Ancaman Tifatul soal Cawapres ke Gerindra Tak Wakilkan Sikap PKS

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Rabu, 11 Juli 2018 | 08:32 WIB
Ancaman Tifatul soal Cawapres ke Gerindra Tak Wakilkan Sikap PKS
Tifatul Sembiring [Dok. PKS]

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipastikan akan terus berkoalisi bersama Partai Gerindra pada pemilihan presiden tahun 2019. Itu diputuskan PKS meskipun Prabowo Subianto tidak memilih calon wakil presiden dari kader PKS.

Hal itu ditegaskan oleh Politikua PKS, Aboe Bakar Al Habsyi menanggapi pernyataan Anggota Majelis Syuro, Tifatul Sembiring yang menegaskan partainya akan keluar dari koalisi dan memilih jalannya sendiri. Menurut Aboe Bakar, pernyataan Tifatul hanya bersifat pandangan pribadi.

"Aduh saya nggak tahu Tifatul ngomong apa? Karena di PKS semua punya gaya masing-masing. Ada gaya Aboe Bakar, gaya Anies Matta, gaya Tifatul, macam-macam," katanya dalam acara Ngopi Ngerumpi bertajuk 'Menakar Arah Koalisi Parpol Pada Pemilu 2019 Pasca Pilkada Serentak 2018' di Jalan Veteran 1, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Aboe Bakar mengatakan PKS tidak bisa berjalan sendiri dan meninggalkan Gerindra. PKS siap berkorban demi kepentingan NKRI.

"Nggak mungkin PKS akan jalan sendiri-sendiri, itu nggak ada. PKS itu partai yang boleh dikatakan, intinya dia siap berkorban untuk NKRI, ini sebagai keseimbangan demokrasi, itu saja," tutupnya.

Sebelumnya, dikabarkan Prabowo lebih memilih Agus Harimurti Yudhoyono untuk menjadi cawapresnya pada Pilpres 2019 mendatang. Akibatnya, PKS pun dikabarkan memilih jalan sendiri dan akan mengusung Anies Baswedan sebagai capresnya.

Tak bisa ditawar

Kemesraan hubungan yang ditunjukkan oleh Partai Demokrat dan Partai Gerindra belakangan ini membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ”gerah”.

Pasalnya, PKS berkukuh menginginkan pendamping Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019 harus kader partainya. Sementara Demokrat gencar mewacanakan duet Prabowo – Agus Harimurti Yudhoyono.

Tifatul Sembiring mengatakan, PKS masih konsisten mendukung Ketua Umum Partai Gerindra tersebut sebagai capres pada Pilpres 2019. Namun, Prabowo harus berpasangan dengan calon dari PKS.

"Sesuai kesepakatan awal dengan Gerindra, kami tetap masih mencalonkan Pak Prabowo, sejauh berpasangan dengan cawapres dari PKS. Tak bisa ditawar-tawar, cawapres harus dari PKS," kata Tifatul di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen.

Menyadari posisinya mulai tergeser oleh Partai Demokrat yang terus menempel pada Partai Gerindra, tentu PKS menolak apabila hanya menjadi pihak yang tidak 'dipentingkan' dalam koalisi.

"Kalau kami disuruh dukung-mendukung saja, mungkin lebih baik jalan masing-masing saja," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Nama Berpotensi Jadi Lawan Kuat Jokowi, Siapa Mereka?

3 Nama Berpotensi Jadi Lawan Kuat Jokowi, Siapa Mereka?

News | Rabu, 11 Juli 2018 | 08:08 WIB

Prabowo Dipepet Demokrat, PKS Ancam Cabut Dukungan

Prabowo Dipepet Demokrat, PKS Ancam Cabut Dukungan

News | Rabu, 11 Juli 2018 | 04:00 WIB

PKS Dalam Keadaan Sulit, Lebih Baik Bangun Koalisi Islam

PKS Dalam Keadaan Sulit, Lebih Baik Bangun Koalisi Islam

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 19:01 WIB

Posisi PKS Semakin Lemah saat Demokrat Tempel Gerindra

Posisi PKS Semakin Lemah saat Demokrat Tempel Gerindra

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 18:37 WIB

Gerindra Tolak RUU Pertanggungjawaban APBN 2017, Ini Alasannya

Gerindra Tolak RUU Pertanggungjawaban APBN 2017, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 10 Juli 2018 | 18:31 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB