Komnas HAM Lanjutkan Laporan PDIP Terkait Kasus Kudatuli

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Jum'at, 27 Juli 2018 | 14:29 WIB
Komnas HAM Lanjutkan Laporan PDIP Terkait Kasus Kudatuli
Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab. (Suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan mengkaji kembali kasus penyerangan terhadap kantor Partai Demokrasi Indonesia pada tanggal 27 Juli 1996 yang lalu. Peristiwa itu biasa disebut sebagai Kudatuli

Hal itu menyusul adanya permintaan dari DPP PDI Perjuangan melalui Sekretaris Jenderal, Hasto Kristyanto yang datang ke Kantor Komnas HAM, pada Kamis (26/7/2018) kemarin.

Kudatuli adalah peristiwa kerusuhan yang bermula dari penyerangan kantor DPP PDI, yang kala itu dikuasai massa pro-Megawati Soekarnoputri dan aktivis-aktivis demokrasi. Dalam kesempatan tersebut, Hasto sempat menyebut bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, saat itu menjabat Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) Jaya adalah saksi peristiwa tersebut.

"Komnas HAM ini kan lembaga terbuka. Prinsipnya, siapapun yang datang, sama Komnas HAM, tentu saja apa yang dia (Hasto) sampaikan akan kami pelajari dan kami proses sesuai dengan standar disini," kata Komisioner Komnas HAM, Amiruddin Al Rahab, di kantornya, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2018).

Amir memastikan, pihaknya akan proses laporan PDIP sesuai standart yang ada di Komnas HAM, tanpa harus melihat latar belakang dari pelapor.

"Semua akan kita tindaklanjuti sama ya. Apakah dia Sekjen partai atau dia orang biasa, sama saja disini, cara-cara dalam memprosesnya," ujar Amir.

Amir mengatakan pihaknya tidak ingin melihat laporan Hasto dengan kacamata politik. Selagi laporan tersebut memang pantas untuk diproses, makan Komnas HAM akan memprosesnya.

"Komnas HAM ini bukan lembaga politik. Kalau mas Hasto berpolitik, itu urusan dia. Bukan urusan Komnas HAM. Tetapi siapapun yang datang, akan disikapi oleh Komnas HAM sesuai dengan fungsi dan kewenangannya. Jadi kalau misal soal berpolitik, saya tidak punya kompetensi untuk menilai," tutur Amir.

"Siapapun yang datang ke Komnas HAM ini, kami anggap dia datang dengan niat baik tentang hak asasi manusia. Bahwa yang datang berpolitik, itu urusan dia sendiri. Itu tidak ada urusannya dengan Komnas HAM," Amir menambahkan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terungkap! Ini Sebenarnya Isi Pertemuan SBY - Zulkifli Hasan

Terungkap! Ini Sebenarnya Isi Pertemuan SBY - Zulkifli Hasan

News | Jum'at, 27 Juli 2018 | 13:09 WIB

PDIP: Daripada Urus Koalisi, SBY Baiknya Ungkap Tragedi Kuda Tuli

PDIP: Daripada Urus Koalisi, SBY Baiknya Ungkap Tragedi Kuda Tuli

News | Kamis, 26 Juli 2018 | 20:47 WIB

Koalisi Jokowi Diprediksi Pecah, Cak Imin: Parpol Pendukung Solid

Koalisi Jokowi Diprediksi Pecah, Cak Imin: Parpol Pendukung Solid

News | Kamis, 26 Juli 2018 | 18:52 WIB

Ditegur SBY, Romahurmuziy : Saya Hormati Pilihan Politik SBY

Ditegur SBY, Romahurmuziy : Saya Hormati Pilihan Politik SBY

News | Kamis, 26 Juli 2018 | 15:56 WIB

Hasto: SBY Selalu Politisir Hubungan dengan Megawati

Hasto: SBY Selalu Politisir Hubungan dengan Megawati

News | Kamis, 26 Juli 2018 | 13:00 WIB

Terkini

Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026

Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026

News | Senin, 21 September 2026 | 20:57 WIB

Dipicu Sengkarut U-Turn, 5 Pelaku Tawuran Bersenjata Stik Golf di Saharjo Diringkus Polisi

Dipicu Sengkarut U-Turn, 5 Pelaku Tawuran Bersenjata Stik Golf di Saharjo Diringkus Polisi

News | Senin, 21 September 2026 | 20:55 WIB

Viral Diklaim Bersama Istri Muda di Sukabumi, Polisi Tegaskan ASN Bogor Masih Hilang

Viral Diklaim Bersama Istri Muda di Sukabumi, Polisi Tegaskan ASN Bogor Masih Hilang

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 20:55 WIB

Humor yang Membunuh Sains: Menyoal Sentilan Prabowo dan Narasi Anti-Intelektual

Humor yang Membunuh Sains: Menyoal Sentilan Prabowo dan Narasi Anti-Intelektual

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 20:55 WIB

Pool Party Ngoetfest di Sukabumi Tuai Kecaman, Ada Penari Berpakaian Renang

Pool Party Ngoetfest di Sukabumi Tuai Kecaman, Ada Penari Berpakaian Renang

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 20:46 WIB

Nuansa Milan Hadir di Jakarta, Pameran Desain Ini Tampilkan 55 Karya Pilihan!

Nuansa Milan Hadir di Jakarta, Pameran Desain Ini Tampilkan 55 Karya Pilihan!

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 20:43 WIB

OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah

OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah

News | Senin, 21 September 2026 | 20:41 WIB

Manajer KDKMP-KNMP Bukan ASN, Bakal Berstatus Pegawai BUMN dengan Kontrak 2 Tahun

Manajer KDKMP-KNMP Bukan ASN, Bakal Berstatus Pegawai BUMN dengan Kontrak 2 Tahun

News | Senin, 21 September 2026 | 20:40 WIB

Diamankan di Jakarta Bersama 4 Orang Lain, Detik-detik Bupati Bolmut Kena OTT KPK

Diamankan di Jakarta Bersama 4 Orang Lain, Detik-detik Bupati Bolmut Kena OTT KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 20:35 WIB

Siswi SD di Sukabumi Diduga Jadi Korban Asusila, Begini Kronologinya

Siswi SD di Sukabumi Diduga Jadi Korban Asusila, Begini Kronologinya

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 20:34 WIB

×