumlah kawasan.

Banyak warga yang merasa cemas untuk beraktivitas seperti biasa. Tak ayal, warga Surabaya ramai-ramai menyatakan perang terhadap terorisme.

Tak terkecuali seorang ibu-ibu yang menyampaikan kemarahannya kepada teroris di ruang publik. Aksi marah-marah ibu itu terekam video amatir dan viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 21 detik itu, sekumpulan ibu-ibu marah bahkan beberapa kali mengumpat. Umpatan khas Surabaya tersebut ditujukan kepada para teroris yang tak hentinya melakukan teror bom, hingga merusak tempat ibadah dan kantor polisi.

"Hah! Kate dadi opo dekne. Yo'opo carane diusir teko Suroboyo ae. Jancok! Ojok wanimu jihat-jihat tok ae cok! Jihat iku ojok ngejak-ngejak uwong cok! Awak dewe iku jek kepingin mangan enak cok!," begitulah ungkapan dalam bahasa jawa yang dusampaikan seorang ibu.

Artinya kira-kira: "Hah! Mau jadi apa dia. Bagaimana caranya diusir dari Surabaya saja. Jancok! Jangan beranimu jihat-jihat saja cok! Jihat itu jangan ajak-ajak orang cok! Saya ini masih pengen makan enak cok!”.

Untuk diketahui, bom bunuh diri yang dilakukan terduga teroris dan melibatkan anak-anak mereka ada di 4 titik di Surabaya.

Ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya terjadi pada Minggu (13/5/2018) pagi sekitar pukul 07.30. Ledakan tersebut berasal dari bom mobil yang dilakukan terduga teroris Dita Oeprianto.

Saat itu, bom bunuh diri juga terjadi di dua gereja lainnya. Di gereja GKI Jalan Diponegoro, dilakukan oleh istri Dita bersama dua anak perempuannya.

baca juga

Beruntung, seorang satpam berhasil mencegahnya sehingga tidak banyak korban. Namun, seorang satpam terluka dan dularikan ke rumah sakit.

Sedangkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela, bom bunuh diri dilakukan dua anak lelaki Dita. Mereka merangsek ke kerumunan jemaat dengan menggunakan motor.

Ledakannya cukup kuat sehingga memakan banyak korban luka dan korban jiwa termasuk anggota Polri. Bahkan dari ledakan tersebut, anggota tubuh pelaku dan juga seorang relawan bernama Bayu hancur.

Di Polrestabes Surabaya, bom bunuh diri dilakukan Tri Murtiono beserta istri dan tiga anaknya dengan menggunakan dua motor pada Senin (14/5/2018) pagi.

Tri Murtio, istri dan dua anak lelakinya tewas du tempat kejadian. Satu anak perempuan Tri dengan inisial AA, umur 8 tahun selamat. [Achmad Ali]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jenazah Teroris Ditolak Warga, Gubernur Jatim: Itu Sanksi Sosial

Jenazah Teroris Ditolak Warga, Gubernur Jatim: Itu Sanksi Sosial

News | Minggu, 20 Mei 2018 | 16:49 WIB

Aspal Runway Juanda Amblas, 16 Penerbangan Lion Group Terdampak

Aspal Runway Juanda Amblas, 16 Penerbangan Lion Group Terdampak

News | Minggu, 20 Mei 2018 | 16:40 WIB

Aspal Runway Juanda Amblas, Lion Air ke Denpasar Delay 3 Jam

Aspal Runway Juanda Amblas, Lion Air ke Denpasar Delay 3 Jam

News | Minggu, 20 Mei 2018 | 16:04 WIB

Ayah, Aku Tak Ingin Mati sebagai Teroris....

Ayah, Aku Tak Ingin Mati sebagai Teroris....

News | Minggu, 20 Mei 2018 | 15:19 WIB

Sebelum Mengebom di Surabaya, Firman Menangis Pada Ayahnya

Sebelum Mengebom di Surabaya, Firman Menangis Pada Ayahnya

News | Sabtu, 19 Mei 2018 | 13:07 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×