Begini Jadinya Emak-emak Surabaya Lawan Teroris

Dythia Novianty

Minggu, 20 Mei 2018 | 06:47 WIB
Begini Jadinya Emak-emak Surabaya Lawan Teroris
Aksi simpati bom Surabaya. [Shutterstock]

Suara.com - Aksi bom bunuh diri dengan melibatkan anak-anak yang dilakukan di beberapa tempat di Kota Surabaya mendapat kecaman dari masyarakat. Imbasnya, Surabaya mencekam dan banyak warga yang merasa ketakutan untuk beraktivitas seperti biasa.

Dari kondisi tersebut, melalui video dengan bahasa jawa sekumpulan emak-emak (ibu-ibu) menyampaikan kemarahannya kepada pelaku teror bom bunuh diri di Surabaya.

Pengamatan Suara.com, dalam video berdurasi 21 detik itu sekumpulan ibu-ibu marah bahkan beberapa kali mengumpat. Umpatan khas Surabaya tersebut ditujukan kepada para teroris yang tak hentinya melakukan teror bom, hingga merusak tempat ibadah dan kantor polisi.

"Hah! Kate dadi opo dekne. Yo'opo carane diusir teko Suroboyo ae. Jancok! Ojok wanimu jihat-jihat tok ae cok! Jihat iku ojok ngejak-ngejak uwong cok! Awak dewe iku jek kepingin mangan enak cok!," begitulah ungkapan dalam bahasa jawa yang dusampaikan seorang ibu.

"Hah! Mau jadi apa dia. Bagaimana caranya diusir dari Surabaya saja. Jancok! Jangan beranimu jihat-jihat saja cok! Jihat itu jangan ajak-ajak orang cok! Saya ini masih pengen makan enak cok!," begitulah ungkapan kemarahan warga Surabaya yang telah di terjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Catatan Suara.com, bom bunuh diri yang dilakukan terduga teroris dan melibatkan anak-anak mereka ada di 4 titik di Surabaya.

Ledakan di GPPS Arjuno terjadi pada Minggu (13/5/2018) pagi sekitar pukul 07.30. Ledakan tersebut berasal dari bom mobil yang dilakukan terduga teroris Dita Oeprianto.

Saat itu, bom bunuh diri juga terjadi di dua gereja lainnya. Di gereja GKI Jalan Diponegoro, dilakukan oleh istri Dita bersama dua anak perempuannya. Beruntung, seorang satpam berhasil mencegahnya sehingga tidak banyak korban. Namun, seorang satpam terluka dan dularikan ke rumah sakit.

Sedangkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela, bom bunuh diri dilakukan dua anak lelaki Dita. Mereka merangsek ke kerumunan jemaat dengan menggunakan motor.

baca juga

Ledakannya cukup kuat sehingga memakan banyak korban luka dan korban jiwa termasuk anggota Polri. Bahkan dari ledakan tersebut, anggota tubuh pelaku dan juga seorang relawan bernama Bayu hancur.

Di Polrestabes Surabaya, bom bunuh diri dilakukan Tri Murtiono beserta istri dan tiga anaknya dengan menggunakan dua motor pada Senin (14/5/2018) pagi. Tri Murtio, istri dan dua anak lelakinya tewas du tempat kejadian. Satu anak perempuan Tri dengan inisial AA, umur 8 tahun selamat.(Achmad Ali)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebut Bom Surabaya sebagai Pengalihan Isu, Polisi Tahan Dosen USU

Sebut Bom Surabaya sebagai Pengalihan Isu, Polisi Tahan Dosen USU

News | Minggu, 20 Mei 2018 | 01:45 WIB

Polisi Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya Mulai Pulih

Polisi Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya Mulai Pulih

News | Minggu, 20 Mei 2018 | 00:45 WIB

Sebelum Wafat, Korban Bom Mobil Arjuno Sempat Sekali Minta Minum

Sebelum Wafat, Korban Bom Mobil Arjuno Sempat Sekali Minta Minum

News | Sabtu, 19 Mei 2018 | 18:30 WIB

Istri Korban Bom GKI Surabaya Telah Memaafkan Pelaku

Istri Korban Bom GKI Surabaya Telah Memaafkan Pelaku

News | Sabtu, 19 Mei 2018 | 19:00 WIB

Sebelum Mengebom di Surabaya, Firman Menangis Pada Ayahnya

Sebelum Mengebom di Surabaya, Firman Menangis Pada Ayahnya

News | Sabtu, 19 Mei 2018 | 13:07 WIB

Sudah Digali, Makam untuk Pelaku Bom Gereja Surabaya Diuruk Lagi

Sudah Digali, Makam untuk Pelaku Bom Gereja Surabaya Diuruk Lagi

News | Jum'at, 18 Mei 2018 | 12:42 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×