SMRC: Mahfud MD dan Sri Mulyani Paling Populer Jadi Cawapres

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 05 Juli 2018 | 17:02 WIB
SMRC: Mahfud MD dan Sri Mulyani Paling Populer Jadi Cawapres
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018). [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei tentang ‘Calon Wakil Presiden Berdasarkan Penilaian Elite, Opinion Leader, dan Massa Pemilih Nasional’. Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Chairul Tanjung, Sri Mulyani Indrawati, dan Said Aqil Siraj paling populer.

Berdasarkan penelitian itu, baik elite, opinion leader, maupun massa pemilih nasional berpendapat integritas tokoh yang bersaing dalam pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah sangat penting. Setelah itu secara berurutan adalah kapabilitas, empati, akseptabilitas, dan kontinuitas.

CEO SMRC, Djayadi Hanan memaparkan ada sejumlah nama tokoh yang dinilai elite, opinion leader, maupun massa pemilih nasional berdasarkan 5 kualitas di atas dalam penelitian ini. Nama-nama tersebut dipilih berdasarkan atas informasi yang berkembang di media massa dan informasi awal dari elite dan opinion leader sebelum penelitian ini dilakukan.

Nama-nama tersebut adalah Agus Harimurti Yudhoyono, Ahmad Heryawan, Airlangga Hartarto, Anies Baswedan, Budi Gunawan, Chairul Tanjung, Gatot Nurmantyo, Grace Natalie, Joko Widodo (Jokowi), M Romahurmuziy, M Sohibul Iman, M Yusril Ihza Mahendra, M Zainul Majdi, M Jusuf Kalla, Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto, Puan Maharani, Said Aqil Siradj, Sri Mulyani Indrawati, Syafruddin, dan Zulkifli Hasan.

“Dari sekian banyak tokoh yang dinilai berdasarkan lima kriteria kualitas personal, elite menilai Jokowi adalah tokoh dengan skor rata-rata paling tinggi. Setelah Jokowi adalah Jusuf Kalla,” kata Djayadi di kantor SMRC, Cikini, Jakart Pusat, Kamis (5/7/2018).

Selanjutnya, tokoh yang masuk 5 besar secara berurutan adalah Mahfud MD, Airlangga Hartarto, Chairul Tanjung, Sri Mulyani Indrawati, dan Said Aqil Siraj.

Penilaian opinion leader tampak tidak berbeda dengan penilaian elite dalam hal tokoh dengan skor rata-rata paling tinggi. Jokowi tetap dalam posisi tersebut, setelahnya, Jusuf Kalla.

“Adapun tokoh yang masuk 5 besar menurut penilaian opinion leader secara berurutan adalah Mahfud MD, Sri Mulyani Indrawati, Said Aqil Siraj, Airlangga Hartarto, dan M. Zainul Majdi,” ujar dia.

Lalu, bagaimana massa pemilih nasional menilai tokoh-tokoh tersebut? Berhubung massa pemilih nasional diyakini terlalu berat menilai para tokoh tersebut secara detil, maka penilaian disederhanakan menjadi suka atau tidak suka (akseptabilitas). Tokoh yang paling disuka menurut opini massa pemilih nasional adalah Jokowi.

“Sementara tokoh-tokoh yang disukai di luar Jusuf Kalla dan Prabowo adalah Gatot Nurmantio, Sri Mulyani Indrawati, Mahfud MD, M. Zainul Majdi, dan Anies Baswedan,” kata dia.

Berdasarkan penilaian elite, opinion leader, dan massa pemilih nasional, tokoh yang dinilai paling tinggi dilihat dari 5 kriteria kualitas personal rata-rata di luar Jokowi, Jusuf Kalla, dan Prabowo tidak sepenuhnya sama. Meski begitu, ada 2 tokoh dengan skor penilaian tertinggi kualitas personal rata-rata yang diberikan oleh ketiga lapisan masyarakat yang diteliti, yaitu Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati.

“Mahfud MD dan Sri Mulyani Indrawati konsistens masuk dalam 5 besar dari penilaian 3 strata masyarakat tersebut,” terang Djayadi.

Elite yang dimaksud dalam penelitian yang dilakukan pada akhir Mei 2018 ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai sangat tahu informasi yang beredar di kalangan terbatas. Mereka tercakup politisi, teknokrat senior, intelektual nasional dengan reputasi luas, dan pengusaha yang masuk kelompok papan atas (masuk dalam 50 orang terkaya). Total elite yang menjadi responden 12 orang.

Adapun yang dimaksud opinion leader adalah orang-orang yang banyak ikut bersuara dan membentuk pendapat publik: pengamat, intelektual, atau peneliti yang biasa terekspos ke media massa, dan para pimpinan redaksi media massa. Total narasumber 93 orang.

Sementara massa pemilih nasional adalah semua warga negara Indonesia yang punya hak pilih yang dipilih secara random (survei nasional). Total responden 2206 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SMRC Menilai Hasil Exit Poll Pilkada Cocok dengan Quick Count

SMRC Menilai Hasil Exit Poll Pilkada Cocok dengan Quick Count

News | Selasa, 03 Juli 2018 | 19:23 WIB

Perkuat Nilai Rupiah, Pemerintah Perketat Kebutuhan Impor

Perkuat Nilai Rupiah, Pemerintah Perketat Kebutuhan Impor

Bisnis | Selasa, 03 Juli 2018 | 19:03 WIB

Ternyata Demokrat Belum Serius Bahas Pasangkan JK - AHY

Ternyata Demokrat Belum Serius Bahas Pasangkan JK - AHY

News | Selasa, 03 Juli 2018 | 09:44 WIB

Sri Mulyani Ungkap Alasan Tak Debat dengan Rizal Ramli soal Utang

Sri Mulyani Ungkap Alasan Tak Debat dengan Rizal Ramli soal Utang

Bisnis | Selasa, 03 Juli 2018 | 06:45 WIB

Menkeu: Evaluasi Alokasi Anggaran dengan Teliti dan Strategis

Menkeu: Evaluasi Alokasi Anggaran dengan Teliti dan Strategis

Bisnis | Kamis, 28 Juni 2018 | 19:07 WIB

Terkini

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:47 WIB

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB

Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:20 WIB

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:01 WIB

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:52 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:49 WIB

Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan

Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:43 WIB

Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri

Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:35 WIB