Partai Gerindra: Rakyat Sulit Dapat Kerja, Jokowi Datangkan TKA

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Kamis, 12 Juli 2018 | 17:30 WIB
Partai Gerindra: Rakyat Sulit Dapat Kerja, Jokowi Datangkan TKA
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di kantor KPU, Jakarta, Rabu (18/10/2017) dini hari. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Politikus Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, rakyat sulit mendapatkan pekerjaan di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf kalla.

Bahkan, Riza mengklaim, mencari pekerjaan pada era Jokowi – JK jauh lebih sulit ketimbang pada masa Orde Baru Soeharto.

"Lapangan pekerjaan sungguh sulit, ada yang bilang enaknya zaman Pak Harto, sembako terjangkau, lapangan kerja, pendidikan luar biasa. Ini fakta bahwa lapangan kerja sangat sulit," katanya dalam diskusi bertajuk 'Arena Adu Opini: Ekonomi, Hukum, dan Politik' di Workroom Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Namun, di tengah situasi seperti itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI mengaku heran terhadap kebijakan Jokowi.

Pasalnya, ia mengklaim, Jokowi malah mendatangkan tenaga kerja asing (TKA) untuk bekerja di Indonesia. Dia mencontohkan yang terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

"Namun, di lain sisi, pemerintah justru menarik tenaga asing, itu juga luar biasa. Data yang saya dapat dua bulan lalu ke Morowali, Kendari, satu pesawat di dalam itu, kalau yang sebut di media itu betul, hampir semuanya tenaga asing, lebih dari 70 persen," katanya.

Dia bahkan berani bertaruh untuk membuktikan keberadaan tenaga kerja asing di Morowali tersebut.

"Kalau mau bukti, datang saja ke Kendari, naik pesawat tengah malam itu, Batik Air, Lion Air, ini contoh sederhana," kata Riza.

Riza mengatakan, kehidupan rakyat Indonesia akan semakin terpuruk ketika nilai rupiah semakin menurun. Bahkan, dia mengatakan hal tersebut juga akan mengganggu perekonomian Indonesia.

baca juga

"Mau makan saja susah, karena daya beli masyarakat sudah susah, ditambah lagi masalah yang berat hari-hari ke depan, yaitu naiknya nilai dolar dan pelemahan rupiah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Roy Suryo: Kebaikan Jokowi Lebai, Bikin Masyarakat Muak

Roy Suryo: Kebaikan Jokowi Lebai, Bikin Masyarakat Muak

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 16:50 WIB

Tuding Jokowi Jadi Media Darling, Roy Suryo: Selalu Manis-manis

Tuding Jokowi Jadi Media Darling, Roy Suryo: Selalu Manis-manis

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 16:01 WIB

Sebut Daya Beli Menurun, Politikus Gerindra Salahkan Jokowi

Sebut Daya Beli Menurun, Politikus Gerindra Salahkan Jokowi

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 15:27 WIB

Cak Imin Tak Bisa Membayangkan Jika Ditolak Jokowi

Cak Imin Tak Bisa Membayangkan Jika Ditolak Jokowi

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 15:09 WIB

Negosiasi Senyap, Inalum Siap Kuasai 51 Persen Saham Freeport

Negosiasi Senyap, Inalum Siap Kuasai 51 Persen Saham Freeport

Bisnis | Kamis, 12 Juli 2018 | 15:01 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×