Mahasiswa UGM Korban Klitih Sebentar Lagi Ujian Skripsi

Bangun Santoso Suara.Com
Jum'at, 08 Juni 2018 | 16:47 WIB
Mahasiswa UGM Korban Klitih Sebentar Lagi Ujian Skripsi
Ilustrasi [shutterstock]

Suara.com - Duka tengah menaungi civitas Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, seorang mahasiswa bernama Dwi Ramadhani Herlangga (25) baru saja menjadi korban klitih hingga meninggal dunia.

Klitih adalah istilah yang biasa digunakan di Yogyakarta untuk menyebut aksi anarkisme sekelompok orang yang identik dengan remaja yang ingin melukai korbannya. Ironisnya, aksi ini kerap dilakukan menggunakan senjata tajam seperti pisau, gir, pedang, samurai atau senjata lainnya.

Dwi Ramadhani Herlangga tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris UGM. Ia diserang sekelompok remaja pada Kamis (7/6/2018) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di kawasan Simpang Empat Mirota Kampus, Jalan C Simanjuntak Yogyakarta.

Saat itu, Dwi bersama rekannya awalnya hendak membagikan sahur gratis kepada masyarakat yang kurang mampu. Tiba-tiba mendadak dipepet oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor. Salah satu dari kedua orang itu lantas mengeluarkan celurit dan menyabetkannya ke arah korban.

Dalam kondisi berlumur darah, Dwi dilarikan ke RSUP dr. Sardjito. Malang tak bisa ditolak, nyawa Dwi tak tertolong, ia menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 06.00 WIB.

Kepala Bidang Humas dan Protokoler UGM, Iva Ariani mengaku keluarga besar UGM amat terpukul dan berduka atas kejadian tersebut. Jenazah almarhum kini sudah dibawa ke rumah duka di Semarang, dengan terlebih dahulu dilepas oleh Wakil Rektor III UGM.

Menurut Iva, sosok Dwi Ramadhani merupakan mahasiswa angkatan 2010 yang sebentar lagi akan melaksanakan ujian skripsi. Draft skripsi Dwi sudah rampung dikerjakan.

Menurut Iva, sosok Dwi adalah mahasiswa yang baik. Itu terlihat dari aktivitasnya melakukan pembagian sahur gratis kepada kaum duafa. Pihak UGM pun akan memberikan dana sosial untuk keluarga.

"Beliau (Dwi) meninggal dalam keadaan baik, kami merasa terpukul dan berduka. Untuk santunan biasanya ada dana sosial yang diberikan kepada keluarga," kata Iva kepada Suara.com melalui sambungan telepon.

Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa UGM maupun masyarakat untuk selalu waspada atas aksi klitih yang akhir-akhir ini telah meresahkan sekaligus mencoreng nama baik Yogyakarta.

"Ini persoalan yang diwaspadai oleh masyarakat Jogja. Ini kaitannya tidak dengan UGM saja. Tapi masyarakat yang tidak nyaman dengan kondisi ini," imbuh Iva (Somad)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI