Anies Tegaskan Tak Langgar Janji soal Proyek Enam Ruas Jalan Tol

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 13 Juli 2018 | 15:19 WIB
Anies Tegaskan Tak Langgar Janji soal Proyek Enam Ruas Jalan Tol
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meresmikan Masjid Jami Fatahillah Blok B, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018). (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengakui pernah menolak proyek pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota saat kampanye di Pilkada Jakarta 2017 lalu. Namun, proyek tersebut hingga saat ini tetap berjalan. Kenapa?

Anies menjelaskan, proyek tersebut saat ini sudah diambil alih oleh pemerintah pusat. Selain itu sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terlampir dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 maupun revisinya dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2017.

"Jadi begini, memang kami di dalam kampanye kemarin kami tegaskan bahwa kita tidak akan meneruskan proyek enam ruas dalam tol. Kampanye kita selesai 15 April. Kita menang," ujar Anies di Pasar Blok B Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).

Tahap awal yang dikerjakan adalah rute Pulo Gebang-Kelapa Gading sepanjang 9 kilometer.

"Jadi dua bulan sesudah Pilkada selesai, kemudian 6 ruas jalan tol itu menjadi proyek strategis nasional yang tidak lagi di bawah Pemda DKI," kata dia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta masyarakat mengerti, kalau proyek tersebut sudah diambil alih pemerintahan pusat. Sehingga tidak tepat kalau menyebut Anies dan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengingkari janji kampanye.

"Apakah ada hubungannya karena gubernurnya baru waktu itu? Dan gubernurnya berpandangan tidak usah meneruskan proyek 6 ruas jalan tol? Lalu ini naik jadi program strategis nasional? Kita lihat saja," tambah Anies.

Ia lagi-lagi menegaskan kalau proyek tersebut sudah tidak ditangani Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Perpresnya dilakukan perubahan dan ini yang menurut saya penting. Jadi jangan sampai dikira bahwa kami yang meneruskan. Ini adalah keputusan yang diambil pemerintah pusat," kata dia.

baca juga

Saat ditanya akan berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo terkait enam proyek tersebut, Anies tidak menjawab. Kepada wartawan, ia hanya mengatakan urusan balik layar tidak akan disampaikan ke publik.

"Gini, saya tidak ceritakan belakang layar sampai semua selesai," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Anies Klaim Tamu Luar Negeri Kagum dengan Masjid Jakarta

Cerita Anies Klaim Tamu Luar Negeri Kagum dengan Masjid Jakarta

News | Jum'at, 13 Juli 2018 | 14:11 WIB

Anies Remikan Masjid Megah di Atap Blok B Pasar Tanah Abang

Anies Remikan Masjid Megah di Atap Blok B Pasar Tanah Abang

News | Jum'at, 13 Juli 2018 | 13:49 WIB

Tahu Hoax, Anies Yakin KAHMI Tak Deklarasi Dirinya Jadi Capres

Tahu Hoax, Anies Yakin KAHMI Tak Deklarasi Dirinya Jadi Capres

News | Jum'at, 13 Juli 2018 | 10:25 WIB

Anies Maju Pilpres, Akbar Tanjung: Selesaikan Dulu Jadi Gubernur

Anies Maju Pilpres, Akbar Tanjung: Selesaikan Dulu Jadi Gubernur

News | Jum'at, 13 Juli 2018 | 08:23 WIB

Prabowo Masukkan Nama Anies di Daftar Cawapresnya

Prabowo Masukkan Nama Anies di Daftar Cawapresnya

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 18:27 WIB

Terkini

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Riau | Sabtu, 19 September 2026 | 08:47 WIB

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:34 WIB

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 08:32 WIB

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:30 WIB

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 08:25 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 08:23 WIB

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:15 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 08:13 WIB

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:08 WIB

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Bali | Sabtu, 19 September 2026 | 08:05 WIB

×