E-KTP Tercecer di Bogor, Kemendagri Evaluasi Prosedur Pengiriman

Bangun Santoso

Senin, 28 Mei 2018 | 14:50 WIB
E-KTP Tercecer di Bogor, Kemendagri Evaluasi Prosedur Pengiriman
E-KTP Tercecer di Bogor akan dimusnahkan. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Ribuan KTP elektronik atau e-KTP yang tercecer di Jalan Raya Salabenda, Kemang, Kabupaten Bogor baru saja bikin heboh khalayak ramai. Atas kejadian itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap Standar Opersional Prosedur (SOP) akan proses pengiriman Barang Milik Negara (BMN).

"Untuk jasa pengiriman yang kemarin, kita berikan sanksi, yakni tidak akan mempergunakan jasa mereka kembali," kata Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif, di Mapolres Bogor, Jawa Barat, Senin (28/5/2018).

Zudan mengatakan, sebelum ditemukan tercecer, terdapat 6.000 e-KTP dari berbagai daerah yang diangkut menggunakan jasa ekspedisi dari Kantor Dukcapil Pasar Minggu, Jakarta Selatan menuju gudang penyimpanan Kemendagri di wilayah Semplak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Dua kardus berisi ribuan KTP itu ditumpuk di atas meja, diikat selanjutnya ditutupi terpal menggunakan kendaraan pick-up. Ada kemungkinan, tali pengikat longgar hingga kardus terjatuh dan e-KTP tercecer saat melintas di Jalan Salabenda," Zudan menjelaskan.

Zudan juga memastikan e-KTP yang tececer itu sudah tidak bisa digunakan olah siapa pun karena dalam kondisi rusak maupun kesalahan data input saat penyetakan. Sesuai arahan Mendagri, setiap e-KTP yang tidak digunakan akan dimusnahkan dengan cara dipotong.

"Kondisi e-KTPnya, baik. Tapi kami yakinkan, terjadi kerusakan pada elemen datanya. Pagi ini sudah kita tugaskan 50 orang dari kantor (Kemendagri) untuk ke gudang memotong semua (e-KTP) yang ada di sana. Sehingga persoalan e-KTP tercecer ini lebih clear," Zudan memungkasi.

Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan adanya ribuan e-KTP yang tercecer di ruas Jalan Raya Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu 26 Mei 2018 lalu.

Ribuan e-KTP tersebut terjatuh dari sebuah truk engkel yang tengah melintas dari arah Kayumanis menuju Parung. Dari hasil penyelidikan, Polres Bogor memastikan tidak ada unsur pidana atas peristiwa tersebut, melainkan murni kelalaian pihak ekspedisi. (Rambiga)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

E-KTP Tercecer di Bogor, Polisi: Tak Ada Unsur Pidana

E-KTP Tercecer di Bogor, Polisi: Tak Ada Unsur Pidana

News | Senin, 28 Mei 2018 | 12:58 WIB

Benarkah e-KTP yang Tercecer di Bogor Barang Bukti KPK?

Benarkah e-KTP yang Tercecer di Bogor Barang Bukti KPK?

News | Senin, 28 Mei 2018 | 11:24 WIB

e-KTP Tercecer di Bogor, Pejabat  Dukcapil Dimutasi Tanpa Jabatan

e-KTP Tercecer di Bogor, Pejabat Dukcapil Dimutasi Tanpa Jabatan

News | Minggu, 27 Mei 2018 | 15:28 WIB

e-KTP Tercecer di Jalanan Bogor, Mendagri: Pasti Ada Sabotase

e-KTP Tercecer di Jalanan Bogor, Mendagri: Pasti Ada Sabotase

News | Minggu, 27 Mei 2018 | 15:13 WIB

Dirjen Dukcapil: e-KTP yang Tercecer di Bogor Rusak atau Invalid

Dirjen Dukcapil: e-KTP yang Tercecer di Bogor Rusak atau Invalid

News | Minggu, 27 Mei 2018 | 12:15 WIB

Terkini

Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara

Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:55 WIB

Borong Tanaman Hias di FLOII Expo 2026 Dapat Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Borong Tanaman Hias di FLOII Expo 2026 Dapat Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Senin, 21 September 2026 | 19:52 WIB

10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya

10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya

Bekaci | Senin, 21 September 2026 | 19:51 WIB

Investasi Emas Makin Mudah, Pegadaian Gandeng blu Hadirkan bluInvest Emas Mulai Rp10 Ribu

Investasi Emas Makin Mudah, Pegadaian Gandeng blu Hadirkan bluInvest Emas Mulai Rp10 Ribu

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:50 WIB

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Amankan Total 14 Orang

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Amankan Total 14 Orang

News | Senin, 21 September 2026 | 19:49 WIB

30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan

30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

News | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?

Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?

News | Senin, 21 September 2026 | 19:38 WIB

Pemerintah Mau Stop Impor Bensin, Menteri Bahlil: 2027 Dimulai dengan E10

Pemerintah Mau Stop Impor Bensin, Menteri Bahlil: 2027 Dimulai dengan E10

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:37 WIB

Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:37 WIB

×