Kemen PPPA Kirim Bantuan Khusus Anak-Anak Korban Gempa Lombok

Bangun Santoso, Lili Handayani

Selasa, 07 Agustus 2018 | 08:15 WIB
Kemen PPPA Kirim Bantuan Khusus Anak-Anak Korban Gempa Lombok
Gempa di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7). Gempa bumi 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (29/7) pukul 06.47 Wita. Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, gempa mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, 12 warga luka-luka, puluhan rumah dan bangunan lainnya rusak.[ ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi]

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise mengatakan, telah menurunkan tim untuk membantu dan menolong korban bencana gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Yohana, Kementrian PPPA memberikan bantuan untuk kebutuhan, sarana fasilitas bagi perempuan, trauma healing, termasuk pakaian perempuan dan anak-anak serta alat tulis.

"Kami tetap bekerja sama dengan dinas PPPA daerah termasuk satgas yang ada di sana. Kami sudah MoU dengan BNPB untuk bantuan," kata Yohana di Milenium Hotel, Kebon Sitih, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).

Namun, Yohana menyatakan, Kementrian PPA tidak memberikan bantuan berupa dana. Karena status bantuan dana adalah kewenangan Kementrian Sosial atau BNPB.

Sementara itu, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Leny Nurhayanti Rosalin mengatakan, tim yang dikirim Kementrian PPPA untuk membantu korban gempa Lombok terbagi menjadi dua. Yakni tim khusus penanganan perempuan dan tim khusus untuk anak-anak. Termasuk juga penanganan trauma healing maupun bantuan spesifik bagi perempuan dan anak.

"Contoh ya yang ini, kalau untuk bencana gitu bantuan spesifik untuk anak misalnya pampers dan makanan bayi. Mungkin kan kalau sumbangan-sumbangan bencana biasanya teman-teman media sering lihat kan mie instan. Gak bisa kan bayi mau di kasih itu (mie instan)," terang Leny.

Untuk wanita yang tengah hamil, Kementrian PPPA juga menyediakan kain khusus untuk wanita melahirkan, sarung serta baju bayi.

"Intinya bantuan yang spesifik dibutuhkan oleh perempuan dan anak-anak," kata Leny.

Disamping itu, Kementrian PPPA juga bekerjasama dengan dinas-dinas terkait untuk memberi bantuan bagi anak-anak usia sekolah. Bantuan itu dengan mendirikan tenda-tenda khusus agar anak-anak bisa tetap bersekolah.

baca juga

Anak-anak korban gempa Lombok juga akan diberikan trauma healing pada saat jam luar sekolah. Termasuk juga pendirian tenda khusus bagi ibu menyusui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yohana Yakin Menag Dukung Percepatan Revisi UU Perkawinan

Yohana Yakin Menag Dukung Percepatan Revisi UU Perkawinan

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 07:52 WIB

BMKG: 230 Kali Gempa Susulan Guncang Lombok

BMKG: 230 Kali Gempa Susulan Guncang Lombok

News | Selasa, 07 Agustus 2018 | 07:05 WIB

Mataram Kembali Diguncang Gempa, Warga Panik Berlarian

Mataram Kembali Diguncang Gempa, Warga Panik Berlarian

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 23:59 WIB

Penjualan Tiket Timnas Didonasikan untuk Korban Gempa Lombok

Penjualan Tiket Timnas Didonasikan untuk Korban Gempa Lombok

Bola | Senin, 06 Agustus 2018 | 22:53 WIB

Gempa Lombok, Apa Kabar Jaringan XL hingga Tri?

Gempa Lombok, Apa Kabar Jaringan XL hingga Tri?

Tekno | Selasa, 07 Agustus 2018 | 05:02 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×