Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan bakal mengetatkan pengamanan di daerah-daerah rawan ancaman teror selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2018.
Tito bahkan menyampaikan akan menerapkan pengamanan body system kepada anggota polisi yang bertugas dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Hari Raya Lebaran.
"Saya minta kepada rekan-rekan juga pengamanan diri masing-masing. Menggunakan body sistem, jadi di daerah-daerah yang dianggap rawan," kata Tito saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2018 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).
Pengamanan body system yang dimaksud Tito yakni, satu personel polisi bersenjata akan mendampingi rekannya yang bertugas melakukan pengamanan di lapangan.
"Anggota tidak bersenjata didampingi oleh anggota yang bersenjata," katanya.
Meski demikian, Tito mengimbau agar anggota polisi tetap waspada terhadap muncul ancaman teror terutama yang bisa berdampak kepada keselamatan anak buahnya.
"Untuk itu kita membantu masyarakat, mengamankan masyarakat, di samping mengamankan diri sendiri," katanya.
Selain itu, Tito mengimbau agar seluruh jajaran Polri yang bertugas melakukan pengamanan ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat agar pelaksanaan mudik lebaran ini bisa berjalan dengan lancar.
"Saya minta pada operasi ini yang pertama kita laksanakan tugas kita dengan tulus, dalam rangka operasi kemanusiaan membantu masyarakat. Sehingga hari raya ini dapat betul-betul dirasakan masyarakat aman dan nyaman," kata dia.
Pelaksaaan Operasi Ketupat 2018 ini akan dilaksanakan sejak 7 hingga 24 Juni 2018 mendatang. Jumlah personel pengamanan yang dikerahkan dalam pengamanan lebaran ini berjumlah 177 ribu yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, Satpol PP.