Dituding Jadi Antek Asing, Begini Jawaban Jokowi

Bangun Santoso | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Rabu, 08 Agustus 2018 | 14:01 WIB
Dituding Jadi Antek Asing, Begini Jawaban Jokowi
Jokowi memberikan sambutan di acara pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Rabu (8/8/2018). (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap banyak tudingan dari beberapa pihak yang menuduhnya sebagai antek asing. Isu tersebut, kata Jokowi, beredar di media sosial.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi ketika memberikan kata sambutan di acara pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Angkatan XII Tahun 2018, Rabu (8/8/2018).

"Berkaitan dengan antek asing. (Ada yang bilang) Jokowi itu antek asing. Ini mumpung pas ketemu saya jawab sekali," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan baru kali ini menjawab tudingan tersebut. Ia beralasan, karena banyak ulama yang hadir.

Atas tudingan antek asing itu, Jokowi menegaskan, hal itu tidak benar. Jokowi kemudian mengambil contoh dengan pengelolaan blok Mahakam, blok Rokan serta negosiasi kepemilikan saham PT. Freeport Indonesia.

"Bagaimana antek asing? Yang namanya blok Mahakam yang dulu dimiliki oleh Jepang, 100 persen kita berikan ke Pertamina. Blok Rokan dulu dikelola oleh Chevron Amerika, sekarang sudah diambil oleh Pertamina 100 persen juga," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, proses negosiasi yang dilakukan pemerintah terkait kepemilikan saham perusahaan tambang emas yang beroperasi di itu Papua sangat alot. Selama 40 tahun perusahaan tersebut berdiri, Indonesia hanya mendapatkan 9,36 persen kepemilikan saham. Namun, tidak ada pejabat kala itu yang bersuara.

Saat pemerintahannya, Jokowi langsung memerintahkan menteri terkait untuk melakukan negosiasi.

"Saya negoisasi, menteri-menteri saya negosiasi 3,5 tahun alot sekali. Jangan dipikir negosiasi seperti itu mudah. Sangat alot sekali. Saya minta jangan mundur, kita mayoritas 51 persen," jelas Jokowi.

Dalam negosiasi tersebut, Jokowi memerintahkan menteri untuk melakukan segala cara agar kepemilikan saham Indonesia atas PT Freeport bisa di atas 50 persen.

Jokowi menerangkan proses negosiasi selama 3,5 rahun akhirnya membuahkan hasil. Saat ini pemerintah sudah menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PT Freeport, sebagai bagian usaha mengambil alih 51 persen saham perusahaan tersebut.

Tetapi Jokowi lagi-lagi tidak menyangka dengan respon masyarakat, khususnya lawan politiknya.

"Malah suaranya kok jelek semua. Saya nggak ngerti gimana kita ini. 40 tahun, (saham pemerintah di PT Freeport) hanya sembilan persen pada diem. Begitu ada kesepakatan HoA 51 persen tidak didukung penuh," tutur Jokowi.

"Mestinya seluruh rakyat mendukung penuh agar itu betul-betul bisa dikelola bangsa ini. Begitu dibilang antek asing?," Jokowi menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Akan Umumkan Cawapres Kamis Besok

Jokowi Akan Umumkan Cawapres Kamis Besok

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 13:57 WIB

Malam Ini Jokowi Bertemu Ketum dan Sekjen Parpol Koalisi

Malam Ini Jokowi Bertemu Ketum dan Sekjen Parpol Koalisi

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 13:45 WIB

Relawan Lakukan Ini Jika Jokowi Tak Pilih Moeldoko Jadi Cawapres

Relawan Lakukan Ini Jika Jokowi Tak Pilih Moeldoko Jadi Cawapres

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 13:36 WIB

Moeldoko Dinilai Sosok Tepat Jadi Pendamping Jokowi

Moeldoko Dinilai Sosok Tepat Jadi Pendamping Jokowi

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 13:18 WIB

Prediksi Pengamat: AHY Cawapres Prabowo, Mahfud MD dengan Jokowi

Prediksi Pengamat: AHY Cawapres Prabowo, Mahfud MD dengan Jokowi

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 13:00 WIB

Terkini

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:03 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:54 WIB