Menhan Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Ajak Anak-anak, Orang Gila

Pebriansyah Ariefana | Lili Handayani
Menhan Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Ajak Anak-anak, Orang Gila
Petugas melakukan olah TKP di lokasi bom bunuh diri di GPSS Arjuno, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/5).

Pelaku tidak masuk akal mengajak anak kecil untuk melakukan bom bunuh diri.

Suara.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyebut pelaku bom bunuh diri yang mengajak anaknya untuk meledakan bom adalah orang tidak waras. Menurut dia pelaku tidak masuk akal mengajak anak kecil untuk melakukan bom bunuh diri.

Makanya, dia menyinggung soal revisi Undang-Undang Terorisme yang tak kunjung selesai. JIka tidak segera diselesaikan, maka negara terancam tidak akan aman.

“Coba, ada ibu bawa anaknya perempuan, anaknya itu disayang-sayang, digigit nyamuk nggak boleh. Ini disuruh bawa bom, itu sudah fikiran orang gila. Jadi, kita menghadapi orang gila sekarang,” ujarnya Ryamizard usai memberi pembekalan bagi anggota TNI, di Gir Kartika Divisi I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa (22/5/2018).

Ia memengatakan jika hal tersebut tidak dihadapi sekarang sangat berbahaya. “Wah bahaya orang gila. Bukan masalah jihad tapi orang gila,” tambahnya.

Jadi, mengenai RUU Teroris yang dipercepat ini, ia menilai memang harus terus didorong. Karena tujuannya hanya untuk bangsa dan negara ini.

“Namanya UU teroris itu, masak kita udah beberapa kali dihajar begitu masih mundur lagi. Bagus menghadapi teroris bagaimana siapa aja itu harus segera ajalah. Jangan sampai kayaknya kita ini takut dengan teroris. gak benar,”tuturnya.

Sebelumnya ledakan bom bunuh diri dengan membawa serta keluarga terjadi Surabaya, Jawa Timur. Pelaku membom 3 gereja dan Polrestabes Surabaya. 

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS