Muslim Ahmadiyah Diusir saat Puasa, Ibu Hamil Jadi Korban

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 21 Mei 2018 | 18:40 WIB
Muslim Ahmadiyah Diusir saat Puasa, Ibu Hamil Jadi Korban
Sekelompok massa menodai kesucian bulan Ramadan 2018, dengan melakukan aksi perusakan dan pengusiran warga Muslim Ahmadiyah di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/5/2018). [PB JAI]

Suara.com - Juru bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Yendra Budiandra menjelaskan, terdapat puluhan korban akibat persekusi yang dilakukan sekelompok orang terhadap jemaahnya di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu dan Minggu (19-20 Mei 2018).

Berdasarkan data yang dihimpun JAI, sebanyak 24 warga komunitas Ahmadiyah Lombok Timur menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Rumah-rumah mereka dirusak, dan penghuninya diusir keluar kampung. Yendra menjelaskan, 21 di antara korban adalah perempuan dan anak-anak, termasuk ibu hamil.

"Mengakibatkan 21 wanita dan anak serta 3 laki-laki dewasa harus kehilangan tempat tinggalnya. Kehilangan harta bendanya, tidak bisa mencari nafkah, ancaman kekerasan jiwa dan trauma," jelas Yendra di Kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Lebih lanjut Yendra menjelaskan, ibu hamil tersebut sempat pingsan karena mengetahui rumahnya akan diratakan dengan tanah.

"Ibu hamil pingsan karena dia mendengar diinformasikan mungkin oleh tetangga-tetangganya, bahwa rumahnya setelah dirusak itu kemudian mau dihancurkan dan diratakan," jelasnya.

Selain itu, anak-anak juga mengalami traumatis akibat persekusi yang dilakukan sekelompok orang tersebut. Selain mengalami traumatis, terdapat beberapa anak yang tidak bisa mengikuti ujian sekolah.

"Anak-anak itu sangat takut melihat aparat kepolisian, jadi traumatis karena berulang kali kejadianny. Sebelum tanggal 19-20, sudah ada indikasi-indikasi ke arah sana. Ada 8 anak yang tidak bisa ikut ujian, SD dan SMP," katanya.

Yendra menambahkan, hingga kekinian, para korban masih mengungsi di Mapolres Lombok Timur dan belum tahu kapan akan kembali ke rumahnya masing-masing.

baca juga

"Belum ada kepastian karena saat ini, pertama, tidak bisa kembali ke rumah. Karena rumahnya tidak bisa dihuni. Kedua, yang lebih penting belum ada jaminan masalah keamanan kalau kembali ke sana," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi Kekerasan Terhadap Ahmadiyah di NTB Bisa Rusak Pariwisata

Aksi Kekerasan Terhadap Ahmadiyah di NTB Bisa Rusak Pariwisata

News | Senin, 21 Mei 2018 | 17:32 WIB

Mendagri Buka Suara soal Persekusi Jamaah Ahmadiyah di Lombok

Mendagri Buka Suara soal Persekusi Jamaah Ahmadiyah di Lombok

News | Senin, 21 Mei 2018 | 12:03 WIB

Mendagri: Aturan Daerah Hambat Jemaat Ahmadiyah Punya e-KTP

Mendagri: Aturan Daerah Hambat Jemaat Ahmadiyah Punya e-KTP

News | Senin, 21 Mei 2018 | 11:22 WIB

Diserang, Ahmadiyah Minta Perlindungan Negara

Diserang, Ahmadiyah Minta Perlindungan Negara

News | Senin, 21 Mei 2018 | 01:00 WIB

Rumahnya Dihancurkan, Muslim Ahmadiyah Lombok Diusir saat Puasa

Rumahnya Dihancurkan, Muslim Ahmadiyah Lombok Diusir saat Puasa

News | Minggu, 20 Mei 2018 | 13:40 WIB

Terkini

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

×