Jenazah Teroris Ditolak Warga, Gubernur Jatim: Itu Sanksi Sosial

Reza Gunadha

Minggu, 20 Mei 2018 | 16:49 WIB
Jenazah Teroris Ditolak Warga, Gubernur Jatim: Itu Sanksi Sosial
Keluarga terduga teroris Dita Uprianto dan istrinya, Puji Kuswati. (Istimewa)

Suara.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, penolakan pemakaman para pelaku teror di wilayahnya sepekan lalu oleh warga adalah bentuk hukuman sosial dari masyarakat.

"Saat ini, masyarakat telah memberikan hukuman atau sanksi sosial, seperti reaksi tidak boleh dimakamkan di daerahnya," ujarnya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu (20/5/2018), seperti diberitakan Antara.

Menurut dia, reaksi tersebut menunjukkan masyarakat mulai merasa pentingnya hidup berdampingan secara plural, damai, dan sepakat bahwa kekerasan tidak menyelesaikan masalah.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga telah mengetahui bahwa terorisme bukan perintah agama, karena tidak ada agama mana pun yang membenarkannya.

"Sangat tidak dibenarkan ajaran radikalisme dan semua agama menolak kekerasan, apalagi sampai melakukan pembunuhan seperti itu," ucap Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Kendati demikian, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut mengakui sudah tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk selanjutnya mencarikan makam bagi para pelaku teror.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin mengakui, sampai kekinian, sudah 10 jenazah dari 13 mayat teroris yang diambil keluarga untuk dimakamkan.

Tiga dari 10 yang sudah dikembalikan kepada keluarga adalah, pelaku bom Rusunawa Wonocolo, masing-masing atas nama Anton Ferdiyanto (46), Hilia Aulia Rahman (18) dan Sari Puspitarini (47). Ketiganya dimakamkan di Sidoarjo.

Namun, Machfud enggan mengungkapkan identitas tujuh jenazah lainnya yang sudah diserahkan kepada keluarga. Ia juga tak mau mengungkap lokasi pemakaman ketujuh jenazah tersebut.

baca juga

"Jadi, hanya tinggal tiga jenazah yang belum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, karena masih menunggu hasil DNA. Tapi untuk yang lainnya sudah selesai dan dimakamkan," kata Machfud.

Sebelumnya, lima insiden ledakan terjadi selama dua hari di wilayah Jawa Timur. Aksi pertama terjadi pada Minggu (13/5), yakni bom bunuh diri di tiga gereja berbeda.

Ketiga gereja yang menjadi lokasi aksi bom bunuh diri teroris itu ialah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di wilayah Ngagel, Gereja Kristen Indonesia Wonokromo Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta di Jalan Raya Arjuno.

Kemudian, Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB, bom meledak di Rusunawa Blok B lantai 5 Kelurahan Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, serta pada Senin (14/5) pagi pukul 08.50 WIB bom meledak di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ayah, Aku Tak Ingin Mati sebagai Teroris....

Ayah, Aku Tak Ingin Mati sebagai Teroris....

News | Minggu, 20 Mei 2018 | 15:19 WIB

Istri Korban Bom GKI Surabaya Telah Memaafkan Pelaku

Istri Korban Bom GKI Surabaya Telah Memaafkan Pelaku

News | Sabtu, 19 Mei 2018 | 19:00 WIB

Pembahasan RUU Terorisme Ditargetkan Tuntas 23 Mei

Pembahasan RUU Terorisme Ditargetkan Tuntas 23 Mei

News | Sabtu, 19 Mei 2018 | 14:26 WIB

Mantan Teroris Ungkap Alasan Anak-anak Kini Diajak Ikut Serta

Mantan Teroris Ungkap Alasan Anak-anak Kini Diajak Ikut Serta

News | Sabtu, 19 Mei 2018 | 13:12 WIB

Sebelum Mengebom di Surabaya, Firman Menangis Pada Ayahnya

Sebelum Mengebom di Surabaya, Firman Menangis Pada Ayahnya

News | Sabtu, 19 Mei 2018 | 13:07 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×