Sehari Jelang Pemilihan, KPK Ingatkan Soal Jual Beli Suara Rakyat

Bangun Santoso, Nikolaus Tolen

Selasa, 26 Juni 2018 | 14:43 WIB
Sehari Jelang Pemilihan, KPK Ingatkan Soal Jual Beli Suara Rakyat
Ilustrasi warga menggunakan hak pilihnya di TPS.

Suara.com - Diam-diam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan perhatian penuh terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bakal digelar serentak Rabu (27/6/2018) besok. KPK berharap, Pilkada kali ini dapat memberikan pelajaran yang positif bagi masyarakat, sehingga segala praktik terlarang tidak terjadi.

"KPK berharap proses demokrasi yang akan kita lakukan besok secara serentak, dapat berkontribusi positif untuk daerah masing-masing. Jangan sampai ada suara rakyat yang dibeli," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (26/6/2018).

Praktik bagi-bagi uang atau politik uang adalah langkah awal yang dapat menjerumuskan kepala daerah ke dalam kasus korupsi. Dengan begitu, pemimpin yang dihasilkan tidak akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Jangan sampai kita kotori proses demokrasi ini dengan korupsi," kata Febri.

KPK, kata Febri, sangat mendukung penyelenggaraan Pilkada serentak di sejumlah daerah besok. Karena itu, KPK juga mengajak semua pihak mendukung penyelenggaraan proses demokrasi agar dapat menghasilkan pemimpin terbaik bagi daerah masing-masing.

"Untuk itu, kami pandang, proses penyelenggaraan yang bersih dari korupsi ataupun penyimpangan lain seperti politik uang dan penyalahgunaan kewenangan merupakan syarat mutlak agar Pilkada berjalan dengan sukses menghasilkan pemimpin yang baik," tutur Febri.

Dari data KPK, hingga saat ini, 95 kepala daerah telah diproses oleh KPK dalam 108 kasus korupsi dan pencucian uang. Pelaku korupsi tersebut tersebar di 22 provinsi di Indonesia dengan jabatan Gubernur, Bupati, Wali Kota atau Wakil.

"Terbanyak di Jabar (12), Jatim (11) dan Sumut (9). Sedangkan modus korupsi yg paling dominan adalah penyuapan," sebut Febri.

Karenanya, KPK berharap proses demokrasi di Pilkada Serentak kali ini dapat menghasilkan pemimpin yang berintegritas. Sehingga ke depannya lebih sedikit atau bahkan tidak ada kepala daerah yang melakukan korupsi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Pilkada, KPK Bingung Soal Hak Suara Tahanan Korupsi

Jelang Pilkada, KPK Bingung Soal Hak Suara Tahanan Korupsi

News | Selasa, 26 Juni 2018 | 14:29 WIB

Pj Iriawan Pantau Kawasan Rawan Pilkada Jabar di Bandung Besok

Pj Iriawan Pantau Kawasan Rawan Pilkada Jabar di Bandung Besok

News | Selasa, 26 Juni 2018 | 13:18 WIB

Massa Bertopeng Desak KPK Bongkar Kasus Sudirman Said

Massa Bertopeng Desak KPK Bongkar Kasus Sudirman Said

News | Selasa, 26 Juni 2018 | 13:17 WIB

Pilkada Sumsel, Ketua RT Masih Bagikan Surat Undangan Nyoblos

Pilkada Sumsel, Ketua RT Masih Bagikan Surat Undangan Nyoblos

News | Selasa, 26 Juni 2018 | 13:05 WIB

Diperiksa Kasus E-KTP, Marzuki Ali: Pertanyaannya Sama Mulu

Diperiksa Kasus E-KTP, Marzuki Ali: Pertanyaannya Sama Mulu

News | Selasa, 26 Juni 2018 | 12:24 WIB

Terkini

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:04 WIB

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 21:00 WIB

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

News | Senin, 02 November 2026 | 20:55 WIB

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

News | Senin, 02 November 2026 | 20:49 WIB

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

News | Senin, 02 November 2026 | 20:36 WIB

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

×