Desak Prabowo Jadi Capres, PA 212: Putusan Kami Tak Pernah Salah

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 03 Agustus 2018 | 16:26 WIB
Desak Prabowo Jadi Capres, PA 212: Putusan Kami Tak Pernah Salah
Slamet Maarif. [Suara.com/Dwi Bowo Rahardjo]

Suara.com - DPP PA 212 mendesak partai-partai politik yang mereka klaim tergabung dalam koalisi keumatan, untuk mengikuti rekomendasi mereka mengenai sosok calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

Dalam musyawarah politik para ulama yang tergabung dalam organisasi eks demonstran anti-Ahok pada masa Pilkada DKI Jakarta 2017 itu, mereka merekomendasikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal capres penantang petahana Joko Widodo.

Sementara cawapres, direkomendasikan dua orang, yakni pengkhotbah Abdul Somad dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri.

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengatakan, koalisi keumatan yang mereka maksud adalah Gerindra, PAN, PKS, PBB, dan Partai Berkarya.

Karenanya, kelima partai itu harus mengusung Prabowo dan memilih satu dari dua nama cawapres yang direkomendasikan mereka. Sebab, menurut Slamet, ulama tak mungkin membuat keputusan yang salah.

"Sudah pasti karena panggilan Allah, sehingga para ulama harus turun gunung turut membicarakan nasib umat, agar mampu mencari siapa pemimpin terbaik," kata Slamet dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/8/2018).

Menurutnya, rekomendasi dari para ulama tidak seharusnya menjadi saran, sebab keputusan para ulama tersebut murni dari perumusan ilmu.

"Karena deteksi ulama terhadap calon pemimpin itu melalui pendekatan ilmu, bukan pendekatan kepentingan. Itulah pentingan partai koalisi wajib menghargai ajakan ulama, jika ingin melahirkan pemimpin yang baik," ujarnya.

Ia juga menuturkan, setiap partai koalisi keumatan itu harus menghormati keputusan Prabowo terkait pemilihan cawapres pilihan ulama.

baca juga

"Jika harus Habib Salim Segaf Aljufri atau Ustaz Abdul Somad yang ditunjuk sebagai cawapres Prabowo, maka wajib kepada partai koalisi menjunjung tinggi keputusan tersebut," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sekjen Gerindra Akui Hubungan Gerindra - PKS Sudah Terlalu Dalam

Sekjen Gerindra Akui Hubungan Gerindra - PKS Sudah Terlalu Dalam

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 03:04 WIB

PDIP Buka Tangan untuk PKS, Tapi Ini Syaratnya

PDIP Buka Tangan untuk PKS, Tapi Ini Syaratnya

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 01:00 WIB

Gara-gara Pilkada Jakarta, Jokowi - Prabowo Sulit Cari Cawapres

Gara-gara Pilkada Jakarta, Jokowi - Prabowo Sulit Cari Cawapres

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 22:00 WIB

Prabowo di Antara Tiga Pilihan Pendamping Politik

Prabowo di Antara Tiga Pilihan Pendamping Politik

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 21:49 WIB

Prabowo dan Elit Partai Koalisi Pilpres Kumpul, Bahas Apa Lagi?

Prabowo dan Elit Partai Koalisi Pilpres Kumpul, Bahas Apa Lagi?

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 19:59 WIB

Terkini

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:35 WIB

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

×