Pasca Gempa Lombok, Mataram Krisis Air Bersih

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 07 Agustus 2018 | 11:10 WIB
Pasca Gempa Lombok, Mataram Krisis Air Bersih
Korban gempa Lombok. (Antara)

Suara.com - Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat krisis air bersih pasca gempa Lombok 7 skala richter, Minggu (5/8/2018) kemarin. Warga Kota Mataram memanfaatkan air sungai dan air sumur untuk kebutuhan memasak, mencuci dan mandi.

Air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang Mataram, keruh akibat gempa bumi (gempa Lombok).

"Sejak Minggu malam air PDAM keruh bahkan bisa dikatakan sangat keruh sehingga tidak bisa kita gunakan untuk memasak ataupun mandi," kata Rumisah(35) salah satu pelanggan PDAM Giri Menang Mataram, di Mataram, Selasa (7/8/2018).

Dengan kondisi air seperti itu, warga yang tidak memiliki sumur terpaksa harus turun ke sungai mengambil air bersih untuk kebutuhan memasak, mencuci dan mandi.

"Untungnya, rumah kami dekat dengan Sungai Jangkuk dan memiliki sumber mata air cukup bersih sehingga saya dan warga lainnya bisa memanfaatkan mata air ini untuk kebutuhan sehari-hari, sambil menunggu kondisi air dari PDAM kembali jernih," katanya.

Sementara, warga lainnya yang menjadi pelanggan PDAM dan masih memiliki air sumur, mereka menggunakan air sumur sehingga masyarakat yang rumahnya jauh dari sungai bisa memanfaatkan air sumur tetangganya.

"Dalam hal ini, kami tidak bisa komplain ke PDAM karena penyebabnya murni bencana alam. Kita sabar saja, apalagi masih banyak korban lainnya yang kesulitan mendapatkan air," katanya.

Direktur Utama PDAM Giri Menang Mataram H Lalu Ahmad Zaini yang dikonfirmasi terkait kualitas air PDAM pascagempa tidak menampik, bahwa salah satu dampak dari gempa bumi 7 SR Minggu malam adalah, keruhnya sumber mata air PDAM hampir pada semua titik sehingga air ke pelanggan juga keruh.

"Biasanya 5 sampai 10 jam air sudah mulai jernih, tetapi karena adanya gempa susulan air kembali keruh," katanya menjelasakan.

baca juga

Namun demikian, berdasarkan hasil pantauan terakhir hari di sejumlah sumber mata air PDAM, sudah mulai jernih sehingga air yang ke pelanggan juga bisa segera jernih.

"Harapannya, tidak ada gempa susulan lagi agar semua masyarakat kota dapat menikmati air bersih kembali," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasca Gempa Lombok, Air PDAM Keruh Berwarna Coklat

Pasca Gempa Lombok, Air PDAM Keruh Berwarna Coklat

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 10:59 WIB

Detik-detik Korban Gempa Lombok saat Salat Isya Diselamatkan

Detik-detik Korban Gempa Lombok saat Salat Isya Diselamatkan

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 10:09 WIB

Evakuasi Mengharukan Korban Masjid Roboh Akibat Gempa Lombok

Evakuasi Mengharukan Korban Masjid Roboh Akibat Gempa Lombok

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 09:03 WIB

Kemen PPPA Kirim Bantuan Khusus Anak-Anak Korban Gempa Lombok

Kemen PPPA Kirim Bantuan Khusus Anak-Anak Korban Gempa Lombok

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 08:15 WIB

BMKG: 230 Kali Gempa Susulan Guncang Lombok

BMKG: 230 Kali Gempa Susulan Guncang Lombok

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 07:05 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB