Heboh Ojol Tolak Penumpang Difabel, Grab Minta Maaf

Bangun Santoso

Rabu, 20 Juni 2018 | 12:01 WIB
Heboh Ojol Tolak Penumpang Difabel, Grab Minta Maaf
Ilustrasi seorang pengemudi Grab. [Shutterstock]

Suara.com - Pengemudi ojek online (ojol) di Makassar bernama Muh Ridwan (25) yang menolak mengantar penumpang difabel low vision (mata) Muh Lutfhi (28) viral di media sosial. Kejadian ini menuai banyak kritikan dari khalayak, khususnya aktivis disabilitas.

Lutfhi didampingi ibu kandung Mursyda (48) dan pengurus Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (Perdik) Sulsel Nur Syarif Ramadan mengadukan peristiwa tersebut ke kantor Grab Area Makassar di kompleks Mal GTC, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar.

Menyikapi hal itu, manajemen Grab Area Makassar melakukan mediasi dan meminta maaf atas perlakuan yang dialami penumpang yang merupakan penyandang difabel itu, di kantornya, Rabu (20/6/2018) pagi.

Manajemen Grab diwakili Marketing Eksekutive Grab Area Makassar Herisiswanto, Operasional Grab Bike Ahmad dan PE Grab Area Makassar Asriadi.

"Kami dari Grab Makassar meminta maaf kepada saudara kita yang difabel atas kejadian kemarin (11/6/2018). Pertemuan ini kita lakukan untuk ke depannya tidak terjadi lagi," ujar Ahmad.

Sedangkan Herisiswanto menerangkan, pasca-kejadian itu, Grab Area Makassar sudah mencanangkan program edukasi terhadap para driver dan masyarakat terkait difabel. Kegiatan itu bakal menggandeng Perdik Sulsel untuk memberi pemahanan terhadap kedua pihak.

"Di beberapa daerah sudah jalan dan ada penanganan khusus untuk teman-teman difabel. Kita bulan ini akan fokus untuk itu. Sederhana saja, bagaimana komunikasi dan mentritmen teman-teman difabel sendiri. Bagaimana menggunakan kendaraan online dengan baik dan aman. Kami akan fokus di dua sisi, tidak bisa dipungkiri juga ada resiko keteledoran pengguna jasa," terang Herisiswanto.

Sementara itu, Lutfhi mengaku kecewa lantaran mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari driver Grab Bike, Senin (11/6/2018). Saat itu ia hendak menghadiri buka puasa bersama aktivis difabel dan LBH di Jalan Raya Pendidika tak jauh dari kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

Salah satu trainer hipnoterapi yang berkantor di Bandung itu memesan ojol melalui akun ibunya. Namun saat driver tiba di rumahnnya, Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kecamaran Somba Upu, Kabupaten Gowa, ia menangkap kelagat tidak bersahabat.

baca juga

"Saat ia (driver) datang, saya lihat gelagatnya sudah lain. Dia lihat saya dari atas sampai bawah. Dan saat saya tanya mau diantar di Jalan Pendidikan dia mengaku tidak tahu alamatnya. Padahal saya bilang bisa tunjukkan jalan kalau tidak tahu," Lutfhi menjelaskan.

Setelah itu, Ridwan meminta Lutfhi membatalkan pemesanan dan menggunakan Grab Car untuk mengantarnya ke tujuan. Namun permintaan ojol itu ditolak.

"Saya tidak mau cancel, dia cancel sendiri. Langsung pergi begitu saja dan tidak ada kata-kata apapun," kata dia.

Pada pertemuan itu, pengemudi yang menolak penumpang Ridwan juga dihadirkan. Ia mengaku menolak mengantar Lutfhi lantaran menilai resiko mengangkut penumpang difabel dengan motor sangat besar.

Ridwan mengaku trauma saat membonceng motor kerabatnnya yang juga difabel buta bebera tahun silam. Katanya, waktu itu ia mengendarai motor dan saat singgah di trafic light, tiba-tiba pijakan penumpangnya terlepas dan langsung terjatuh.

"Alasan saya menolak karena saya sudah pernah mengalami, keluarga saya sendiri yang tuna netra dia jatuh dari motor. Saya takut ambil resiko, saat dibonceng kakinya terpeleset," ungkap Ridwan. (Lirzam Wahid)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi Tukang Begal, Remaja di Makassar Ini Ternyata Hobi Nyabu

Jadi Tukang Begal, Remaja di Makassar Ini Ternyata Hobi Nyabu

News | Selasa, 19 Juni 2018 | 09:21 WIB

Lebaran di Kediaman Wapres, Warga Makassar Rela Antre Sejak Subuh

Lebaran di Kediaman Wapres, Warga Makassar Rela Antre Sejak Subuh

News | Minggu, 17 Juni 2018 | 13:06 WIB

Bocah 4 Tahun Korban Kapal Arista Ditemukan Mengapung di Lautan

Bocah 4 Tahun Korban Kapal Arista Ditemukan Mengapung di Lautan

News | Sabtu, 16 Juni 2018 | 18:09 WIB

Bocah 7 dan 12 Tahun Korban Kapal Karam Ditemukan

Bocah 7 dan 12 Tahun Korban Kapal Karam Ditemukan

News | Kamis, 14 Juni 2018 | 10:23 WIB

Kronologis Penemuan 2 Jenazah bocah Kecelakaan Maut KM Arista

Kronologis Penemuan 2 Jenazah bocah Kecelakaan Maut KM Arista

News | Kamis, 14 Juni 2018 | 10:18 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:01 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB