Masa Tanggap Darurat NTB Habis 11 Agustus, Akan Diperpanjang

Pebriansyah Ariefana, Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 08 Agustus 2018 | 18:01 WIB
Masa Tanggap Darurat NTB Habis 11 Agustus, Akan Diperpanjang
Proses evakuasi jenazah tertimpa masjid roboh akibat gempa Lombok. (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memperpanjang masa tanggap bencana darurat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu lantaran tingginya kerusakan yang terjadi akibat gempa berkekuatan 7 skala richter yang mengguncang NTB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sebelumnya pihaknya telah memperpanjang masa tanggap bencana dari 29 Juli hingga 11 Agustus 2018. Sutopo memprediksi, masa tanggap bencana itu akan diperpanjang lagi.

"Masa tanggap darurat semua daerah di Provinsi NTB telah diperpanjang sampai 11 Agustus 2018. Kemungkinan akan diperpanjang," kata Sutopo saat ditemui di Gedung BNPB, Jalan Pramuka Kav 38, Jakarta Timur, Rabu (8/8/2018).

Sutopo menjelaskan, khusus untuk wilayah Lombok Tomur dengan kerusakan terparah diantara wilayah lainnya, BNPB akan menyiapkan masa tanggap darurat khusus. Pasalnya, hingga kini proses evakuasi korban masih terus dilakukan dan aktifitas masyarakat pun belum pulih.

Meski demikian, Sutopo menegaskan bahwa bencana gempa bumi merupakan peristiwa alamiah yang bisa terjadi kapan pun. Terkait adanya ratusan kali gempa susulan yang mengguncang Lombok, Sutopo mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

"Setelah gempa besar pasti terjadi gempa susulan. Dari 318 gempa susulan, 17 gempa dirasakan namun tidak berpotensi merusak," ungkap Sutopo.

Memasuki hari ketiga paska-gempa, tercatat ada 131 orang tewas dan 1.477 orang mengalami luka berat. Adapun lokasi terparah dengan jumlah korban tewas tertinggi ada di Lombok Utara sebanyak 78 orang.

Dari total 131 orang meninggal, sebanyak 78 korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara, 24 korban dari Kabupaten Lombok Barat, 19 korban dari Kabupaten Lombok Timur, 6 korban dari Kota Mataram, 2 korban dari Kabupaten Lombok Tengah, dan 2 korban dari Kota Denpasar.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkominfo Klaim Jaringan Seluler Membaik Pasca Gempa Lombok

Menkominfo Klaim Jaringan Seluler Membaik Pasca Gempa Lombok

Tekno | Rabu, 08 Agustus 2018 | 16:57 WIB

Indonesia Tolak Bantuan Luar Negeri untuk Korban Gempa Lombok

Indonesia Tolak Bantuan Luar Negeri untuk Korban Gempa Lombok

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 16:35 WIB

Gempa Lombok, Bupati Lombok Utara Catat 347 Warganya Tewas

Gempa Lombok, Bupati Lombok Utara Catat 347 Warganya Tewas

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 16:15 WIB

Gempa Lombok, Ribuan Turis Asing Gili Trawangan Sudah Dievakuasi

Gempa Lombok, Ribuan Turis Asing Gili Trawangan Sudah Dievakuasi

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:39 WIB

Korban Tewas Gempa Lombok Bertambah Jadi 131 Orang

Korban Tewas Gempa Lombok Bertambah Jadi 131 Orang

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:25 WIB

Terkini

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 21:53 WIB

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 21:45 WIB

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:22 WIB

Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa

Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:20 WIB

×